Cinta Si Gigi Bungsu

Cinta Si Gigi Bungsu
Pengakuan


__ADS_3

Rara memberikan kado sebuah gantungan masker untuk Satria. Satria meminta Rara untuk membantu memakainya di lehernya.


" Kamu bisa memakai sendiri, kan?" ujar Rara.


" Tapi hari ini ulang tahunku, jadi bisakah kamu memanjakan aku untuk hari ini saja." pinta Satria.


Rara sangat malu saat Satria memintanya memakaikan gantungan masker itu di leher Satria. Rara melihat ke sekitar sudah banyak orang yang datang.


" Ada banyak orang disini." ucap Rara.


" Tapi hari ini ulang tahunku. Ayolah." pinta Satria sambil memberikan kotak berisikan gantungan masker pemberian Rara.


Rara dengan malu memakaikannya di leher Satria. Tak berselang lama, dara datang lagi dengan membawa cake baru. Dia menyanyikan lagu ulang tahun diikuti oleh para tamu yang hadir. Satria tersenyum melihat banyak orang yang menyanyikan lagu ulang tahun untuknya. Meski sebelumnya dia sudah mendapatkan cake dari dara, kali ini kayaknya cake dari fansnya yang juga dibawakan langsung oleh dara untuknya.


Satria lalu menutup matanya meminta permohonan dan meniup lilin cake yang masih menyala. Suara tepuk tangan para tamu terdengar, dara lagi-lagi menjahili Satria. Dia kembali mencolek pipi Satria dengan cream cake. Satria yang tidak terima pun juga membalas perlakuan dara kepadanya. Alhasil mereka berdua malah asyik saling mencolek cream cake ke wajah mereka. Para fans dara dan Satria sangat senang melihat keromantisan dia orang itu. Jeje begitu antusias, tak lupa dirinya memotret momen yang dimatanya sangat terkesan manis.


Rara yang sedari duduk cuman bisa melihat. Entah kenapa dia sangat cemburu melihat kedekatan Satria dan Dara. Ingin rasanya dia juga berada diposisi dara saat ini. Karena tidak kuat melihat keromantisan Satria dan dara. Rara memutuskan untuk segera pulang. Namun, sayangnya saat dirinya hendak pergi, Satria malah menahannya.


" Kamu mau kemana?" tanya Satria.


" Bukannya kamu sudah meniup lilin. Berarti pestanya sudah selesai,kan?" kata Rara.


" Belum kok." ucap Satria lalu menempelkan pipi yang dipenuhi cream cake ke pipi Rara. Rara terkejut dengan tindakan Satria kepadanya.


" Kamu ngapain sih!" ujar Rara. Bukannya menjawab Satria kembali menempelkan pipinya yang sudah terkena cream cake ke pipi Rara.


" Jadinya bisa kotor-kotoran bareng,kan?" ujar Satria.


Jeje yang tadinya bahagia, merasa tidak terima dengan apa yang dilihatnya. Sasa yang mendukung Satria dengan Rara begitu senang melihat pasangan idamannya itu bisa menunjukan keromantisan didepan umum.

__ADS_1


" Jadinya lengket." ucap Rara tidak terima lalu pergi menuju toilet. Melihat kepergian Rara, Satria langsung menyusul.


Rara menuju wastafel untuk membersihkan wajahnya. Tiba-tiba Satria sudah berada di belakangnya dengan wajah yang sudah bersih, namun dia memakai tisu untuk membersihkan wajahnya.


" Kamu kenapa? kamu marah?" tanya Satria merasa jika Rara pasti marah karena tindakannya barusan. Namun sayangnya Rara hanya melihat tanpa merespon pertanyaannya.


" Kalau begitu aku minta maaf deh." ucap Satria meminta maaf.


" Tidak, aku tidak akan memaafkan mu. Soalnya ini tidak bisa mudah dibersihkan. Tetapi kamu kenapa harus melakukannya seperti itu? Apa kamu tidak malu?" ujar Rara sambil membersihkan wajah dengan air di wastafel.


" Sebenernya aku tidak ingin melakukan hal tadi. Yang ingin aku lakukan sebenarnya ialah aku ingin mencium bibirmu." ujar Satria.


Mendengar ujaran Satria, Rara berdiri menatap wajah pria itu dengan kesal. "Kamu ini ya! Kamu mau menguji kesabaran ku lagi. Udah tahu ini susah untuk dibersihkan" ujar Rara kesal.


" Ya udah, sini aku bantu bersihkan." ucap Satria dengan lembut.


Satria mengambil tisu, lalu mengelapkan wajah Rara agar cream yang menempel bisa menghilang. " Aku tidak ingin kamu pergi. Jadi aku lakukan ini untuk bisa menghentikan mu." ujar Satria.


" Baiklah, aku yang salah. Jika kamu ngambek, katakan saja." ujar Satria.


" Iya, aku tidak menyukainya." ucap Rara dengan kesal membuang tisu bekas tadi.


" Kamu tidak suka apa?" tanya Satria.


" Aku tidak suka dengan apa yang kamu lakukan dengan dara." ucap Rara kesal dengan mempout bibirnya.


Satria justru meresponnya dengan senyum dan terkekeh, akhirnya gadis didepannya ini mengakui jika dirinya sedang cemburu.


" Ish, kenapa kamu pake senyam-senyum begitu sih! Aku juga tahu, jika fandom Satria dan dara yang selalu memuji kalian berdua dengan mengatakan jika kalian berdua adalah pasangan yang sempurna. Dan setiap aku berada bersama dengan kalian berdua. Aku merasa jika aku seperti pemeran dukungan doang." ujar Rara kesal dengan mengeluarkan unek-uneknya.

__ADS_1


" Kalau begitu ini saat yang tepat memberitahu orang-orang kita ini apa. Dan setelah itu kamu boleh bermesraan dengan ku kapanpun tanpa harus bersembunyi lagi." ujar Satria.


" Kamu tidak mengerti dengan apa yang coba aku sampaikan. Aku tidak cemburu denganmu. Aku hanya tidak suka melihat kalian berdua melakukan hal-hal yang menyebalkan seperti itu." ujar Rara.


"Ra, tidak sulit untuk menerima bahwa kita sudah bersama kok. Aku tidak masalah entah itu kamu mau memberitahu orang-orang atau tidak. Tapi aku hanya ingin mencintaimu. Aku mencintaimu dengan tidak perduli dengan apa yang orang-orang pikirkan. Untuk saat ini aku ingin merindukanmu, menciummu bahkan menggenggam tanganmu tanpa perduli dengan dunia. Tapi itu semua terserah padamu, terserah apa yang kamu pilih untuk memberitahu orang atau tidak." ujar Satria. Dia ingin meyakinkan Rara, agar Rara tidak perduli dengan omongan orang di luar sana tentang hubungan mereka. Satria ingin Rara bisa terbuka akan hubungan mereka, namun dia juga tidak bisa memaksa Rara.


Rara hanya bisa terdiam, dia menggigit bibir bawahnya. Entah dia masih berfikir apakah hubungannya harus diumbar atau lebih baik disembunyikan saja. Satria menyadari kekasih itu sedang kebingungan, dia mengangkat tangannya mengelus rambut Rara. "Ra, aku tidak akan memaksa mu kok. Aku akan menghormati apapun keputusan mu. Tapi jika diam ku membuatmu tidak nyaman. Aku tidak akan tinggal diam lagi." ujar Satria.


Rara hanya bisa terdiam dan menatap wajah kekasihnya itu.


Disisi lain, Jeje dan Sasa menunggu kehadiran Satria dan Rara. Karena kedua orang itu pamit membersihkan wajah mereka namun belum juga keluar. Tak berselang lama, Satria keluar disusul oleh Rara. " Kak Satria, dan kak Rara apa yang kalian lakukan?" tanya Sasa begitu antusias melihat pasangan favorit keluar bersamaan.


" Apa kalian membersihkannya berdua?" tanya Sasa lagi sambil menunjukan wajah mereka yang sudah bersih dari cream cake yang menempel.


" Iya, kami membersihkannya bersama." ucap Satria. Rara hanya tersenyum malu, saat Satria mengatakan hal itu.


" Lalu siapa yang sebenarnya kak Satria dekati? Kak dara atau kak Rara?" tanya Jeje yang penasaran sebab Satria terlihat mendekati dia perempuan itu.


" Aku suka sama Rara. Tentu saja yang aku dekati adalah Rara." ujar Satria membuat para pendukung hubungan Satria dan Rara berteriak senang.


" Jadi, kalian berdua sekarang apa?" tanya Sasa dengan senangnya.


Satria dan Rara saling menatap, "Bagaimana jika kalian bertanya padanya?" tanya Satria melihat Rara.


" Kak Rara tolong beritahu kami!" ujar Sasa dengan antusias.


" Eum..." Rara nampak malu dan memandang Satria.


" Jika kamu tidak mau memberitahu biar aku saja yang memberitahu mereka." ujar Satria.

__ADS_1


Rara begitu malu untuk mengungkapnya, dia menatap Satria, " Baiklah. Jadi kami... berdua..sedang dalam proses saling mengenal satu sama lain." ujar Rara.


__ADS_2