CINTA SUCI MENTARI

CINTA SUCI MENTARI
SALAH KIRIM


__ADS_3

Tari senyum-senyum sendiri saat melihat pantulan dirinya dicermin, di lehernya melingkar kalung yang dibelikan oleh Lukas untuknya tadi siang, kalung dengan liontin hati itu begitu sangat cantik membingkai lehernya yang jenjang.


"Cantik sekali." pujinya memegang liontin kalung tersebut.


"Ini harganya sangat mahal, kenapa pak Lukas membelikannya untukku ya." gumamnya heran, "Ahh, hal itu tidak perlu aku fikirin, toh aku tidak minta untuk dibelikan."


Tari mengambil ponselnya dan memfoto bagian lehernya yang dilingkari oleh kalung itu, dia kemudian mengirimnya ke Laura.


Gambar yang dikirim itu disertai dengan caption.


Cantik ya


"Laura pasti heboh saat melihatnya." gumamnya sembari masih betah melihat dirinya dipantulan cermin mengagumi cantiknya kalung tersebut.


Gak lama, terdengar suara notifikasi pesan masuk ke ponselnya, Tari yakin itu merupakan balasan dari Laura, dia meraih ponselnya dan ingin mengetahui apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu, tapi ternyata itu pesan dari Lukas bukan dari Laura.


"Pak Lukas, ada perlu apa ya dia ngechat aku." bingungnya.


Tari memang sering berkirim chat dengan Lukas, tapi semua chat yang mereka lakukan murni masalah pekerjaan.


Tari membuka chat yang dikirim oleh Lukas yang berbunyi.


Lukas : Cantik banget, apalagi kamu yang make kalung itu.


"Apaaa, tidakkkkk." jerit Tari saking malunya, ternyata eh ternyata, dia salah kirim, niatnya dikirim ke Laura eh malah terkirimnya ke Lukas, sumpah malu bangetkan dia.


"Aduhh, aku harus gimana ini, sumpah aku malu banget, kok bisa sieh aku salah kirim begini, apa yang pak Lukas fikirkan tentang aku." Tari merutuk kebodohannya sendiri.


"Aduhh, sumpah rasanya aku tidak punya muka saat nanti bertemu dengan pak Lukas."


Tari kemudian menarikan jemarinya untuk mengonfirmasi tentang kesalah kiriman tersebut.


Tari : Maafkan saya pak Lukas, tadi itu salah kirim, hehe


Balasan Lukas datang begitu cepat.


Lukas : Ohh, salah kirim ya, kecewa aku, padahal aku fikir kamu memang sengaja mengirimnya untuk menunjukkan betapa indahnya kalung itu dileher jenjangmu


Tari : Mmmm, sekali lagi maafkan saya ya pak kalau pesan gambar itu mengganggu pak Lukas, saya harap pak Lukas tidak marah.


Lukas : Santai saja Tari, masak begitu saja saya marah


Tari fikir udah, setelah mengklarifikasi dan Lukas tidak marah atau bagaimana, ehh tahunya Lukas kembali mengirim pesan.


Lukas : Besok pakai ya ke kantor, aku ingin melihatnya secara langsung


"Ehhh, apa dia bilang, pak Lukas bilang ingin melihatku mengenakan kalung pemberiannya." gumam Tari saat membaca pesan tersebut.


Tari : Iya pak


Lukas : Sudah malam lho ini, kenapa kamu belum tidur, besokkan kerja


Lukas kembali mengiriminya pesan.


"Ini beneran pak Lukas gak sieh yang ngechat aku, tumben banget nanya-nanya hal tidak penting begini, biasanya dia selalu mengechatku masalah pekerjaan." heran Tari mengerutkan kening.

__ADS_1


Karna tidak enak mengabaikan chat tersebut karna Lukas adalah bossnya, Tari membalas.


Tari : Hehe, iya pak, belum ngantuk saya, tapi bapak tenang saja, saya tidak akan terlambat lho datang ke kantor besok


Lukas : Iya saya tahu, tapi kurang tidur itu tidak bagus lho untuk kulit


Tari : Wahh, kok bapak tahu sieh masalah begituan


Lukas : Arin yang ngasih tahu, diakan calon dokter


Tari : ohhh


Tari : Mbak Arin cantik lho pak


Lukas : Apa maksudmu bilang begitu


Tari : Ya maksud saya, masak bapak tidak tertarik gitu sama mbak Arin


Ehh, berawal dari salah kirim, tahunya mereka jadi intens berkirim pesan, dan mereka yang selalu berkirim pesan masalah pekerjaan kini malah saling berkirim pesan layaknya seorang teman.


Lukas : Cantik tidak menjadi jaminan membuat laki-laki tertarik Tari


Tari : Masak, setahu saya nieh pak, banyak laki-laki itu tertarik sama perempuan karna paras dan rupa


Lukas : Banyak, tapi tidak semuakan, dan saya tidak termasuk dari laki-laki yang suka karna tampang dan paras


Tari : Hmmm


Lukas : Tari


Tari : Iya pak


Tari : Mana bisa begitu pak Lukas, bapak adalah atasan saya


Lukas : Iya saat dikantor, diluar kantor beginikan bukan


Tari : Tapi tetap saja pak Lukas saya merasa tidak enak


Lukas : Papaku saja tidak kamu panggil pak


Tari : Itu karna papanya pak Lukas yang maksa untuk dipanggil om


Lukas : Saya juga maksa lho Tar, mulai sekarang, diluar kantor atau lagi chat seperti ini panggil saja Lukas, mengerti


Tari : Duhh, kok rasanya gak enak gitu ya pak


Lukas : Saya tidak mau tahu ya Tari, diluar kantor diluar konteks pekerjaan panggil saya Lukas tanpa embel-embel pak


Tari : Haduhh, bapak ini pemaksa ya ternyata


Lukas : Habisnya kamu ngeyel sieh, makanya kudu dipaksa dulu agar nurut


Tari : Baiklah, mulai saat ini saya akan memanggil pak Lukas dengan panggilan nama saja diluar kantor


Lukas : Nahh, begitukan lebih baik

__ADS_1


Lukas : Tari, kamu sebaiknya tidur gieh, saya gak mau sekertaris saya besok mengantuk dan tidak fokus saat mengikuti rapat


Tari : Ada kopi lho pak yang selalu bikin meleng, hehe


Lukas : Astaga Tari, saya tidak pernah menyangkan lho kalau kamu ternyata sekertaris pembangkang juga


Tari : Hehe dikit dikit pak


Lukas : Dasar kamu itu ya


Tari : Pak Lukas sendiri kenapa belum tidur, besokkan pak Lukas akan memimpin rapat lho, gak lucukan kalau pemimpin rapat sendiri ngantuk disaat rapat


Lukas : Astaga, saya tidak pernah menyangka ternyata kamu menggunakan kata-kata saya untuk menyerang saya balik


Tari : Hehe, jangan marah donk Lukas


Kok Tari agak gimana gitu rasanya saat memanggil Lukas dengan panggilan Lukas saja, meskipun itu hanya melalui chat saja.


Tari : Duhhh, kok gak enak ya rasanya


Lukas : Gak enak apanya


Tari : Gak enak rasanya cuma manggil nama doank


Lukas : Biasain donk Tari, lama-lamakan nanti akan terbiasa


Tari : Iya


Tari : Pak Lukas


Lukas : Lukas Tari


Tari : Maaf, kebiasaan


Tari : Lukas, gak apa-apakan kalau saya tinggal duluan, rasanya saya sudah ngantuk


Lukas : Baiklah, tidur yang nyenyak Tari, mimpi indah


Tari : Terimakasih Lukas, kamu juga


Lukas : Iya


Sekertaris dan atasan itu mengakhiri chat mereka, berawal dari salah kirim yang menyebabkan mereka berbalas chat untuk waktu yang cukup lama.


****


Lukas tersenyum, dia kok rasanya enggan gitu mengakhiri chat bersama dengan Tari meskipun sejak tadi dia mengingatkan Tari untuk istirahat.


"Apa yang terjadi denganku, kenapa aku jadi ingat sama Tari begini dan tidak sabar menunggu waktu esok untuk bertemu."


Tiba-tiba saja bayangan Tari menari-nari difikirannya, wajah Tari, senyum Tari, suara Tari, intinya semua hal tentang Tari memenuhi fikirannya, "Astagaa, apa yang terjadi sieh denganku." desisnya kesal dengan dirinya sendiri, "Gak bisa ini, aku tidak boleh memikirkan Tari."


Oleh karna tidak ingin bayangan Tari menguasai fikirannya, Lukas berjalan ke arah tempat tidur dan membaringkan tubuhnya ditempat tidur empuknya, Lukas berusaha memejamkan matanya untuk menghilangkan bayangan akan Tari, sayangnya, ternyata bayanyan Tari tidak mudah untuk diusir dari fikirannya, hal itu membuat Lukas mendesah frustasi dan mengacak-ngacak rambutnya.


"Oke Lukas tenang, hilangkan bayangan Tari dari fikiranmu, dan sekarang tidurlah." ujarnya pada diri sendiri.

__ADS_1


Dan setengah jam kemudian setelah berusaha menghilangkan bayangan tentang Tari, akhirnya dia terbang juga ke alam mimpi.


*****


__ADS_2