Cinta Untuk Perawat Cantik

Cinta Untuk Perawat Cantik
Semakin Penasaran


__ADS_3

Assalamu'alaikum 😍


selamat membaca 📖📚


🍁🍁🍁🍁🍁


Raya meninggalkan Bima dengan rasa penasaran yang semakin besar. Ia pun bergegas menuju ruang kerja dr. Adam.


Dr. Adam adalah salah satu dokter senior di rumah sakit tempat Raya bekerja.


Tok tok tok...


Raya masuk setelah mendengar perintah dari dalam.


"Permisi dok, apa dokter memanggil saya ?". Tanya Raya yang masih berada di ambang pintu.


"Oh iya, silahkan duduk dulu ". Jawab dr. Adam seraya mempersilahkan Raya untuk duduk.


"Maaf kalo saya mengganggu waktu istirahat suster ".


"Tidak apa-apa dok ".


Dr. Adam hanya tersenyum mendengar jawaban Raya. Ia melanjutkan pekerjaannya.


Hening sejenak...


"Maaf, apa ada yang bisa saya bantu dok ". Ucap Raya kemudian. Raya penasaran, kenapa ia dipanggil tapi dicuekin, ditinggal kerja.


"Sebentar, kita masih menunggu seseorang ".


Jawab sang dokter yang tengah memeriksa beberapa lembar dokumen pasien, dengan senyum yang menghiasi wajahnya.


Raya pun hanya bisa diam, menunggu siapa gerangan yang akan datang ke ruangan itu.


Tak lama kemudian...


Tok tok tok.. "Permisi dok ".


Terdengar bunyi ketukan, lalu disusul suara seseorang sambil membuka pintu.

__ADS_1


"Iya, mari silahkan masuk ".


Dokter pun beranjak dari duduknya. Ia menyambut kedatangan sang tamu dan mempersilahkannya untuk duduk di sofa yang berada tidak jauh dari meja kerjanya.


Tak lupa dr. Adam juga mengajak Raya untuk bergabung bersama mereka.


"Suster, mari !".


Sambil memberi isyarat tangan kepada Raya, agar Raya ikut duduk di sana.


Raya yang awalnya tidak memperhatikan dengan jelas siapa tamu itu, kini terkejut saat berada tidak jauh dari orang tersebut.


Orang itu tersenyum kepada Raya. Raya pun membalas dengan senyum ramahnya.


Padahal ia sedang berusaha mengendalikan rasa terkejutnya. Agar tidak diketahui oleh kedua orang yang ada di hadapannya.


°°°°


Di sisi lain, masih di lingkungan rumah sakit.


Bima berjalan dengan cepat. Dengan langkah lebarnya ia menyusuri lorong rumah sakit menuju ruangan sahabatnya, dr. Sinta.


Tok tok tok...


"Eh Bim, masuk !". Perintah dr. Sinta saat tahu siapa yang datang di waktu istirahatnya.


"Ada apa, knapa dengan wajahmu, hmm ". Tanya dr. Sinta dengan nada santai, karena ia tahu alasan apa yang membawa laki-laki itu sampai ke ruang kerjanya.


"Hufft.. gak ada apa-apa, cuma pengen mampir aja ketemu kamu ".


Jawab Bima dengan helaan nafas yang berat. Ia berjalan dan duduk di depan meja kerja dr. Sinta.


"Gak mungkin lah, kamu mo mampir dengan begitu aja. Crita kalo memang lg galau, aku siap kok jadi pendengar yang baek ".


"Enak aja kamu..aku gak lagi galau..",


"Tapi..?".


"Ck, kebiasaan kamu..motong-motong omongan orang ".

__ADS_1


Kesal Bima yang omongannya dipotong seenaknya. Namun lawan bicaranya malah terkekeh sambil mengangkat kedua jarinya.


"Aku gak galau. Aku hanya penasaran, tepatnya sih semakin penasaran ". Lanjut Bima.


"Penasaran apa ?".


"Kamu pasti tau siapa calon suami Raya ".


Dr. Sinta hanya menggelengkan kepalanya, mendengar pertanyaan Bima.


"Raya gak pernah menyebut nama ato identitas calonnya ".


"Udah aku tanya berkali-kali ". Lanjut dr. Sinta, menjelaskan jawabannya.


"Memangnya ada apa ? ". Mulai tertular oleh rasa penasaran Bima.


Bima ragu untuk mengatakan apa yang sedang ia pikirkan saat ini. Jika dugaannya benar, apa sanggup ia menghadapinya.


Ia hanya diam, tanpa menjawab satu kata pun pertanyaan dr. Sinta. Dengan sesekali meneguk minuman dingin yang disodorkan sahabatnya, Bima masih bergelut dengan pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepalanya.


Dr. Sinta pun tak mau mengganggu. Ia paham dengan keadaan teman kecilnya itu. Ia membiarkan Bima dengan pikirannya saat ini.


°°°°


Kembali ke Raya di ruangan dr. Adam.


"Maaf suster, bukan saya tidak profesional mencampur adukkan pekerjaan dan urusan pribadi. Tapi dokter... meminta bantuan saya untuk bisa bertemu dan berbicara dengan suster Raya ".


Dr. Adam menjeda kalimatnya. Ia hanya menunjuk tamunya, yang ternyata juga seorang dokter, tanpa menyebutkan namanya.


🍁🍁🍁🍁


Siapa ya tamu dr. Adam...


Ikuti terus ya..


makasih untuk semua 😍😍


salam hangat Qidi 😍

__ADS_1


__ADS_2