
assalamu'alaikum
selamat membaca 📖📚
🍁🍁🍁🍁🍁
Di rumah Melisa..
Tamu yang ada di rumah Melisa, sudah pada pulang. Hanya tinggal keluarga Rayhan dan Aldo. Penghulu pun sudah pamit
Rayhan menyempatkan menemui Melisa dan Aldo. Ia meminta maaf pada kedua nya.
Setelah dirasa tak ada lagi kepentingan di sana, ia pamit beserta rombongan. Begitupun Raya.
Mamah Reni sempat meminta maaf pada Raya. Sebagai seorang perempuan, beliau sedikit banyak tahu bagaimana perasaan Raya.
Ego yang dipupuk akan menjadi bumerang untuk diri sendiri.
Cinta yang teramat sangat, justru akan berubah menjadi obsesi yang membutakan mata, hati juga pikiran.
Benar kata orang, apapun jangan berlebihan.
Cinta jangan berlebihan, begitupun benci.
Papah dan mamah Melisa berbincang dengan keluarga Aldo.
Mereka saling menerima dan meminta maaf.
Sementara itu..
Raya diajak ke rumah Rayhan terlebih dahulu, sebelum diantar pulang.
"Kalian ngobrol dulu ya, mamah mo ganti baju ".
Pamit mamah, yang sebenarnya memberi ruang untuk anak dan calon mantunya itu.
"Ray, mas minta maaf ya. Sudah buat kamu banyak menangis akhir-akhir ini ".
Rayhan membuka obrolan, setelah beberapa menit saling diam.
"Iya mas, aku juga minta maaf ".
"Kenapa kamu ikut minta maaf ?", tanya Rayhan heran.
"Maaf karna gak bisa nahan air mata ini ".
Mata Raya sudah mulai basah.
"Sudah.. sudah, jangan menangis lagi. Hari ini aku gak mau melihat kamu menangis "
"Kalo besuk ?".
Tanya Raya sedikit bercanda.
"Ya jangan dong dik.. ",
Tangan Rayhan menggantung di dekat wajah Raya. Reflek ingin mencubit pipi Raya karena gemas.
Kedua nya jadi canggung. Muka Raya bersemu merah.
"Jangan lagi menangis ya !?".
Pinta Rayhan. Ia pandang wajah sang kekasih dengan tatapan sayang.
"Makanya jangan ada yang lain ".
Ucap Raya lirih. Namun dengan pendengaran Rayhan yang tajam, ia mampu menangkap ucapan Raya. Dan malah terdengar manja di telinga Rayhan.
"Gak, cuma sama kamu dik ".
Raya malah kaget dengan kata-kata Rayhan barusan. Tidak menyangka gumamannya didengar calon suaminya itu.
Raya menunduk menyembunyikan wajahnya yang terasa semakin hangat.
*uwuuuuu.. coba aku yang digombalin,, langsung ae ditubruk dan tak cakar-cakar mukanya.. ihhh gemes, jadi salah mengekspresikan kebahagiaan kan.. tapi sayang gak ada yang gombalin aku.. wkwkwkkk
"Kakak ipar sakit ya ?".
__ADS_1
Tanya caca, yang datang bersama Raka dan Bima.
"Enggak ca.. kenapa ?".
Jawab Raya.
"Itu wajahnya merah "
Kata caca dengan polosnya.
Pertanyaan caca, berhasil mebuat ketiga cowok ganteng di sana seakan berlomba untuk menyentuh kening Raya. Maksudnya sih memeriksa suhu badan.
Tapi..
"Ehm.. ",
Deheman suara papah menghentikan gerak tangan mereka.
Mamah tertawa melihat aksi ketiga putranya.
"Sayang, makasih ya udah mau sabar dengan ini smua ".
Mamah Mia duduk kemudian menggenggam kedua tangan Raya.
Papah yang berhasil mengusir Rayhan dari duduknya, ikut menepuk-nepuk pundak Raya.
"Kamu wanita hebat dan baik. Tetap lah jadi seperti itu. Kamu kuat ".
Puji papah, yang sebenarnya sedang memberi semangat pada calon menantunya.
Para pria yang kecewa karena aksi nya digagalkan ketua RT. Hanya bisa merasa kasihan dengan tangannya masing-masing.
Bima memutar-mutar dan memandang tangannya sendiri.
Raka menyentuh dan mengusap-usap pipinya.
Sedangkan Rayhan menggaruk tengkuknya yang pastinya tidak gatal.
Caca terkikik melihat abang-abang nya yang ternyata tidak keren sama sekali, wkwkwkkk.
"Ternyata seperti ini ya, tampan tapi gak keren . Huuhh.. gak menarik blass ".
Raya sangat terharu dengan semua itu.
Ia merasa sedang bersama keluarga sendiri.
Merasa disayang. Merasa diterima dalam keluarga itu.
Kini obrolan mereka berganti dengan rencana pernikahan Raya dan Rayhan, yang sempat teralihkan dengan masalah Melisa.
.....
Bagas..
Bagas kini berada di kafe milik Rayhan.
Dari tadi terdiam, entah apa yang ada di pikirannya. Kasihan, hanya seorang diri.
Sesekali ia menghisap rokok yang terselip dijari tangan kirinya. Atau meminum jus yang ada di atas meja. Sambil meng'scroll layar Hp yang berada di hadapannya.
Layar HP nya terlihat naik turun. Bagas seperti sedang mencari-cari sesuatu.
"Biar terlihat sibuk ato gimana sih ?".
Ucap seseorang yang suaranya terdengar tak asing di telinganya.
"Woii.. siapa nii ??"
Tanya Bagas. Ia terkejut saat melihat seseorang bersedekap dan seolah-olah tidak melihatnya.
Bagas bangkit dari duduknya. Mereka berpelukan dan bersalaman ala anak gaul.
"Gimana kabarnya. Kapan datang, sama siapa, kenapa gak kasih tau ?"
Tanya Bagas beruntun.
"Hmm.. saksi ato tersangka skalipun akan disuruh duduk dulu, baru diintrogasi ".
__ADS_1
Sindir orang tersebut.
Bagas malah tertawa ngakak. Nampak kebahagiaan di wajahnya, dengan kedatangan orang tersebut.
"Duduk sayang, mo minum apa ?"
Bagas berlagak manis, ia tak berhenti tersenyum.
Namun.. yang dipersilahkan malah melirik tajam ke arah Bagas.
Hal itu justru membuat tawa Bagas semakin keras.
Dan itu mengundang perhatian banyak pasang mata.
"Hehh ! Jijay denger kamu manggil 'sayang' gtu ".
Jawab nya, yang langsung meminum segelas jus yang ada di atas meja, hingga tak bersisa.
.....
Hari ini Raya tengah bersiap-siap. Besuk ia sudah harus berangkat ke Jogja. Karena lusa, pernikahan nya dengan Rayhan akan silangsungkan.
"Semoga semua diberi kemudahan dan kelancaran, aamiin".
Gumam Raya disela mempersiapkan tas dan barang-barang yang akan ia bawa.
"Aamiin ". Sahut Dita yang baru saja pulang dari kerjanya.
Rayhan tidak bisa mengantar kekasihnya sampai ke jogja. Atau, lebih tepatnya.. tidak boleh.
Ia hanya mengantar ke stasiun.
Bersabar untuk dua hari kedepan.
Rayhan menemani hingga Raya berangkat.
Seperti biasa, Raya naik kereta menuju kota kelahirannya.
Di dalam kereta, ia duduk bersebelahan dengan seorang lelaki paruh baya.
Tapi orang tersebut pindah tempat duduk setelah berbincang sebentar dengan seseorang.
Dan.. kini Raya bersebelahan dengan seorang laki-laki yang lebih muda. Seperti pernah mengalami hal ini, dulu.
Alangkah terkejutnya Raya, saat ia melihat seseorang yang ada di sampingnya adalah orang yang tidak ingin ia temui. Apalagi untuk saat sekarang.
Orang tersebut tersenyum kepada Raya. Namun hanya dibalas senyum sesaat.
Raya bingung, mau dicuekin tapi nggak enak.
Kalo ngobrol, ia sedang tidak ingin berbincang dengannya.
Ditinggal tidur, kok nggak sopan banget.
Aha.... ada ide ni si Raya.
Ia chat Dita, minta sahabatnya itu unt telpun dia. Berhasil....
Drett.. drett..
Raya : "Halo, assalamu'alaikum "
📲 Dita : "... "
bla.. bla..bla..
Telpun berlanjut hingga kurang lebih satu jam. Orang di sebelah tertidur.
Akhirnya Raya pun juga tidur, sampai di kota asal Raya.
🍁🍁🍁🍁🍁
sedikit dulu yaa
maaf kalo banyak typo
tetep semangatin aku ya, beri vote gift like dan koment nya
__ADS_1
makasih buat smuanya
salam hangat Qidi 😍