Cinta Si Gigi Bungsu

Cinta Si Gigi Bungsu
Pernyataan cinta dari Satria


__ADS_3

Dengan menghela nafas berat, Satria masuk kedalam mobil. Dimana Rara sudah menunggunya didalam. Rara merasa kecewa rencana yang disusun kakaknya itu gagal total. Bukannya Bima yang akan satu mobil dengan Rara melainkan si Satria. Satria memasang sabuk pengaman dan berkata, "Menuju ke rumahku. let's go!." Mendengar itu Rara hanya menghela nafas kecewa.


Di satu sisi Raden sudah menuju ke tempat janjiannya dengan Mira. Raden masih memakai baju penyamarannya tadi. Jenggot palsunya masih menggantung di dagu Raden. Raden terus mencari keberadaan Mira, yang tidak kunjung dilihatnya. Tiba-tiba Raden mendengar suara seseorang cewek yang memanggilnya. Raden mencari sumber suara itu, karena dia tahu jika itu suara Mira.


"Mir, kamu dimana?" teriak Raden.


"Raden, aku di atas sini," teriak Mira dari atas pohon.


Raden kaget melihat Mira di atas pohon.


Mobil melaju, dan berhenti tepat dihalaman pagar rumah Satria.


"Apa ini rumahmu?" tanya Rara.


"Benar. keluarga ku akan mengadakan acara makan malam bersama. Apa kamu ingin aku memperkenalkan kamu dan memberitahu hubungan kita?" tanya Satria menggoda Rara.


"Gak!" jawab Rara.


"Gak mau makan atau memperkenalkan diri?" tanya Satria kembali menggoda Rara.


"Gak ada hubungan apapun diantara kita berdua," ucap Rara.


"Namun, aku ingin kita menjalin sebuah hubungan," ujar Satria.


" Heh! berhentilah menggodaku! Aku gak ingin terlibat ataupun tahu tentang anggota keluarga mu." ujar Rara.


" Itu gak adil. aku bahkan mengenal kakakmu." ucap Satria.


"Sejak kapan kamu mengenal kakakku?" tanya Rara terkejut.


Satria menyinggung senyumannya dan berkata, " para pria yang menggunakan sorban dan jenggot panjang yang menyebabkan kecelakaan tadi. Kamu pikir aku gak tahu kalau mereka sedang menyamar? kamu pikir ini sinetron, saat kamu memakai jenggot orang gak akan mengenali mu. Gak heran kenapa banyak orang suka menonton drama Korea akhir-akhir ini."

__ADS_1


Rara merasa malu, ternyata Raden mengetahui rencana mereka.


" Kamu ini sedang mengeluh tentang aku atau tentang orang yang suka nonton drama Korea?" tanya Rara pura-pura seolah tidak tahu.


"Gak. aku gak sedang mengeluh, tapi sebelum kamu pergi..." ucap Satria.


Satria mengeluarkan ponselnya dan membuka kamera ponselnya untuk berfoto. Rara kaget melihat apa yang Satria lakukan. Tidak terima Rara berusaha menghentikan Satria yang hendak berfoto dengan dirinya didalam mobil.


"Sat, apa yang kamu lakukan. gak boleh foto apapun dan berikan ponsel itu padaku," ujar Rara mencoba meraih ponsel ditangan Satria.


" Gak boleh," ucap Satria yang tetap mengarahkan kamera ponselnya ke arah dirinya dan Rara.


Karena masih menggunakan sabuk pengaman membuat meraih ponsel ditangan Satria. Rara segera melepaskan sabuk pengaman itu.


"Apa yang kamu lakukan? Bima bisa salah paham." ucap Rara yang segera meraih ponsel ditangan Satria.


" Sekali saja, setelah itu kamu boleh pulang." kata Satria.


"Hanya sekali, ya?" tanya Rara dan dijawab anggukan oleh Satria.


" Udah kan? sudah hentikan." kata Rara.


Namun, Satria tetap mengarahkan kamera ponsel kearah dirinya dan Rara. membuat Rara terpaksa mencoba mengambil ponselnya. Tetapi, dengan kekuatannya Satria menahan agar Rara tidak mengambil ponselnya. Alhasil akibat Satria menarik tangannya dengan kuat membuat Rara terjatuh tepat di dada Satria. Padangan mereka kembali bertemu. Dengan hal itu Satria mengambil kesempatan untuk berfoto. Namun, Rara segera menjauh.


"Hentikan sekarang juga. Kamu sudah melakukan hal ini seharian penuh," ucap Rara kesal


Namun, Satria tidak perduli. dia tetap mengarahkan kamera ponselnya.


"Melakukan apa?" tanya Satria menatap Rara.


Padangan mereka kembali bertemu. Melihat wajah Satria entah kenapa bayangan Satria menolongnya terkena sengatan panas. bahkan saat Satria meminta maaf dan ingin menjadi temannya. Serta dirinya yang menerima Satria menjadi temannya. Dan pula kejadian yang baru saja terjadi di bioskop terbayang kembali. Hati Rara kembali berdebar. Rara segera mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Pokoknya berhenti mencari masalah denganku. Kamu ingin aku dan Bima menjauh,kan?" teriak Rara kesal.


"Aku gak ingin mencari masalah denganmu. Ku lakukan semua itu karena aku suka padamu," ucap Satria.


Rara terdiam, mencoba mencerna kata-kata yang baru yang dia dengar.


"Apa katamu?" tanya Rara.


"Aku berkata bahwa aku.. benar-benar menyukaimu." jawab Satria.


Rara hanya terdiam.


Tanpa disadari Rara dan Satria ternyata mereka berdua diikuti oleh Jeje dan Sasa. Namun sayangnya mereka salah jalur menyebabkan mereka memasuki gang yang dipenuhi oleh anjing galak. Awalnya Sasa merasa takut, namun saat Jeje meyakinkan Sasa. Mau tidak mau mereka berani melewati gang itu meski harus diterkam beberapa anjing. Tetapi usaha mereka sia-sia, mereka tidak bisa mengikuti Rara dan Satria.


Kembali ke Rara dan Satria. Rara tidak dengan apa yang dikatakan Satria. Agar tidak terlihat canggung dengan kejadian barusan Rara pura-pura tertawa.


"Aku tahu. Kamu memang mudah di tebak ya, Sat. Kamu berusaha mengelabui ku dengan cara kamu mengatakan jika kamu menyukaiku? Benar-benar rencana yang bagus. Kamu pikir aku ini bodoh? Aku ini mahasiswa kedokteran gigi dengan IP terbaik 3,8. kamu gak akan bisa menipuku." Kata Rara.


Satria menyunggingkan senyumnya sambil berkata, " Sudah selesai bicaranya?"


Rara terdiam, lalu menyuruh Satria untuk segera keluar dari mobilnya. Satria tersenyum membuka sabuk pengaman dan keluar dari mobil Rara.


"Jangan lama-lama! cepatlah keluar!" pinta Rara.


Satria keluar dari mobil menatap Rara dengan senyuman di bibirnya. Rara terdiam mengatur ritme debaran hatinya, agar tetap tenang. Satria berdiri di samping kaca mobil Rara lalu mengetuknya. Membuat Rara menoleh dan segera menurunkan kaca mobilnya. Satria memberi kode agar kepala lebih mendekat.


" Apa lagi yang kamu inginkan?" tanya Rara.


Satria menundukkan wajahnya agar lebih dekat dengan Rara.


"Jika kamu belum siap untuk membuka hatimu, kita bisa memulai dari berteman terlebih dahulu. Hati-hati di jalan. Aku mengkhawatirkan mu." kata Satria.

__ADS_1


Rara menatap wajah Satria, apa yang Satria katakan membuat hatinya berdebar. Rara dengan segera menaiki kaca mobilnya, memakai sabuk pengaman dan pergi dari situ. Sedangkan Satria menatapnya dengan senyuman. Rara melihat ke kaca spion, Satria masih tetap berdiri menatap kepergian Rara. Rara bertanya kepada dirinya kenapa Satria belum masuk ke rumahnya.


Rara telah sampai, namun Rara masih berada di mobil dan belum keluar. Rara masih memikirkan perkataan Satria barusan. Sejak kapan cowok yang menjadi musuh bebuyutannya itu menyukainya. Tiba-tiba ponsel berdering, dilihat dari layar kunci ialah foto yang barusan di ambil Satria. Rara mengambil ponsel itu, dan begitu kaget melihat fotonya sendiri dijadikan sebagai layar kunci. Rara mulai berfikir sebenarnya apa yang Satria rencanakan.


__ADS_2