Cinta Untuk Perawat Cantik

Cinta Untuk Perawat Cantik
Salah Sasaran


__ADS_3

Assalamu'alaikum


selamat membaca 📖📚


🍁🍁🍁🍁🍁


Rayhan dan ketiga sodaranya berada di depan ruang rawat Adinda.


Doni tidak bersama mereka. Sedangkan Bagas, ia sedang berupaya mendekati, merayu dan menjelaskan kepada istrinya, perihal status baru mereka.


Bima mendekati Rayhan, berusaha mengatakan hal yang mereka bahas kemarin.


"Cerita aja 'bang, nggak pa pa ",


Rayhan tahu gelagat mereka semua. Seperti menyimpan sesuatu.


" Kamu pasti sudah tau, kalo kecelakaan Andi kemaren bukan murni kecelakaan biasa "


Bima nampak hati-hati berbicara.


"Hufft.. Abang pasti sudah cari tau. Sekarang abang cerita saja semuanya ! ",


Rayhan menghela nafas dan membuangnya kasar.


Ia curiga, jika seperti ini pasti ada sesuatu yang membuatnya sangat-sangat tidak senang. Ada yang disembuyikan darinya.


" Mobil Andi disabotase. Yang melakukannya seorang OB. Sebenarnya dia menyamar jadi OB hotel itu. Dan yang menyuruh nya.. dia ",


Bima menjelaskan sambil mengotak-atik HP. Mencari-cari sesuatu. Ia kemudian menunjukkan gambar yang ada di ponselnya.


Wajah Rayhan seketika tegang.


Ia menatap serius Bima.


Paham akan arti tatapan itu, Bima melanjutkan ceritanya.


" Bukan Andi. Tapi sasaran sebenarnya.. ",


Bima menggantung kalimatnya.


Rayhan memandang abangnya dengan tatapan yang serius.


Bima mengangguk. Paham maksud tatapan Rayhan padanya. Yang lain nampak diam, menyimak. Tidak ada yang menyela.


Wajah Rayhan berubah merah. Amarahnya seketika naik.


Bima menarik ponsel yang berada di tangan Rayhan.


Bukan takut hancur karena genggaman yang penuh amarah. Tapi mengalihkan pandangan Rayhan dari foto Alma.


Andi yang kini duduk disebelah Rayhan, mencoba menenangkan sahabatnya itu.


Ia menepuk pelan paha Rayhan. Menyadarkan dari lamunan yang telah diliputi amarah.


"Diselesaikan dengan cara yang lain ", ucap Andi.


" Sekarang kamu ada Raya. Jangan gegabah. Disini yang jadi korban aku, Dinda dan Bagas. Jangan bertindak dengan pikiran kamu sendiri ",


Nasehat Andi, mengingatkan kondisi nya sekarang yang berbeda.


Rayhan kembali menghela nafas panjang. Membuangnya perlahan namun terlihat berat.


Ia menundukkan wajahnya. Mencerna kata-kata Andi. Sekarang dia harus berfikir beberapa kali sebelum bertindak.


Kini bukan hanya dia sendiri.


Ada seseorang yang harus ia jaga.


" Temani aku menemui nya ",


Pinta Rayhan pada sahabat-sahabatnya.


" Hah ? ",


" Maksudnya ? ",

__ADS_1


" Apa ?,


Tidak percaya. Itu yang terpikir oleh mereka bertiga.


"Kalian menemani dari jauh. Jaga-jaga aja kalo aku lepas kontrol ".


Penjelasan Rayhan dengan senyum tipis di bibirnya. Entah apa maksud senyum itu.


Mereka yang ada di sana tidak menjawab sepatah katapun. Tidak menggeleng, tidak pula mengangguk.


" Boleh aku ikut ? ",


Suara seseorang mengejutkan Rayhan dan yang lainnya.


Semua mengarahkan pandangan ke sumber suara.


" Tidak ! ",


Ucap Andi dengan tegas.


" Jangan ! ",


Kata yang keluar dari mulut Bima, hampir bersamaan dengan Andi


" Kamu jaga istri mu di sini ! ",


Perintah yang tidak boleh dibantah dari Andi untuk Bagas.


Andi juga mengangkat dua jarinya. Menunjuk ke arah mata nya sediri kemudian berganti ia arahkan ke pada Bagas. Tanda jika dia mengawasi Bagas.


Bagas memasang muka sedihnya. Tapi itu sia-sia, tidak ada tanggapan dari yang lain.


Mereka pun tak lagi membahas tentang Bagas. Dalam beberapa saat, semuanya hanya diam.


" Kapan Ray ? ",


Tanya Bima, memecah kesunyian.


"Besuk ",


Jawaban Rayhan yang singkat dan yakin.


Semua setuju akan bertemu di kafe milik Rayhan.


" Yang meng_ ",


" Aku yang akan menghubungi dia ",


Kata-kata Raka dipotong oleh Bima.


" Abang ?, bagaimana caranya ?? ",


Tanya Raka dengan keterkejutannya.


" Udah lah. Besuk jangan sampai molor ",


Ucap Bima sambil mengibaskan tangannya. Ia berdiri dan berlalu meninggalkan yang lainnya.


" Aku juga pamit. Kasih tau kalo ada apa-apa. Jangan diem-diem saja ",


Rayhan pamit sekalian menyindir ketiga orang yang ada di sana.


Yang disindir ternyata peka. Mereka diam tanpa menjawab apapun.


Dengan langkah lebar Raka menyusul kakaknya. Ia pergi tanpa pamit pada Bagas dan Andi.


Dalam perjalanan menuju kafe milik Rayhan.


Drettt.. drettt..


Ponsel di saku Raka bergetar.


📩 " Abang ada di mana ? ",


Raka tidak menjawab pesan itu. Ia tahu pasti, orang yang mengirim pesan tersebut ingin mengintrogasi nya.

__ADS_1


Masalahnya, situasi sekarang tidak tepat untuk menjelaskan kepada nya, si pemberi pesan.


Drettt.. Drettt..


Kembali HP Raka bergetar.


📩 " Ok, aku tunggu penjelasannya ",


Dan sepertinya orang di sana juga paham.


Kedua nya seperti punya ikatan batin. Kepekaan yang sangat. Tanpa dijawab sudah saling memahami.


°°°°°


Selesai bertugas.


Raya berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Ia melewati lobi, dan keluar melalui pintu utama. Ia berjalan menuju tempat kosong di dekat parkir mobil.


Tempat kosong di sana biasa digunakan untuk menaikkan ataupun menurunkan siapapun yang akan memasuki gedung rumah sakit.


Sehingga tidak perlu ramai-ramai turun atau naik di tempat parkir.


Hanya sebentar Raya berdiri di tempat itu, mobil Rayhan sudah berhenti tepat di depan Raya. Ia pun membuka pintu depan, dan duduk dengan manis di samping sopir istimewa nya. Tak lupa ia pasang sabuk pengaman, biar aman.


°°°°°


📩 " Aku di depan asrama ",


Pesan singkat di ponsel Dita.


Tanpa dibuka, ia hanya membaca dari notifikasi di beranda.


Dita langsung meraih cardigannya, dan memakainya sambil berjalan terburu-buru. Sampai-sampai, sendal yang ia gunakan beda sebelah. Mengumpat lah ia seorang diri. Tangannya pun susah keluar, dari lengan cardigan karena menggenggam HP.


Tiba di depan asrama, ia langsung masuk ke dalam mobil hitam yang berhenti di samping gerbang.


Tanpa sepatah kata pun, mobil itu langsung tancap gas meninggalkan asrama tempat Dita tinggal.


Mobil itu berhenti di tepi jalan yang sepi. Sepi dari lalu lalang kendaraan, tapi rame para pedagang kaki lima dan orang nongkrong.


Raka keluar mobil dan membeli jajanan. Ia kini menenteng beberapa plastik berisi rujak es krim dan dua bungkus bakwan kawi. Juga tiga botol air mineral yang rasanya ada manis-manisnya.


" Nah.. Sekarang, apa yang ingin kamu tau ? ",


Tanya Raka, setelah meletakkan jajanan di sampingnya.


Yaa.. Raka yang menjemput Dita.


Mereka berdua diam-diam telah menjalin hubungan, tanpa sepengetahuan Raya dan yang lain. Itu sudah berlangsung beberapa bulan sebelum pernikahan Raya dan Rayhan.


" Sebisa yang kamu ceritakan saat ini ", ucap Dita.


" Tapi tolong jangan potong ceritaku nanti ",


" oke ", jawab Dita dengan suara kecil, karena menahan makanan yang ada dalam mulutnya.


" Kami tadi sedang membicarakan kecelakaan yang dialami bang Andi dan yang lain ",


Raka menghentikan ucapannya, ia meneguk sedikit air karena kepedasan rujak.


" Ternyata itu semua bykan murni kecelakaan. Tapi ada yang sengaja mengaturnya ",


Raka menyuapkan rujak ke dalam mulutnya.


" Sebenarnya itu salah sasaran........


🍁🍁🍁🍁🍁


Sedikit dulh yaa


Maaf lamaaaaaaa banget nggak up


Makasih yang masih setia pada perawat cantik Raya


Maaf masih banyak typo

__ADS_1


jangan lupa tinggalin jejaknya ya, makasih banyak


Salam hangat Qidi 😍


__ADS_2