
Assalamu'alaikum
Selamat membaca 📖📚
🍁🍁🍁🍁🍁
Bima yang baru muncul di ruang tamu, langsung mendekat dengan cepat ke arah adik-adiknya.
"Ray.. ", panggil Bima, saat melihat Rayhan duduk dengan kepala bersandar pada sandaran sofa. Mata terpejam dan tangan memijit-mijit keningnya.
Yang dipanggil hanya menoleh sebentar dengan sorot mata yang menandakan kepasrahan.
Bima mengacak-acak pelan rambut Rayhan, sebelum duduk diantara Rayhan dan Raka.
Semua diam. Ruang tamu itu hening. Penghuni di sana larut dalam pikiran masing-masing.
"Ray, kamu istirahat ya !? ",
"Gas.. kamu juga sana, istirahat !". Perintah mamah Mia pada Rayhan dan Bagas.
Bagas dan sahabat-sahabat Rayhan sudah terbiasa menginap di rumah itu. Sehingga sudah tersedia kamar untuk mareka beristirahat.
"Iya mah ", jawab Bagas, yang langsung berdiri.
Rayhan hanya mengangguk dan beranjak dari duduknya. Sebelumnya, ia menepuk paha Bima, kemudian pergi menuju kamarnya.
Mereka yang tertinggal di ruangan itu masih diam.
"Pah, gimana ini ? Kasian Raya, kalo Rayhan tetep menikahi Melisa ".
Mata mamah Mia sudah berkaca-kaca demi mengingat bagaimana perasaan calon menantunya.
Papah Husni memeluk tubuh istrinya, menenangkannya. Beliau juga tidak bisa berfikir dengan jernih. Belum menemukan jalan keluar yang baik untuk Rayhan, saat ini.
"Raka, sebenarnya apa yang abang mu rencanakan ?".
Papah dan mamah Ray memang belum tahu apa yang sedang anak-anak mereka rencanakan.
Belum sempat Raka menjawab pertanyaan papah nya. Bagas datang dan bergabung kembali di sana.
"Mah.. pah, boleh Bagas bicara ?", Bagas berjalan mendekat kemudian duduk di sebelah mamah Mia, namun berbeda sofa.
Perhatian mereka semua tertuju pada sumber suara.
"iya nak, ada apa ?"
"Bagaimana kalo Bagas yang gantiin posisi Rayhan ?".
"Apa maksud kamu, Gas ??".
"Apa maksudnya ?".
Tanya kedua orang tua itu hampir bersamaan.
"Bagas yang akan nikahin Melisa ".
Pernyataan Bagas terdengar tegas dan meyakinkan. Padahal dalam hati masih ragu dengan ucapannya sendiri.
"Kamu serius ?, kamu udah yakin dengan ucapan kamu, Gas ??".
Mamah Mia, melihat gerak-gerik yang menunjukkan keterpaksaan pada diri Bagas.
"Apa alasannya ?".
Papah Husni bertanya dengan wajah serius.
Bagas menunduk sejenak. Ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.
"Bagas ingin lihat Ray dan Raya bahagia pah ".
"Mereka berdua sudah mengalami kekecawaan dalam cinta. Terutama Raya. Dan juga.. karna Bagas mencintai Melisa ".
Bagas akhirnya terus terang mengungkapkan perasaannya.
Mereka berempat kaget. Sangat kaget, terutama Raka. Karena Bagas bukan tipe orang yang mudah mencintai, apalagi dengan Melisa yang mempunyai sifat manja. Tapi, yach.. namanya cinta tidak bisa ditentukan untuk siapa.
Rahasia dari penguasa hati.
Papah dan mamah saling pandang.
__ADS_1
"Kamu sudah bicara pada Ray ?".
Tanya Bima.
Bagas mengangguk.
"Tapi sepertinya dia sedang kacau. Kecerdasannya ilang sesaat, saat aku bilang ini ke dia ".
Bagas tersenyum kecut saat mengingat kejadian di mobil tadi.
"Dia menghajar kamu?",
Bima sepertinya paham betul dengan sifat Rayhan. Dan bisa menebak kemungkinan yang dilakukan adik nya.
"Hampir ".
Keduanya malah tertawa kecil, bersamaan.
"Maksud abang, kalian hampir berkelahi??".
Raka kembali dibuat kaget.
"Ray mengira, aku akan menikahi Raya. Makanya dia langsung emosi ".
Kembali tawanya terdengar.
Kedua orang tua yang ada di sana hanya tersenyum dan bernafas lega.
Mereka tau bagaimana sifat Rayhan. Ia tidak suka ada yang sembarangan menyentuh miliknya. Apalagi ini seseorang yang sudah berhasil menaklukkan hatinya.
Tanpa harus mengakui dengan kata-kata, tapi sikap yang ditunjukkan sudah memperlihatkan rasa cintanya. Dan ia sedang diuji dengan itu semua.
.....
Ting..
Bunyi notif pesan masuk di HP Raya.
📩 Rayhan : "Maaf kalo buat kamu menangis. Aku sayang kamu Ray ".
Hanya satu pesan. Dan Raya pun hanya membacanya, bingung mau membalas bagaimana.
.....
Melisa terkejut, benar-benar terkejut saat menandatangani buku nikah. Dia pandang foto yang tertempel di sana. Kemudian dia beralih ke seseorang yang berada di sebelah kanan dan kirinya.
Duarrrrr....
Bagai tersambar petir rasanya.. (padahal gak tau rasanya 😄).. Melisa hampir terjatuh. Badannya terasa lemas. Akhirnya dia dibantu untuk bersandar.
"Maaf, ini yang bisa abang lakukan untuk mu ".
Kata-kata terucap dengan lembut dari mulut Rayhan, seraya mengusap kepala Melisa.
Mamah Reni mendekat dan mengusap kedua lengan Melisa, sekedar menguatkan hati sang anak.
Dengan mata yang berkaca-kaca. Melisa melanjutkan prosesi pernikahan yang lain.
Saat akan berjabat tangan dan mencium tangan seseorang yang kini sudah berstatus sebagai suami, Melisa tak kuat menahan tubuhnya. Seketika itu dia pingsan.
Seseorang menarik tubuh Melisa, sehingga jatuh dalam pelukannya.
"Bawa ke kamarnya ". Perintah papah Leo.
Raya yang melihat itu semua, tak dapat menahan air matanya.
Bima yang berada tepat di belakang Raya, mengusap bahu nya perlahan dan membisikkan sesuatu.
"Jangan menangis ".
Raya menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan, sambil beristighfar dalam hati. Menenangkan pikiran dan emosinya.
Flash back on..
Bagas duduk santai di teras belakang rumah Rayhan. Disusul Raka yang mendekat dan duduk di sebelahnya.
"Abang yakin ?"
Tanya Raka pada seseorang di sampingnya yang tengah melamun.
__ADS_1
Bagas menggeleng pelan. Mengusap wajahnya, beristighfar lalu memejamkan matanya.
"Aku sayang dan mungkin cinta padanya. Tapi jujur aku kecewa dengan tindakannya ".
Hening sejenak.
"Aku ingin melamar saat ulang tahunnya minggu depan. Tapi.... ".
"Aku ingin menikahinya. Tapi.. aku bukan laki-laki dengan hati emas. Apa aku bisa melupakan perbuatannya dan menerima bayi yang dia kandung.. ".
Kalimatnya menggantung, ucapannya tidak diselesaikan.
Bagas bingung harus bagaimana.
Raka hanya diam menyimak. Mendengarkan curahan hati Bagas yang sedang galau.
Rupanya Rayhan mendengar itu semua. Dia yang akan ikut gabung di sana, berhenti saat mendengar Bagas curhat.
"Jika ragu jangan dilanjutkan ".
Ucapan Rayhan membuat dua orang di sana kaget.
"Kayak lo gak ragu aja ", seloroh Bagas.
Mereka bertiga tertawa lirih.
Kemudian suasana serius kembali.
Eee.. galau juga masih bs becanda yaa.. he he he..
"Lo yakin Gas ?".
"Ck.. pertanyaan lo sama kayak adek lo. Jawabannya tanya gih sama Raka ". Kesal Bagas, karena mendapat pertanyaan yang sama.
Bagas pergi, pamit mau pulang.
Berganti Bima yang menemani kedua adik nya.
Beberapa waktu berlalu, Rayhan mendapat panggilan di HP nya.
📲 "Aku bersedia ".
"Ok, persiapkan dirimu untuk acara besuk ".
Jawab Rayhan.
Rayhan kemudian beranjak dan meninggalkan teras.
Panggilan itu dari Aldo. Ia bersedia menerima tawaran dan rencana Rayhan.
Rayhan ke kamar, buru-buru mengambil jaket dan mengajak Raka pergi.
Ternyata ke rumah Melisa. Membicarakan pernikahan esuk hari.
Sebelumnya Rayhan sudah menceritakan kejadiannya kepada om Leo, papah Melisa, dan meminta merahasiakannya terlebih dahulu.
Siapa sangka, ternyata Bima ikut andil dalam keberhasilan rencana Rayhan. Ia mencoba membujuk, bernegosiasi, bahkan sedikit mengancam Aldo.
Akhirnya Aldo menyetujui rencana Rayhan, menikahi Melisa. Demi darah dagingnya.
Flash back off
Setelah usaha yang dilakukun pada Melisa. Akhirnya tidak lama Melisa sadar dari pingsannya.
"Maaf ".
Satu kata yang keluar dari mulut Aldo, saat melihat wanita yang sekarang telah menjadi istrinya.
Dipeluknya Melisa dengan sayang.
Melisa kembali menangis, tp sepertinya ia hanya bisa pasrah menerima semua ini.
🍁🍁🍁🍁🍁
sekian dulu, maaf mungkin banyak typo
tetep dukung ya.. dengan like vote gift komennya,
trimakasih banyak semuanya
__ADS_1
salam hangat Qidi 😍