Cinta Si Gigi Bungsu

Cinta Si Gigi Bungsu
Chapter 59


__ADS_3

"Mira, bisakah kakak berbicara dengan kak Raden sebentar?" Satria meminta izin kepada adiknya itu. Sebab ada hal ingin dia bicarakan dengan Raden.


Raden nampaknya merasa takut, sebab selama ini dia sering mengancam Satria karena dekat dengan adiknya. Raden takut jika Satria juga melakukan hal yang sama dengan menjauhkan dia dari Mira.


Satria mengajak Raden duduk dipinggir kolam renang disamping rumahnya. Satria memulai pembicaraan dengan menanyakan kedekatan Raden dengan adiknya Mira.


" Sejak kapan kakak dekat dengan adikku?" tanya Satria.


" Adikmu yang memulai duluan. Dia sering mengikuti ku kemana-mana." jawab Raden.


" Jika begitu lebih baik kakak jauhi Mira." ujar Satria yang tak mau adiknya dimainkan oleh Raden. Karena dia tahu jika Raden adalah cowok playboy.


" Jika kamu ingin aku menjauh dari adikmu. Bagaimana kalau kamu juga menjauh dari adikku?" tanya Raden balik.


" Aku gak mungkin bisa melakukan itu, sebab aku sudah mencintai Rara." jawab Satria.


" Sialan, langsung to the point pula." gumam Raden menatap Satria yang berani mengungkapkan perasaannya itu.


" Bersama Rara, aku bisa melihat masa depanku dengannya. Aku akan melindungi dan menjaganya. Apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkannya sendirian. Tapi kalau kakak sendiri, aku kurang yakin." ujar Satria berdiri meragukan Raden yang dekat dengan adiknya.


" Kamu gak yakin soal apa?" tanya Raden tidak terima dengan apa yang diujarkan oleh Raden.


" Mira berbeda dengan orang lain. Dia percaya apapun yang dikatakan orang kepadanya. Aku tidak ingin adikku terluka. Semua universitas tahu jika kakak adalah seorang playboy." ujar Satria mengungkapkan keraguannya kepada Raden.


" Iya, aku dulu memang seorang playboy. Aku ini dulu memang bajingan."


" Sekarang pun masih bajingan." potong Satria.


" Ya! jangan membuat ku meninju mu." kesal Raden karena ucapan Satria.


" Silakan." ucap Satria dengan wajah datar.


Namun, Raden mengurungkan niatnya, dia tahu ini bukan kediamannya melainkan rumah Satria. Dan tidak mungkin dia menghajar Satria, jika Mira tahu Mira akan membencinya.


" Tapi sekarang aku tidak seburuk dulu. Mira membuat ku ingin berubah dan menjadi orang yang lebih baik. Dan kehadiran Mira disisi ku, membuatku tidak lagi menyukai orang lain.." ujar Raden dipotong lagi oleh Satria.


" Jadi itu berarti.. kakak menyukai Mira?" tanya Satria.


Raden akhirnya menyadari perasaan yang sebenarnya. Dia menyukai Mira selama ini.

__ADS_1


Dari balik jendela, Mira mengintip. Dia tidak mendengar apa yang kakaknya dan Raden bicarakan. Nampaknya dari wajah mereka terlihat sangat serius. Mira kembali duduk di kursi meja makan. Dia begitu khawatir. Tidak berselang la, Raden dan satria masuk. Mira segera berdiri dan bertanya, " Apa ada masalah? Tolong jangan berantem ya, kak Satria, Raden."


" Gak ada kok. Kita berdua sudah menyelesaikannya. Benarkah, adikku tercinta?" ujar Raden merangkul Satria dan menepuk-nepuk pundak. Satria hanya terdiam, menatap tangan Raden yang terus menepuk pundaknya itu.


Mira merasa lega, " Kalian beneran sudah baikkan?" tanya Mira tersenyum.


" Tentu saja." ujar Raden diikuti oleh anggukan dari satria.


" Oke. Kalau begitu raden, mari mulai kita pelajaran." ujar Mira tersenyum.


"Oke." Raden menghampiri Mira dengan senang. Dia duduk dihadapannya Mira. Mira mulai memberikan soal latihan kepada Raden. Saat Raden menengok ke Satria, Satria mengancam dengan tangannya seolah memberi tahu " Aku akan memantau mu". Raden yang takut mengalihkan matanya kepada soal yang diberikan Mira padanya. Satria mengambil ponselnya mengarah kamera ke arah Raden dan Mira yang tengah belajar.


Rara menikmati tongkrongan bersama geng Anjay. Namun, kedatangan yoga dengan pacarnya membuat mood Rara menjadi kesal. Sebab yoga terlihat lebay bersama pacarnya itu. Rara mengecek ponselnya yang terdapat pesan dari Satria.


" Aku pulang dulu."


Rara merasa Satria marah padanya sebab pesan itu dikirim Satria sejam lalu, namun Rara baru membuka pesannya. Karena takut Satria semakin marah padanya. Rara memutuskan untuk segera pulang ke rumah.


Di rumah, Rara segera menuju kamarnya. Mengirim pesan kepada Satria jika dirinya sudah sampai ke rumah.


" Aku sudah sampai di rumah sekarang. Kamu marah ya lama sekali membalas pesanku?" balas Rara karena takut Satria marah padanya.


" Gak apa-apa. Aku mengerti."


Saat Rara membaca pesan itu. Rara merasa jika pesan itu terlihat seperti terdengar kesal.


" Kamu nampaknya kesal. Aku mandi dulu dan mau belajar soalnya besok mau ujian." balas Rara.


" Bukannya tadi kamu ingin menghabiskan waktu dengan kakak dan teman-temannya."


" Sebenarnya sih iya.. Tapi kakak ku malah pergi duluan. Katanya dia mau belajar dan sampai sekarang dia belum pulang ke rumah."


" Tapi kakakmu ada di rumahku loh." balas Satria.


Rara terkejut membaca pesan dari satria. Kenapa bisa kakaknya berada di rumah Satria. Untuk bukti Satria mengirimkan foto yang diambilnya tadi kepada Rara.


Rara melihat itu dan bertanya, " Oh! jadi gadis ini adikmu?"


" Kamu kenal dia?" tanya Satria.

__ADS_1


Rara lalu mengingat jika dia pernah tidak sengaja menabrak gadis itu saat hendak menaiki lift. Gadis itu memang terngiang dipikirannya sebab dia melihat klip ikan buatan itu ada di gadis itu yang ternyata adalah adik Satria. Pantasan saja jika gadis itu memakai klip ikan buatannya.


" Aku pernah bertemu dengan adikmu tapi aku tidak mengenalinya." balas Rara.


" Oh, kalau begitu ayo kita makan bersama setelah ujian."


" Apa menurut mu itu ide yang bagus?"


" Jika kamu takut orang bisa melihat kita. Aku sudah menyiapkan rencana." balas Satria sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur dan tersenyum.


Rara sudah siap, dia membuka pagar rumahnya. Rara terkejut melihat Satria sudah menunggunya dengan menyandarkan tubuhnya di mobil.


" Kenapa kamu ada disini?" tanya Rara yang takut jika Raden melihat Satria ada di depan rumahnya.


" Kamu gak takut jika kakak memarahi mu lagi." kata Rara.


Bukannya takut justru Satria berjalan mendekati Rara. " Apa yang mesti aku takutkan? Dimana kakakmu?"


" Ayolah! jangan becanda." ujar Rara takut didengar oleh Raden.


" Woy, siapa tuh yang ribut-ribut?" teriak Raden keluar dari dalam rumah.


Dia mendekati Rara, tanpa melihat ada Satria disitu. Saat melihat Satria, Raden terkejut dan segera memberi hormat.


" Kamu kesini ingin bertemu dengan adikku ya?" tanya Raden tersenyum.


Rara menjadi bingung dengan tingkah kakaknya. Biasanya saat melihat Satria, kakaknya itu akan memarahi Satria habis-habisan. Justru kini malah berubah, sebenarnya apa yang terjadi antara kakaknya dan satria.


" Iya, selamat pagi kak." ucap Satria.


" Selamat pagi. Kamu mengantarkan adikku ke kampus ya?" tanya Raden dengan senyuman.


" Iya," jawab Satria.


" Silakan." ucap Raden.


Rara yang bingung, bergumam pelan, "Kamu apakan kakakku?" tanya Rara kepada Satria.


Satria malah justru tersenyum. Raden mengantarkan masuk ke dalam mobil. Dan sebagai calon adik ipar yang baik, Raden membukakan pintu mobil untuk Satria.

__ADS_1


__ADS_2