Cinta Si Gigi Bungsu

Cinta Si Gigi Bungsu
Pengakuan cinta


__ADS_3

Rara menangis setelah mengungkapkan semua yang dia rasakan selama menjadi kekasih Satria. Satria menatap sendu wajah Rara, dia mendekat dan memeluk gadis. Satria menenangkannya dengan mengelus rambut Rara.


" Ra, kamu tidak perlu merasa tidak enak denganku. Aku tidak apa-apa jika mereka membenci atau menghinaku. Aku tidak perduli akan hal itu. Yang penting aku bisa bersama mu. Mulai sekarang bersikap egois dengan tidak perduli dengan apa yang orang lain katakan tantang kita. Lagi pula orang diluar sana tidak membuat kita bahagia. Rasa bahagia itu hanya kita yang rasakan." ujar Satria.


Rara melepaskan pelukan Satria, " Kamu berbohong!" ucap Rara.


" Terus apa yang harus aku lakukan supaya kamu percaya lagi padaku?" ujar Satria lalu kedua telapak tangannya menyentuh kedua pipi Rara, dan menarik wajah Rara lebih dekat padanya. Dan bibir Satria mendarat tepat dibibir Rara. Alhasil semua orang yang ada disitu terkejut dengan aksi nekat Satria mencium Rara didepan semua orang.


" Bagaimana? kamu sudah percaya? Jika sudah, kamu mau jadi pacarku?" tanya Satria.


Bukannya menjawab, Rara tersenyum lalu dia menempelkan bibirnya dibibir Satria. Ciuman itu sebagai jawaban jika dia menerima Satria menjadi pacarnya. Balon yang dipegangnya terbang, bahkan para mahasiswa yang mengelilingi melepaskan balon ke udara. Geng Anjay dan Raden berteriak saat bibir Rara dan Satria belum menjauh. Sedangkan Dara yang melihat hanya bisa menangis, karena cintanya bertepuk sebelah tangan.


Dari jauh Jeje dan Sasa juga melihat, mereka berdua kegirangan. " Tugas kita udah selesai. Tidak ada kapal untuk kita layarkan." ujar Sasa.


" Kalau begitu kamu diship denganku." ujar Jeje.


" Apaan sih, norak!" ucap Sasa kesal.


Dara yang menangis meninggal tempat itu dan pergi ke taman, dia menangis sendirian disana. Tanpa sadar, Ken mengikutinya. Tak lupa Ken membelikan minuman untuk diberikan kepada Dara.


" Ini, minumlah. Kamu sudah terlalu banyak menangis." ujar Ken menawarkan minuman setidaknya dengan minuman itu, dara mulai tenang. Namun, gadis itu hanya melihat tanpa mengambil minuman yang sudah ditawarkan oleh Ken.


" Ayo cepat, ambillah. Aku membelikannya untukmu. Bisa-bisa esnya akan mencair jika kamu tidak meminumnya." ujar Ken terus menyodorkan minuman yang dibawanya.


Dara melihat minuman serta Ken secara bergantian. Dengan terus terang Dara bertanya, " Kamu mencoba mendekatiku ya?"


Pertanyaan Dara membuat Ken terkejut, gadis ini nampaknya terlalu berterus terang. " Waduh! ketahuan ya. Hehe.. Baiklah, aku akan jujur sekarang. Aku suka sama kamu saat padangan pertama. Boleh aku mendekatimu?" ujar Ken.

__ADS_1


" Sial! ini cowok agresif banget!" gumam Dara. Dia tidak menyangka jika Ken langsung berkata jujur seperti itu.


" Beri tahu aku jika kamu tidak mau aku dekati. Biar aku tidak buang-buang waktu ku untuk mendekati mu." ujar Ken.


Dara lalu mengubah posisi duduk dengan baik, dan menghapus air matanya. Layaknya perempuan pada umumnya, Dara memegangi rambutnya lalu berkata, " Kamu tahu, aku ini perempuan. Apa kamu tidak memberi waktu untuk ku, setidaknya untuk sekedar jual mahal."


" Oh jadi kamu ingin bermain jual mahal? Baiklah, aku tidak masalah." ujar Ken lalu berdiri, dia memberikan tangannya kepada Dara.


" Untuk apa?"


" Pegang tanganku sekarang." ucap Ken.


" Emang mau kemana?" tanya dara lagi.


" Untuk bermain sok jual mahal. Makanya pegang tanganku kita akan bermain sok jual mahal itu." ujar Ken.


Setelah membantu menyelesaikan hubungan Rara dan satria. Jay akhirnya diterima untuk mengambil peran di pentas drama yang nantinya akan diadakan di fakultas mereka. Berkat usaha Mira, Jay mendapatkan peran yang bagus menjadi seorang pangeran. Jay turut sangat berterima kasih kepada Mira, berkat gadis itu dia akhirnya mendapatkan sebuah peran.


Pementasan sedang berlangsung, Deni, Ken, yoga dan Raden datang untuk melihat Jay sahabat mereka yang akan berakting diatas panggung, kebetulan Mira juga mendapat peran sebagai kurcaci disana. Drama yang mereka penetasan merupakan drama putri salju. Saat putri salju tertidur, Jay dengan kokohnya sebagai seorang pangeran masuk keatas panggung yang menimbulkan gelak tawa dari teman-temannya. Layaknya seorang pangeran nyata, Jay datang dengan gagahnya mendekati putri salju. Akhirnya drama Jay mencium putri salju agar bisa bangun dari tidur. Saat adegan itu teman-temannya Jay tidak berhenti tertawa bahkan Ken berkomentar dengan mengatakan jika Jay akhirnya bisa mendapatkan ciuman pertamanya. Alhasil gelak tawa kembali tercipta oleh Deni, yoga dan Ken.


Setelah selesai pentas, Jay mendekati Mira. " Mira, makasih ya. Tadi bagaimana dengan aktingku?" tanya Jay.


"Akting kak Jay bagus banget." ucap Mira.


" Sekali lagi makasih ya, gara-gara kamu akhirnya aku bisa mewujudkan mimpi ku selama ini." ujar Jay.


" Iya kak, kak Jay juga aktingnya luar biasa." ucap Mira memuji.

__ADS_1


Lalu mereka kembali berdiri didepan panggung, untuk mengucapkan terima kasih kepada penonton. Penonton bertepuk tangan, dengan melihat pentas drama mereka. Lalu Raden datang membawakan bunga bersama Ken, Deni dan yoga. Raden maju ke depan dengan bunga yang dibawakannya.


" Apa ini untukku?" tanya Jay melihat Raden membawakan bunga, dia mengira jika itu untuknya.


" Bukan, ini untuk Mira." ucap Raden.


" Raden memberikannya untukku?" tanya Mira memastikan.


" Iya, ini ambillah. Cepat!" ujar Raden.


Saat Mira menunduk untuk mengambil bunga dari Raden, pria itu malah menarik kembali bunganya. " Tunggu sebentar, ada yang ingin aku katakan padamu." ujar Raden.


" Raden ingin mengatakan apa?" tanya Mira.


" Sejak dulu aku mengenalmu hingga sekarang. Aku sudah memiliki perasaan aneh terhadapmu, namun aku tidak tahu apa perasaan ini. Hatiku berdebar saat bersama denganmu. Aku suka saat kamu ada didekat, bahkan aku juga suka mendengar suaramu yang selalu menggangguku. Dan kamulah alasan mengapa aku ingin berubah menjadi orang yang lebih baik. Menurutmu itu aneh, tidak sih?" ujar Raden.


Mira tersenyum, " Itu tidak aneh kok, Raden." ucapnya.


" Tapi kamu paham kan yang akan coba aku katakan padamu?"


" Iya, aku mengerti apa yang dimaksud oleh Raden. Aku juga merasakan hal sama dengan Raden." ujar Mira yang menimbulkan teriakan para penonton yang masih didalam ruangan itu.


" Jadi berarti kita memiliki perasaan yang sama. Kalau begitu maukah kamu menjadi pacarku?" tanya Raden sambil memberikan bunga yang dia bawa.


Mira tersenyum, " Iya, aku mau menjadi pacarmu." ujar Mira menimbulkan teriakan oleh para penonton yang melihat adegan romantis didepan mereka. Mira berlutut dipinggir panggung untuk mengambil bunga pemberian dari Raden.


" Menurutku, setelah ini harus ada adegan ciuman." bisik yoga kepada Ken.

__ADS_1


Dengan jailnya, Jay sengaja mendorong kepala Mira untuk lebih dekat dengan Raden. Raden mencari kesempatan itu, hingga akhirnya mereka berdua berciuman membuat para penonton berteriak kegirangan.


__ADS_2