Cinta Untuk Perawat Cantik

Cinta Untuk Perawat Cantik
Menuju Halal


__ADS_3

asaalamu'alaikum


selamat membaca 📖📚


🍁🍁🍁🍁🍁


Di rumah keluarga Rayhan.


Pagi-pagi semua orang terlihat sibuk.


Raka dengan telpun pintar nya. Sesekali mengotak-atik lalu menempelkannya di telinga. Ia melakukan panggilan beberapa kali. Kadang juga membalas pesan masuk.


Papah dan mamah sedang mengawasi orang-orang yang membereskan keperluan untuk pernikahan Rayhan besuk.


"Ray, gimana persiapan kamu ?".


"Udah mah ", jawab Rayhan singkat.


"Ya dah, kamu istirahat aja gih. Nanti kalo mo brangkat mamah bangunin ", perintah mamah Mia.


"Nggak usah mah, ntar malah pusing kalo tidur cuma bentar ". Rayhan menolaknya. Ia malah membantu mereka yang sedang sibuk.


Rayhan menyibukkan diri agar bisa menghindari rasa gugup yang menghampirinya.


Hari ini semuanya akan berangkat ke Jogja. Besuk acara pernikahan Raya dan Rayhan.


Berbeda dengan Bima, ia sudah berangkat kemarin. Bersamaan dengan Raya pulang ke Jogja.


°°°°°


Semalam di dalam kereta, perjalanan Surabaya-Jogja..


Raya menghentikan aktifitas telpun nya dengan Dita. Karna sudah malam.


Kini ia bingung harus apalagi untuk menghindari obrolan dengan seseorang di sebelahnya.


Akhirnya Raya memejamkan mata, mencoba untuk tidur, tapi..


"Kalo gak tidur jangan merem, yang ada malah jadi pusing ".


Suara orang di sebelah Raya membuat ia membuka mata. Tanpa menoleh sedikit pun ke sumber suara. Raya hanya terdiam, melihat ke luar cendela.


"Ray.. "


"Ya.. "


"Maaf, kalo slama ini sudah membuat kamu kecewa ",


Diam sejenak, menghela nafas.


"Ray, apa kamu marah sama saya ?".


Tanya orang yang duduk di sebelah Raya.


"Kenapa saya harus marah ?".


Raya malah balik nanya.

__ADS_1


"Karena ego, saya kehilangan orang yang saya cintai. Karena obsesi, saya kehilangan penyemangat hidup saya. Belum sempat saya memenuhi janji saya, dia sudah akan dimiliki orang lain ".


Raya hanya diam, menyimak setiap kalimat yang ia dengar.


"Saya minta maaf, terlambat menghadap orang tua kamu. Sehingga ada orang lain yang berhasil mendapatkan restu beliau ".


Lanjut nya.


"Ray, boleh saya tanya ?"


"Silahkan "


"Boleh saya tau.. kenapa kamu mempunyai pemikiran seperti itu, menerima siapa saja yang menghadap orang tua kamu. Kalo ia bukan orang baik-baik bagaimana ?".


"Hmm.. ", dengan malas Raya menjawab, mencoba menjelaskan. Ia tahu kalau laki-laki ini belum bisa menerima keputusan nya. Tidak bisa menunggu nya dan malah menerima pinangan orang lain.


"Apa yang saya pikirkan tentu ada sebabnya. Saya tidak mau lagi berkomitmen dengan seseorang yang belum tentu jodoh saya. Saya takut merasa kecewa karena janji-janji yang menumbuhkan harapan pada hidup saya. Jadi saya serahkan semua keputusan kepada orangtua saya. Siapa pun yang mereka pilih, insyaAllah akan saya terima dengan ikhlas ".


Jawab Raya panjang lebar.


Ia menjelaskan tanpa melihat lawan bicaranya. Seakan bicara sendiri, mengenang cerita cinta nya yang telah lalu.


"Jadi.. maaf jika keputusan saya membuat dokter kecewa ".


Dokter Jo yang berada di sebelah Raya, menghela nafas berat. Ia merasa bersalah.


"Maaf ".


Ucap dokter Jo. Ia pun diam, tidak melanjutkan percakapan diantara mereka. Cukup penjelasan dari Raya membuat ia memahami keputusan gadis pujaan hatinya itu.


Namun apa daya, ia tidak mampu membujuknya untuk merubah keputusan yang sudah diambil. Kini hanya berharap pada NYA. Jika memang ada jodoh bagi mereka, pasti ada jalannya.


Dia adalah Bima.


°°°°°


Rayhan dan rombongan kini berada dalam perjalanan menuju kota kelahiran Raya.


Mereka terbagi menjadi dua.


Untuk menghindari kemacetan, Rayhan dan Caca beserta kedua orang tua mereka naik kereta.


Sedangkan Raka dan kerabat yang lain membawa beberapa mobil.


Tak lupa Bagas dan beberapa orang lain juga turut serta dalam perjalanan ke Jogja.


°°°°°


Di rumah Raya sudah banyak orang.


Dari keluarga, saudara, tetangga dan orang-orang yang datang untuk membantu acara pernikahan Raya.


Mereka mengerjakan tugas nya masing-masing.


Ada yang pasang janur dan perlengkapan lainnya.


Ada yang menyiapkan dekorasi, rangkaian bunga segar dan pernak-pernik yang mempercantik rumah Raya.

__ADS_1


*Ada banyak pernak-pernik dalam pernikahan adat Jawa. Takut kalau ada yang salah, jadi maaf tidak bisa menyebutkan satu persatu 🙏😊


Akhirnya Raya tiba di rumah dengan selamat. Selamat pula dari rasa tidak nyaman, karena sepanjang perjalanan bersebelahan dengan dokter Jo.


Keesokan harinya, Raya disibukkan dengan acara perawatan tubuh. Ia sama sekali tak diijinkan sedikitpun menyentuh pekerjaan, seringan apapun pekerjaan nya.


Raya sedang disiapkan untuk menjadi Ratu sehari.


Dari acara lulur tubuh, mandi kembang, lulur wajah, pake hena dan sejenisnya. Yang intinya, menjadikan ia terlihan lebih segar dan semakin cantik.


Dimulai dari sejak tiba di rumah, Raya tidak diijinkan memegang telpun. Hanya sekedar mencari tahu kabar Rayhan beserta rombongan sudah tiba atau belum pun juga tidak diperbolehkan.


Raya hanya sempat bertukar kabar saat ia sudah sampai rumah.


Raya juga tidak tau apa yang terjadi di luar sana.


Bima dan dokter Jo datang bertamu ke rumah Raya. Entah dengan tujuan apa, mereka berdua menawarkan diri untuk membantu sebisa mereka.


Sebagai tuan rumah yang baik, tak mungkin mereka menolak. Orang tua Raya pun mengijinkannya. Mengingat mereka adalah rekan kerja dan juga saudara mempelai laki-laki.


Terlepas dari apa yang ada dalam hati dan perasaan mereka terhadap Raya.


Mereka berdua membantu dengan tulus.


Keesokan hari..


Raya berada di kamarnya, yang kini sudah berubah menjadi kamar pengantin. Dengan hiasan di sana-sini, yang entah kapan dipersiapkan. Sepertinya saat Raya disibukkan dengan acara luluran kemarin.


Kini ia tengah dirias. Riasan ala pengantin Jawa. Dengan kebaya warna putih dan kain yang membalut tububnya. Nampak cantik khas wanita Jawa.


Di tempat terpisah..


Rayhan beserta rombongannya sudah bersiap untuk berangkat ke tempat pernikahan.


Raka sebagai supir mempelai pria. Dalam mobil yang sama ada orang tua Rayhan dan juga caca.


Ada 4 empat mobil beriringan menuju rumah Raya. Jarak dari tempat mereka menginap tidak jauh. Kurang lebih lima belas menit saja.


Di rumah Raya..


Acara sudah akan dimulai. Raya sudah selesai dirias. Ia menunggu dengan hati berdebar. Dag dig dug.. gugup.


Bima mendapat telpun dari caca..


📲 Caca : "Bang, tolong sampaikan kalo kami sedikit terlambat. Ada musibah.... "


.....


🍁🍁🍁🍁🍁


sedikit dulu yaa


maaf kalo banyak typo


maaf juga ceritanya datar-datar aja


tetep semangatin aku ya, beri vote gift like dan koment nya

__ADS_1


makasih buat smuanya


salam hangat Qidi 😍


__ADS_2