
Assalamu'alaikum
Hai.. jumpa lagi,
setelah sekian purnama cerita ini rehat, kini bakal up lagi.
Maaf buat smua pembaca novel ini, dah lama gak ada kelanjutan.
Karena alasan yang pasti, yaitu kesibukan di dunia nyata, he he he..
InsyaAllah novel tetap lanjut dan ditamatkan ceritanya, biar gak ngegantung kayak gini. Gak enak banget kan bacanya..
Kalo untuk up nya, tetap bertahab ya.
Karna cari-cari waktu juga buat ketik naskahnya.
Trimakasih buat smua.
Selamat membaca kelanjutan "Cinta Untuk Perawat Cantik".
Salam hangat Qidi
🍁🍁🍁🍁🍁
lanjut ya..
Di asrama Raya...
Dret.. dret..
📨 "Sore kak ".
"Aku Melisa, kita ketemu di rumah bang Ray beberapa hari yang lalu "
📨 "Iya, sore jg. Ada apa ya ?"
📨 "Mel cuma mo undang kakak. Besok pagi Mel mo nikah. Dateng ya, di rumah Mel "
📨 "Pokoknya kakak harus dateng "
📨 "InsyaAllah ya ".
Pesan itu tidak dibalas lagi.
Membuat Raya mematung dengan tatapan mata tertuju pada benda pipih di tangannya.
Jedug.. jedug.. jedug..
Begitulah kira-kira suara jantung Raya saat ini. Seperti terdengar dari jarak jauh.
Tiba-tiba air mata itu mengalir tanpa aba-aba, melewati kedua pipi Raya.
*Benarkah ini..
Apakah ini penyelesaian yang Rayhan janjikan..*
Batin raya berkata, tapi mulut tak bisa terbuka. Mengisyaratkan diri yang sedang berduka.
Sedih, membuat pikirannya tidak dapat berfikir jernih. Apakah ia harus berpisah dengan sang kekasih.
Untuk kesekian kali nya.
Seperti ini kah kisah cintanya.
Yang sempat merasa bahagia.
Namun lagi-lagi harus berakhir dengan luka.
Setelah menerima pesan dari Melisa, ia merasa tak bersemangat, tak bertenaga. Tak tau harus berbuat apa.
__ADS_1
Lamunannya masih bertahan, hingga ia dikejutkan dengan suara keras dan getaran yang bersumber dari hp yang ia genggam erat sejak tadi. Hampir saja benda itu terjatuh dari tangan Raya.
📲 Raka : "Assalamu'alaikum.."
...
📲 Raka : "Halo.."
Raya : "Eh iya, wa'alaikumussalam warohmatulloh "
📲 Raka : " Kamu gak pa pa, Ray ?"
Raya : "Iya gak pa pa. Ada apa mas ?",
Raya berusaha menenangkan hati dan pikiran, sehingga suaranya bisa terdengar biasa.
📲 Raka : " Kamu besuk siap-siap ya, aku jemput jam 8 pagi !?"
Raya : "Kemana mas ?"
📲 Raka : "Aku rasa kamu udah tau. Tapi kalo pun belum, pokoknya besuk aku jemput jam 8 pagi "
📲 Raka : "Dandan yang cantik. ok kakak iparku.. Assalamu'alaikum ".
Tanpa banyak bicara dan tanpa menunggu salam nya dijawab. Raka menutup panggilan. Dan meninggalkan Raya yang terbengong-bengong, sambil menatap layar hp yang sudah berubah tampilan.
Tak terasa air mata itu kembali hadir, tanpa permisi, mengalir lancar tanpa bisa ia kendalikan.
Lama Raya duduk terdiam, tanpa merubah posisi dan ekspresi.
Lagi-lagi tidak tau harus berbuat apa.
Tiba-tiba......
°°°°°
Di tempat terpisah..
Bima mendatangi Rayhan yang sedang duduk melamun di teras belakang.
Rumah itu sedang sepi. Hanya ada 3 laki-laki dewasa yang sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Bantuan apa bang ?". Rayhan bertanya dengan lemas.
Tidak dapat ditutupi kalo Rayhan sedang dalam keadaan yang tidak baik.
"Bantu nyelesein masalah ini ".
Bima mengeluarkan sebatang rokok dari bungkusnya. Menjepit dengan kedua bibirnya.
"Jangan bilang abang mo nikahin Melisa !?".
Raka dan Rayhan menatap kakaknya dengan raut wajah khawatir.
Mereka berdua tidak mau kalo kakaknya berkorban sebegitu jauh. Tepatnya tidak rela.
Pletakkk..
Jidat Raka kena tanda sayang sang kakak.
"Heh !! biarpun abangmu ini lagi patah hati, tp gak sembarangan milih tempat pelarian. Apalagi sampe dinikahin ".
Sergah Bima yang tak trima dengan kata-kata adek laki-laki nya itu.
"Yaa kirain gitu kan bang. Secara kan abang lagi galau hati ".
Ucap Raka yang juga diangguki oleh Rayhan. Keduanya bernafas lega.
Tapi sedetik kemudian..
__ADS_1
"Eh.. apa tadi, abang patah hati ??, sama sapa bang ?".
Dengan membenarkan duduknya, menghadap ke arah Bima. Lagi-lagi Raka menyuarakan rasa penasarannya.
"Hmmm, skeep. Itu bukan bahasan kita kali ini ".
Bima mendudukkan dirinya di samping Rayhan.
"Apa rencanamu selanjutnya ?". Bima mode serius.
"Abang tau apa yang aku rencanakan ".
Rayhan tidak semangat. Pandangannya lurus ke depan. Seolah melihat suatu kejadian, yang entah membuat dia bahagia atau justru menyesalinya.
"Abang percaya sama kamu. Apa yang kamu rencanakan, pasti sudah kamu pikirkan resikonya ",
"Semoga sesuai keinginan kamu. Jangan sampe kamu menyesal ". Harapan Bima.
Mereka berdua seperti tengah menyaksikan sebuah pertunjukan dan saling memberi komentar.
"Bang, aku sudah menghubungi Raya. Besuk aku jemput dia jam 8 ".
Raka menyela lamunan kedua kakaknya.
Ia prihatin dengan keduanya.
Mereka menyukai gadis yang sama. Dan sama-sama sedang berkorban untuk wanita yang dicintai.
Bedanya, Rayhan berkorban dan berjuang demi masa depan bersama kekasihnya.
Sedangkan Bima berkorban melepas pujaan hati demi kebahagiaan bersama sodara laki-lakinya.
"Iya ".
Rayhan hanya menjawab singkat. Menundukkan kepala, mengheningkan cipta berdoa agar semua baik-baik saja.
drett drett drett..
Benda di saku celana Rayhan bergetar.
Ia mengambilnya..
Rayhan : "Assalamu'alaikum ".
📲 ...
Rayhan : "Ok. Persiapkan dirimu untuk acara besuk "
Panggilan pun berakhir.
Bima dan Raka saling melempar pandangan
"Siapa.. ??"
"Siapa.. ??"
Tanya kedua sodara Rayhan bersamaan.
...
Siapa yaa
🍁🍁🍁🍁🍁
sekian dulu yaa
selamat membaca
jangan lupa vote, gift, like dan koment nya
__ADS_1
makasih semua
salam hangat Qidi 😍