Cinta Untuk Perawat Cantik

Cinta Untuk Perawat Cantik
Persiapan


__ADS_3

Assalamu'alaikum


selamat membaca ๐Ÿ“–๐Ÿ“š


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


"Siapa ?".


Raka dan Bima bertanya bersamaan.


Rayhan tidak menjawab pertanyaan kakak beradik itu. Ia berdiri dan meninggalkan kedua saudaranya tanpa berniat memberi tahu siapa yang baru saja menghubunginya.


Rayhan menuju kamarnya.


Ia duduk di tepi ranjang. Memegang dan membolak-balikkan benda pipih yang berada di tangannya. Tangan sebelah kiri Rayhan menggenggam benda bulat berwarna emas.


Lama ia memandang HP itu, kemudian ia letakkan di sampingnya.


Diiringi helaan nafas panjang dan mata yang berkaca-kaca, ia membuka genggaman tangannya. Diambil benda bulat kecil itu dengan tangan kanan. Diangkat dan dipandangi dengan seksama.


Rayhan tersenyum. Tapi bibir dan hatinya tidak sekata.


Meskipun bibirnya membentuk lengkungan, yang menunjukkan rasa bahagia. Namun hatinya sedang berada dalam kegelisahan yang teramat sangat.


Ketakutan yang ada pada dirinya tidak dapat ia ungkapkan. Jangankan menceritakan kepada orang lain. sesungguhnya Rayhan sendiri tidak tau apa yang ia rasakan saat ini.


Kini Rayhan berada di samping tempat tidurnya. Duduk di lantai dengan kaki terlipat di depan dada.


Beberapa kali menghela nafas panjang. Mencari ketenangan dalam diri.


Diraihnya HP yang masih berada di atas ranjang, membuka kunci dan mencari-cari sebentar kemudian memencet tombol hijau.


Ia memposisikan benda pintar itu di hadapannya.


Sesaat kemudian ia matikan panggilan video call tersebut.


...


Di asrama Raya


Raya yang sedang melamun, dengan keadaan yang tak jauh beda dengan Rayhan, terkejut saat telpunnya berbunyi.


Melihat nama siapa yang ada di layar HP, membuat jantung Raya tiba-tiba berdetak semakin cepat, bahkan suara nya seolah-olah dapat terdengar dari luar.


Antara kaget, bingung dan takut.. Raya malah mendiamkan panggilan itu. Hingga benda itu berhenti berbunyi dengan sendirinya. Hening.


Ting.. pertanda pesan masuk.


โœ‰๏ธRayhan : " Besuk Raka akan menjemputmu ".


Raya : " Kenapa bukan mas ??".


โœ‰๏ธRayhan : " Nanti kita bertemu di sana. Datanglah "


Raya tidak membalas. Beberapa menit kemudian..


โœ‰๏ธRayhan : " Datanglah demi mas. Beri mas kekuatan ".


โœ‰๏ธRayhan: " Sekarang istirahatlah ".


โœ‰๏ธRayhan : " Loveyou โค๏ธ".


Antara senang dan sedih. Raya hanya membacanya.


Air matanya kembali mengalir tanpa permisi, membasahi pipi.


Lagi dan lagi, isak tangis Raya tak terkendali.

__ADS_1


Raya masuk ke dalam kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Ia basuh berulang kali. Kemudian mengambil wudhu.


Ia mengganti baju dan mengenakan perlengkapan ibadahnya.


Raya ingin bersujud, bersimpuh di hadapan Sang pemilik hidup.


Mencurahkan semuanya kepada pemilik hati yang sesungguhnya.


Mengadu dengan tangis tersedu.


Berdoa dan meminta kepada pemilik rasa.


Inikah ujian untuk mengetahui kesungguhan hati.


Seberapa kuat kami menghadapi.


Sesabar apa kami menerima ini.


Mungkin Allah cemburu, karena telah mencintai ciptaannya dengan terlalu.


Kini Raya hanya bisa merayu agar harapan ini tak jadi semu.


Pasrah,, yaa, hanya itu yang ia bisa perbuat. Setelah berlama-lama berkeluh kesah dengan Sang penciptanya.


Karena terlalu lama dan sudah banyak air mata yang ia keluarkan. Kini Raya merasa lelah juga mengantuk.


Akhirnya ia pun tertidur dengan mata yang masih basah.


Sementara itu..


Rayhan tidak dapat memejamkan matanya.


Setelah ia selesai melaksanakan sholat malam dan sedikit membaca al-qur'an. Ia membaringkan tubuhnya di shofa. Matanya memandang langit-langit kamar. Dengan tangan kanan yang masih memeluk kitab di atas dada.


Pikirannya tidak dapat fokus. Ada dua wajah wanita yang muncul dalam kepalanya. Raya dan Melisa.


Suara batin Rayhan.


"Datanglah Raya, datanglah ". Gumaman yang keluar dari mulut Rayhan. Ia memejamkan matanya.


Tiba-tiba hp Rayhan berbunyi. Ada pesan masuk.


Ia melihat dan menjawabnya dengan malas. Kemudian meletakkan kembali benda pintar itu dengan asal.


Di rumah Melisa..


Rumah itu nampak sibuk. Walau tak banyak yang datang di acara sakral putri kesayangannya, tapi mamah Melisa tetap mempersiapkan jamuan yang istimewa.


"Mah.. besukkan gak banyak tamu yang datang. Kenapa mamah masak banyak banget ?".


Tegur papah Melisa, yang melihat istrinya tengah sibuk dengan beraneka macam masakan.


"Kalo nanti sisa banyak kan malah mubadzir mah", lanjut nasehat papahnya Melisa.


"Ya tapi mosok sih mo dikasih air mineral cup sama kue kering ".


Jawab mamah Melisa dengan kesal. Mood nya menjadi hilang gara-gara ucapan suaminya itu.


Ibu yeni ingin menyiapkan segala sesuatu untuk acara anak perempuan satu-satunya.


Ia ingin seperti orang tua laennya yang sibuk dengan acara istimewa itu.


"Hmm, ya udah terserah mamah aja ".


Akhirnya papah Melisa memilih pergi, menghindari perdebatan yang bisa saja akan menambah pusing kepala.


Di bagian laen di rumah Melisa,,

__ADS_1


Nampak beberapa orang sibuk dengan memasang pernak-pernik. Menghias ruangan itu menjadi secantik mungkin.


Meski smua mendadak, namun Melisa juga ingin kamar yang akan ia tempati bersama suaminya nanti tampak indah dan nenarik.


Hari memang sudah malam, tapi melisa tetap meminta orang-orang itu menyelesaikan tugas mereka. Lebih tepatnya memaksa sih. Tentu saja dengan bayaran yang tidak sedikit, mengingat itu sudah jauh dari jam sewajarnya.


Melisa duduk di ayunan kayu yang berada di balkon kamarnya. Ia mengusap-usap perutnya yang belum terlihat buncit.


Dengan senyum yang terus tercetak di bibirnya, ia menerawang membayangkan bahwa hari esuk menjadi hari yang membahagiakan untuk nya.


Entah dengan cara apa, yang ia pikirkan saat ini bagaimana cara ia bisa memiliki Rayhan.


Menjadikan pria tampan itu sebagai suaminya.


Laki-laki yang dulu sempat menjadi kakaknya, sebentar lagi akan bersanding dengan status yang berbeda.


Baru memikirkan itu saja sudah membuat Melisa seperti orang gila.


Melisa mengambil telpun pintarnya.


Ia mengirim sebuah pesan kepada seseorang.


Wajah yang awalnya cerah, berubah jadi mendung. Tapi segera ia buang jauh-jauh mendung itu. Dan kini ia tersenyum sinis, seperti sedang merencanakan sesuatu.


Kembali Melisa terlihat mengetik beberapa kata di layar HP nya.


Ting.. ada balasan masuk.


โœ‰๏ธ Rayhan : "Sudah malam, istirahatlah".


Melisa : "Iya bang. Abang juga ya. Love you.


Melisa senyum-senyum sendiri membaca kembali tulisannya.


Ia terdiam menanti balasan dari Rayhan. Tapi sudah lewat dari 5 menit, balasan yang ia harapkan tak muncul juga.


Melisa : "Abang sudah tidur ya ?"


.....


Melisa : "Bang.. ".


โœ‰๏ธ Rayhan : "Kalo ingin besuk tetep menikah, segera tidur ".


Pesan itu membuat Melisa cemberut. Tapi ia tetap menuruti nya.


Maksud hati ingin mendapat kata-kata romantis, e.... malah kesal yang ia rasakan.


Melisa pun bergegas masuk ke kamar. Kebetulan juga mereka yang menghias kamar pengantin sudah selesai.


...


Pagi hari


Semua telah bersiap-siap. Sibuk dengan urusan dan tugas masing-masing.


Mamah melihat apa semua makanan sudah tersaji.


Papah memastikan tempat akad dan saksinya sudah siap.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


sekian dulu ya..


jangan lupa semangati aku ya.. dengan like, vote dan komentarnya juga


makasih semua

__ADS_1


salam hangat Qidi ๐Ÿ˜


__ADS_2