Cinta Untuk Perawat Cantik

Cinta Untuk Perawat Cantik
Cerita Masa Lalu


__ADS_3

Selamat membaca 📖📖😍


Raya menghela nafas panjang. Ia menyandarkan punggungnya, mencari posisi nyaman dalam duduknya.


"Semua sudah takdir Allah dok, saya harus bisa menerima.. mau tidak mau, suka tidak suka ".


Itu kalimat pembukaan, sebelum ia kembali pada kenangan masa lalu.


Mualilah ia bercerita....


Raya pov


Aku baru duduk di bangku sekolah menengah pertama, saat aku mengenal 'cinta'.


Suka pada makhluk lawan jenis, senang waktu diperhatikan, senyum-senyum sendiri saat ingat kebersamaan.


Tapi sialnya, saat aku mulai menikmati rasa yang baru itu, aku juga harus merasakan rasa yang lain secara bersamaan.


Aku jatuh cinta dan patah hati pada orang yang sama, dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.


Padahal saat itu aku merasa yang paling bahagia. Berlebihan memang, tapi yaaa.. namanya juga lagi jatuh cinta.


Apa-apa tentang dia dan aku. Mengukir namanya dan namaku di semua media yang ada. Semua yang dirasakan atas nama love love dan loooveeee...


Tapi..


Baru satu bulan menjalin kisah cinta, alias jadian, ee... dah ditinggal gitu aja.


Penyebabnya sepele, ada murid baru. Seorang cewek yaaangg...... ach aku sadar diri lah, dia memang lebih cantik, dilihat dari sudut mana pun. Aku kan belom pandai merawat diri. Cantikku masih alami, belom tersentuh bedak merk apapun.


Mungkin itu yang namanya cinta monyet. Entah aku yang terlalu polos, ato dianya aja yang udah punya bibit playboy. Astaghfirulloh... jadi nething kan. Biasa lah, namanya juga lagi sakit hati. Ya sudah lah.


Tapi aku tetep sediiiiiiiihhhh....


Kata orang "ditinggal pas lagi sayang-sayangnya".


Ouww... ciat ciat ciaattt...gubrak !!!


Gimana ya...


Ibarat nanam bunga, baru juga kuncup belum mekar, dah dihap sama kambing tetangga. Ditarik , habis seee akar-akarnya. Hilang, meninggalkan tanah yang berserakan.


Emang minta dipotong tuh kambing.


Dasar kambiiiiiiing !!! untung bukan anjing.


(emang kalo anjing knapa ?? pikir ndiri yaaa 😁) dah lah, ikhlasin.


Memang, Allah tidak suka yang berlebih-lebihan. Tidak boleh senang dan sedih dengan berlebihan. Jadi pelajaran juga buatku.


Satu tahun berlalu....


Kembali aku merasakan hal yang sama, yaitu jatuh cinta. Kali ini aku mencintai dalam diam, bahkan sahabatku sendiri tidak tau perasaanku ini.


Dia yang kusuka adalah anak SMA.

__ADS_1


Sekolahku berada di antara sekolah-sekolah yang laen. Ada SD, SMP, dan SMA.


Hingga hampir lulus SMP aku masih menyimpan rasa itu rapat-rapat.


Dan akhirnya hari kelulusan pun tiba. Setelah pengumuman kelulusan, dia mengucapkan selamat dan nembak aku.


Aaaaaaa....demi apa, ternyata rasa ini tak sendiri. Dia juga punya rasa yang sama.


Aku kembali terlena dengan banyaknya bunga bermekaran di hati ku. Mmm.. harum, berwarna-warni.


Akhirnya kita jadian.


Aku pun bersekolah di SMA yang sama dengannya.


Namun, lagi.... cerita ini harus berakhir. Tapi kali ini bukan karna dikhianati ato sejenisnya. Dia harus pindah sekolah, karena mengikuti orang tuanya yang pindah tugas.


Hubungan yang berjalan hampir 1 tahun dan sempat LDRan, harus berakhir juga. Berakhirnya sih baek-baek, tapi sedihnya tetep ada.


Aku SMP dan SMA hanya menempuh waktu 4 tahun, 2 tahun di SMP, dan 2 tahun di SMA. Ikut program akselerasi.


Sebelum aku lulus, setelah ujian. Aku diajak ke rumah sahabatku. Seorang cowok, namanya Ardi. Dia sahabat dari SMP.


Di sana aku diajak makan siang bareng keluarganya. Sebuah keluarga yang hangat dan menyenangkan.


Dan tidak aku duga, saat aku duduk sendiri di gazebo taman belakang rumahnya, kakak Ardi mendekatiku. Basa-basi bentar, dan setelah itu... "dek, mau gak jadi istrinya mas ??"


Heh !!! aku hampir terjungkal, untung belakangku ada sandaran dari bambu. Gak jadi jatuh aku.


Aku tatap mas Akbar, kakak Ardi, tanpa kedip dan mulut melongo.


Oooo...ternyata ajakan Ardi untuk maen ke rumahnya memang sudah direncanakan dengan sedemikian rupa.


Singkat cerita, aku terima lamaran mas Akbar. Rencana 1 tahun kemudian kami akan menikah. Jujur aku memang belum jatuh cinta padanya, tapi aku akan berusaha.


Waktu berjalan, dengan perhatian yang mas Akbar berikan selama berstatus pacaran, aku pun luluh. Padahal kita jarang ketemu, karna dia kerja dan sering bolak-balek Jogja-Surabaya. Aku sudah jatuh cinta, bener-bener cinta.


Tapi... lagi dan lagi... tidak boleh kita terlalu berlebihan, berlebihan mencintai seseorang yang belum tentu jodoh kita. Aku hanya manusia yang mudah terlena, apalagi dengan sebuah kebahagiaan.


Kurang dari 1 minggu, yang seharusnya aku akan berubah status.


Mas Akbar pergi ke Surabaya, menyelesaikan pekerjaannya sebelum ditinggal karna akan libur panjang. Perjalanan pulang dari Surabaya, ia mengalami kecelakaan. Sempat dibawa ke rumah sakit selama 2 hari. Tapi Allah lebih sayang kepadanya.


Dia pergi membawa harapan dan kebahagiaan kami. Untuk kesekian kali aku harus kehilangan orang yang aku cintai.


Lanjut cerita...


Beberapa bulan setelah kejadian itu, aku kembali berhadapan dengan seseorang yang mengungkapkan perasaannya. Tapi aku menolaknya dengan halus.


Aku sudah memutuskan untuk tidak lagi berhubungan dengan yang namanya 'cinta'. Aku ingin menenangkan hatiku, tidak ingin merasa bahagia sesaat dan kehilangan lagi.


Terlalu sakit rasanya.


Sepertinya aku tidak akan sanggup jika itu terulang lagi.


Jadi aku ingin menutup diriku. Menjauh dari laki-laki. Jangan sampai aku jatuh cinta lagi. Paling tidak untuk sementara waktu, walaupun tidak tau sampai kapan.

__ADS_1


Karena pada dasarnya aku orang yang mudah luluh. Dengan perhatian yang lebih saja aku akan dengan mudah menyukai orang tersebut. Baper banget sih aku.


Saat itu aku menjadi mahasiswi keperawatan di sebuah perguruan tinggi negeri.


Dan orang yang menyatakan perasaannya padaku adalah dosen ku sendiri, dr. Johan.


Sebenarnya aku sudah tau sebelum dia mengungkapkannya, karna perhatiannya padaku berbeda. Tidak terlihat mencolok sih, tapi aku yang merasakannya beda.


Jujur aku hampir luluh juga, seorang dosen suka sama aku, waoww. Tapi tekadku sudah bulat. Aku harus bisa menjadi orang yang kuat. Kuat agar tidak jatuh cinta lagi.


(cerita Raya dan dr. Johan udah ada di part sebelumnya, masih ingat kan 📖👍).


Author pov


Untuk cerita dr. Johan, Raya menceritakan semuanya pada dr. Sinta, tapi tanpa menyebutkan namanya. Untung dr. Sinta gak kepo.


"Sebenernya setelah kejadian mas Akbar, aku menutup diri dok. Gak mau lagi kenal lebih dengan laki-laki", Raya menghela nafas..


"Tapi setelah aku pindah ke Surabaya, aku mencoba melupakan itu semua. Yaa.. mumpung berada jauh dari kota yang banyak cerita sedihnya ". Lanjutnya.


"Mencoba membuka hati ??", Raya mengangguk.


"Apa itu juga, alasan kamu untuk gak pacaran ?".


"Ungkin dok. Aku gak mau lagi pacaran. Kalo memang serius dengan ku, ya langsung aja ketemu orang tuaku. Dan kalo orang tuaku merestui, aku akan terima lamarannya ".


"Siapa pun dia...??".


"Ya, siapa pun dia ".


"Kamu yakiinn ??", tanya dr. Sinta masih tak percaya.


"InsyaAllah ", jawab Raya tegas.


Yang mendengar hanya mengangguk-anggukkan kepalanya, dr. Sinta dapat mengerti alasan Raya.


"Trus.. apa kabar dengan dosen kamu itu ?",


"Sapa namanya ? dia dokter kah ? kan banyak juga dokter yang ngajar di keperawatan gitu, sekarang dah nikah ?".


^^^^


Naaahhh mau dijawab apa ya sama Raya, apa mau disebut itu nama dosennya... tunggu kelanjutannya ya...


makasih yang udah like dan koment,


kalo mau vote boleh banget lho...


semoga suka ceritanya yaa


maaf kalo masih banyak typo...


sekali lagi makasih udah mau baca tulisan author yang masih minim ini...


salam hangat Qidi 😍💞💞💞

__ADS_1


__ADS_2