
Rara sedang belajar di ruangan belajar, namun dirinya tidak fokus. Sebab hari ini Satria terlihat tidak pernah berbicara dengannya. Padahal mereka berdua sering berpapasan saat di kampus. Namun, Rara teringat jika dirinya yang meminta Satria untuk menjauh darinya. Tetapi bagi Rara jika sikap Satria yang tidak bicara dengannya seperti bukan Satria yang dulu. Karena meski Rara sudah mengatakan untuk menjauh darinya, Satria pasti tetap datang menjahilinya dan terus berbicara.
Rara terus kepikiran, apa mungkin Satria tidak melihatnya. Padahal sedari tadi mereka berdua sering berpapasan. Rara menggelengkan kepalanya mencoba menghilangkan pikiran itu dari otaknya. Rara mencoba berkonsentrasi belajar lagi. Namun, tetap saja dia teringat saat dia bertemu dengan Satria di lorong kampus, padahal hanya ada mereka berdua saja. Namun, Satria seperti tidak melihat Rara ada disana.
Rara mengambil ponselnya, dan mulai mengetik pesan kepada sahabat onlinenya, setia.
" Hari ini sangat menyebalkan! aku gak bisa berkonsentrasi saat belajar."
Namun, belum juga ada balasan ad setia. Rara mencoba mengetik lagi.
" Kamu sedang apa?"
" Apa kamu sedang sibuk?"
" Oke, aku gak akan mengganggu waktumu."
Rara mengirim pesan berturut-turut kepada setia. Namun, teman onlinenya itu belum juga membalas pesannya.
Seseorang sedang memegang ponselnya, bunyi pesan berkali-kali masuk. Orang membaca pesan yang diterima oleh ponselnya lalu membalasnya.
" aku sedang membaca."
Orang itu menghela nafas, mengingat momen pertama kali saat Rara bercerita tentang perasaannya kepada Bima. Orang yang pemilik akun bernama Setia itu adalah Satria sendiri. Dirinya yang selama ini menjadi teman onlinenya Rara dan mendengar semua curhatan serta kekesalan terhadap dirinya.
Satria turun dari tangga, tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.
" Aku merindukanmu." ucap orang yang memeluknya itu.
" Ayo tebak siapa aku?" kata orang itu lagi.
" Dara?" tanya Satria memastikan. dan ternyata Satria benar, orang yang memeluknya itu adalah Dara, mantan pacar Satria. Dara merupakan mantan Satria saat SMA. Meski sudah putus, Satria dan dara masih berteman dengan baik.
" Apa kamu merindukanku?" tanya dara.
" Gak." jawab Satria.
__ADS_1
Dara memperlihatkan wajah cemberutnya karena jawaban Satria.
" Aku becanda. aku juga merindukanmu." kata Satria.
" Kamu ini suka sekali becanda!" ujar dara memukul pelan bahu Satria.
Dara datang untuk mengunjungi dengan membawakan beberapa cemilan. Dara membuka salah satu cemilan. dara mengambil isi cemilan dan menyuapi Satria.
Tanpa disadari Jeje, melihat mereka berdua dari kejauhan. Dirinya mereka kesal dengan dara karena Dara akan menjadi penghancur hubungan Satria dan Rara. Meski begitu, Jeje tidak tinggal diam. Diam-diam dia memotret kedua orang itu. Siapa tahu jika benar Satria tidak bersama Rara. Dia bisa membuat pasangan baru yaitu Satria dengan dara. Jeje begitu bahagia, dia akan membuat akun pasangan baru sendiri tanpa Sasa. Ialah akun Satria dan Dara.
Setelah membaca pesan dari Setia, Rara kembali belajar. Namun, ditengah fokusnya dalam belajar ponsel Rara berbunyi. Ternyata terdapat pesan dari Sasa.
" Kak, apa kakak melihat akun itu?"
" Akun apalagi bukannya akun SaRa itu sudah di hapus."
" Iya, aku yang sudah menghapusnya. Namu,n seseorang membuat akun baru untuk menyerang mu."
Rara akhirnya melihat akun baru, yang dimana akun itu bernama SatRa (Satria Dara). Rara begitu kaget melihat akun itu, yang foto profilnya ialah foto Satria dan seorang cewek yang katanya merupakan pacar Satria saat SMA. Tiba-tiba seseorang menyeletuk, "Permisi, apakah kursi ini kosong?"
Dara tersenyum dan berkata," sepertinya kursi ini gak diduduki oleh siapapun." Dara lalu memanggil Satria untuk segera menghampirinya. Satria kaget melihat Rara ada disitu.
" Oh, ternyata kamu ada disini."
Rara melipat kedua tangannya di dada melihat kedua sejoli didepannya itu.
" Kamu mengenalinya, ya sayang?" tanya dara sambil cemberut.
" Dia gadis yang aku ceritakan padaku, sayangku." jawab Satria.
" Sayangku! Alay banget sih!" ngedumel Rara dalam hati.
" Dia yang gak ingin dekat-dekat denganmu, ya. Lebih baik kita mencari tempat belajar di tempat lain saja." Ujar Dara dengan suara manja yang dibuat-buat. Hal itu membuat Rara begitu kesal, " kenapa suaranya sok dibuat begitu, alay banget!"
Dara dengan sengaja pura-pura terjatuh bahkan dia juga sengaja memeluk Satria. Rara yang melihat itu merasa tidak suka, dia benar-benar kesal. Rara merapikan bukunya dan mengatakan jika dirinya lebih baik pindah dari sini. Satria hanya melihat kepergian Rara.
__ADS_1
Rara menghindari mereka, dengan pergi tak jauh dari situ. Namun, tidak disangka Dara mengikutinya. Hal itu membuat Rara makin kesal, kenapa gadis itu terus mengikutinya. Sedangkan Satria masih berdiri di tempat yang sama, dia mengambil sesuatu di sakunya yang ternyata adalah sebuah klip. Dilihatnya klip itu, yang ternyata klip yang sama yang diberikan Rara kepada Bima. Satria mengingat kembali momen pernyataan cinta yang ditolak oleh Rara.
Flashback.
Di momen itu, Satria sempat mengejar Rara. Namun, Rara sudah menjauh dari pandangannya. Tetapi Satria berpapasan dengan Bima, ditanyalah Rara kepada Bima. Bima mengatakan jika dirinya sempat memanggil Rara, namun Rara menghiraukannya. Melihat wajah Satria membuat Bima bertanya, " Apa yang terjadi?"
Satria mengajak Bima ke dalam aula yang sudah sepi. Satria menceritakan jika dirinya baru saja mengungkapkan perasaannya kepada Rara.
" Gila, kamu berani banget mengungkapkan perasaanmu kepada Rara dihadapan semua orang. Kamu memang pantas dapat pujian dari aku." Ujar Bima menggoda Satria.
" Tadi itu hanyalah sebuah kebetulan."
" Maksudmu?"
" Aku gak menyangka jika ada kamera yang merekam aktivitas dibelakang panggung. Biasanya orang-orang memasang kamera itu didepan panggung. Dan hal itu membuat Rara salah paham."
" Apa kataku? Kamu yang terlalu mengganggunya. Jadi meskipun kamu tadi kamu begitu serius, bagi Rara kamu tetap saja hanya ingin mengganggunya. Bukan bermaksud membuat perasaanmu tambah kacau. Tetapi, aku pernah berkata kepadamu sebelumnya. Jika kmu menyukai seseorang, katakanlah kepada orang itu sejak awal."
" Namun, untuk Rara, aku gak bisa melakukan hal itu.."
" Kenapa gak bisa?" tanya Bima.
" Karena dia seperti ikan yang berada diatas langit bagiku. Jika aku melakukannya sejak awal, mungkin aku juga akan kehilangannya saat itu juga."
Bima hanya tersenyum mendengar jawaban dari sahabatnya itu.
" Kenapa kamu tersenyum begitu?" tanya Satria
" Gak apa-apa. Kamu terlihat begitu mencintai Rara."
Satria hanya mengangguk. Bima meminta Satria untuk mengulurkan tangannya. Tetapi Satria tidak paham dengan maksud Bima. Bima menarik tangan Satria, mengambil sesuatu di sakunya dan meletakkan ditangan Satria dan menutupinya.
" Apa ini?" tanya Satria.
" Rara memberikan ini kepadaku, namun aku merasa jika ini bukan untukku. Dan bagiku kamu yang pantas menerima ini."
__ADS_1
Satria membuka genggaman tangannya yang ternyata isinya adalah sebuah klip yang bermotif ikan diatas langit.