Cinta Si Gigi Bungsu

Cinta Si Gigi Bungsu
Pernyataan cinta


__ADS_3

Setelah berkumpul dengan kedua kakaknya itu. Rara berbaring di kamar, sedari dia tidak bisa tidur. Diambilnya ponsel yang tergeletak di dekat bantal. Rara mencari nomor kontak yang akan dihubunginya.


" Kamu merindukanku, ya? sampai harus menelfon tengah malam begini." ujar seseorang yang ditelpon oleh Rara. Rara kesal mendengar ujarannya.


" Aku menelfon mu untuk mengatakan sampai ketemu besok. Karena ada yang ingin aku bicarakan padamu." Kata Rara.


" Emang mau bicara apa?"


" Kamu akan tahu besok."


Pagi hari diarea kampus begitu menyejukkan, pohon hijau disekitar halaman kampus begitu rindang. Bahkan terdengar kicauan burung di pagi hari. Rara sudah tiba di kampus, dia menuju fakulitas kedokteran untuk menemui seseorang. Rara berjalan masuk aula fakulitas kedokteran. Kebetulan orang yang ditemuinya ada di sana, dikarenakan fakultas kedokteran sedang membuat sebuah acara di aula fakulitas mereka. Orang itu meminta Rara untuk menemui diatas panggung, kebetulan orang itu sedang berdiri diatas panggung. Rara yang malu, mencoba untuk berani, dia tidak ingin terlihat cupu didepan orang banyak. Rara berdiri dihadapan orang ingin ditemuinya itu.


" Kali ini kita kedatangan penantang baru dari fakultas kedokteran gigi." Ujar MC acara.


" Siapa namamu?" tanya MC.


" Putri Rara Kharisma."


" Baiklah, kita lihat apakah Rara akan mengalahkan sang juara kita, Satria."


Jadi yang ingin Rara temui ialah Satria.


" Jadi peraturan game ini adalah dimana satu Peserta memilih nomor yang sudah terpampang di papan. Dibalik semua nomor ini terdapat satu kata. Maka buatlah kalimat untuk saling mengatakan satu sama lain menggunakan kata tersebut. Apakah kamu sudah siapa Rara?" tanya MC panggung.


Rara mengangguk tanda mengerti. MC bertanya Rara mau memilih nomor berapa, Rara menunjukkan no 5 dibalik nomor itu terdapat kata kamu. MC menunjukan Satria untuk memulai.


" Kamu Putri Rara Kharisma." kata Satria.


" Kamu Satria Akhdiyat."


" Kamu mahasiswi kedokteran gigi."


" Kamu mahasiswa tertampan di fakultas kedokteran."

__ADS_1


" Kamu pernah lupa membawa jas laboratorium."


" Kamu meminjamkan jas mu."


" Kamu gak punya banyak teman."


" Kamu punya banyak teman."


" Kita berteman."


" Itu gak benar."


" Itu benar. Aku ingin berteman denganmu karena kamu gak mengizinkan ku untuk lebih dari sekedar itu. Namun, seiring berjalannya waktu, aku gak ingin hanya menjadi temanmu saja. Aku ingin hubungan kita lebih dari teman." ujar Satria.


Gemuruh suara penonton berteriak, sang MC panggung menjadi bingung. Penonton berteriak singkatan nama mereka SaRa (Satria Rara) sambil bertepuk tangan. Bahkan MC yang berdiri ditengah mereka merasa tersipu melihat dua sejoli yang sedang beradu pandangan itu. Namun, dia harus profesional dalam pekerjaannya.


" Baiklah teman-teman semua. Karena Satria melanggar peraturan permainan, maka yang menjadi pemenang dalam permainan ini ialah Rara mahasiswi dari fakultas kedokteran gigi!" Kata MC.Suara gemuruh tepuk tangan dari penonton.


Rara merasa kesal dengan Satria, dia begitu malu karena perkataan Satria ditambah dengan suara penonton yang berteriak. Tanpa mengeluarkan sepatah katapun Rara pergi kebelakang panggung itu. Satria mengejar Rara, dan menarik tangan Rara untuk berhenti. Rara berdiri dihadapan satria sambil berkata, " Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu." Rara memberikan foto Bima kepadanya.


" Aku gak memerlukan foto ini lagi. Karena akan tetap berjuang untuk memenangkan hati Bima dan mendapatkannya. Terima kasih ya, karena udah menemani ku saat itu. Namun, kamu bukalah vaksin yang tepat untuk sakit yang sedang aku derita. Kamu justru seperti komplikasi yang akhirnya akan terjadi pada tubuhku." kata Rara.


Satria mengambil tangan Rara, untuk menyakinkan dia, Satria berkata," Aku ini bukanlah komplikasi. Aku merupakan vaksin yang tepat untuk rasa sakit mu."


Namun, Rara melepaskan tangan Satria yang memegang tangannya. Lalu berkata, " Kamu ini keras kepala, ya!"


" Aku gak akan berhenti untuk membuat kamu menyukaiku. Bukan hanya menyukai, aku akan membuat kamu mencintaiku. Lihat saja nanti."


Rara menelan savilanya setelah mendengar perkataan Satria. Ditatap wajah Satria yang begitu mengatakan hal itu.


Tiba-tiba terdengar suara gemuruh penonton, Rara kaget dia melihat-lihat kenapa bisa penonton berteriak padahal dia dan Satria berada di belakang. Ternyata layar lcd panggung itu, memperlihatkan Rara dan Satria yang berdiri. Rara begitu kesal dengan Satria, dia segera pergi dari situ meski Satria terus memanggil namanya.


Sasa yang merupakan penggemar dari couple Satria dan Rara begitu antusias melihat postingan di ponselnya. Dia segera memanggil Jeje sahabatnya itu melihat postingan tersebut. Mereka berdua begitu senang melihat postingan. Jeje memutuskan agar Sasa kembali membuka akun SaRa itu. Karena melihat postingan yang diunggah itu sudah mencapai ratusan orang penonton. Bagaimana tidak Satria merupakan cowok yang terkenal di fakultas, jadi siapapun yang berhubungan dengan Satria pasti akan terkenal.

__ADS_1


Sasa menolak ajakan Jeje, karena mereka sudah berjalan kepada Satria dan Rara untuk tidak membuka akun itu lagi. Namun, Jeje terus membujuk Sasa. Bagaimana pun juga mereka bisa mendapatkan keuntungan melalui itu. Sasa awalnya takut untuk mengingkari janjinya. Namun, Jeje terus memaksa dengan mengatakan semakin banyak pengikut maka semakin banyak pula keuntungan yang akan didapatkan. Akhirnya Sasa tidak bisa menolak lagi, dia mau segera membuka akun SaRa itu lagi. Jeje begitu senang karena Sasa mau membuka kembali akun itu.


Hari sudah malam, Rara yang sedari tadi duduk dimeja belajar, tidak tertarik dengan belajar. Buku yang sedari dibukanya dibiarkan begitu saja. Rara hanya terdiam, sedangkan tangannya menekan tombol lampu mati dan hidup. Kata-kata Satria tadi, terus terngiang-ngiang dipikirkannya. Rara mengumpat, karena sedari tadi dirinya tidak bisa berkonsentrasi saat belajar. Rara mengambil ponselnya dan mengecek ponselnya yang terdapat sebuah pesan dari Setia.


Setia: " Kamu begitu terkenal sekarang. Seseorang menyatakan cintamu secara langsung."


" Gak masuk akal."


Setia: " Kenapa kamu berfikir hal itu gak masuk akal? Menurutku, kamu pasti tahu kalau dia beneran suka kepadamu. Namun, kamu hanya pura-pura menolak dan mengabaikannya."


" Benarkah?"


Setia: " Jika kamu gak suka padanya, kenapa kamu gak tolak saja perkataannya tadi. Jangan-jangan, jauh dari lubuk hati kamu yang terdalam, kamu juga suka padanya."


" Benar juga, kenapa tadi aku gak menolaknya saja."


Setia: " Bagaimana kamu membuka sedikit hati mu untuknya? Kelihatannya dia bukan cowok yang jahat. Selain itu, dia juga pernah menyelamatkan nyawamu."


Rara mengingat kembali, momen saat Satria menyelamatkan dirinya saat terkena sengatan panas matahari.


"Itu benar." Balas Rara.


Setia: " Dia juga tampan. Dan dia merupakan cowok populer di fakultas kedokteran."


" Kalau soal itu memang gak terbantahkan lagi."


Setia: " Kamu sudah menyukainya, kan?"


Mendengar pertanyaan itu, membuat Rara tersadar jika sedari tadi pesan isi setia terlihat sedang mendukung Satria.


" Eh! Kenapa kamu jadi begitu mendukungnya? Jika dia sehebat perkataan mu tadi, kenapa gak kamu saja yang berpacaran dengannya?"


Setia: "Aku justru mendukungmu, aku ingin kamu bersama dengan seseorang yang hebat."

__ADS_1


" Kamu berbicara seperti itu seolah kamu sudah mengenalnya. Sudah dulu, aku mau kembali belajar."


__ADS_2