Cinta Untuk Perawat Cantik

Cinta Untuk Perawat Cantik
Alma


__ADS_3

assalamu'alaikum


selamat membaca 📖📚


🍁🍁🍁🍁🍁


" Ternyata itu semua bukan murni kecelakaan. Tapi ada yang sengaja mengaturnya ",


Raka menyuapkan rujak ke dalam mulutnya.


" Sebenarnya itu salah sasaran. Tujuannya bukan bang Andi atau siapapun yang ada dalam mobil itu. Melainkan.... Raya ".


Ucap Raka. Di akhir kalimatnya, ia melihat ke arah Dita dengan sedikit menjeda kata.


Uhukk.. Uhukk.. Uhukk..


Dita hampir memuntahkan makanan yang ada dalam mulutnya. Ia tersedak saat mendengar kata-kata Raka yang terakhir.


Cepat-cepat Raka menyodorkan minuman kepada Dita.


Glukk.. glukk.. Glukk..


Saking haus atau karena apa, suara minumnya sampai terdengar jelas.


" Pelan-pelan ",


Ucap Raka pelan. Namun tidak dihiraukan oleh Dita.


" Salah sasaran ?? ",


Belum juga diletakkan botolnya, udah meluncur aja pertanyaan dari mulut Dita.


Bibir nya pun masih belepotan basah karena minum yang buru-buru.


Raka menjawab dengan menganggukan kepala, walau Dita tidak melihatnya.


" Raya ?? ", gumam Dita.


" Iya ", jawab Raka singkat.


Raka mengambil tisu dan memberikan pada Dita. Ia ambil botol minum yang masih dalam genggaman gadis di sebelahnya itu.


Ia sengaja tidak melanjutkan ceritanya. Belum mau melanjutkan. Biar Dita tenang dulu dari keterkejutannya tadi.


" Kenapa sasarannya Raya ?, siapa yang nglakuin itu ?, tega banget deh ".


Gumam Dita, bertanya-tanya sendiri dengan kesal. Ia meremas tisu yang ada di tangannya.


" Trus.. apa tujuannya coba ?? ", suara Dita sedikit ngegas.


Dita menoleh ke arah Raka yang dari tadi tak henti-hentinya memasukkan sendok berisi makanan ke dalam mulutnya.


" Ihh.. Kok malah ngunyah terus sih !? ",


Dita tambah kesel sekaligus gemes.


" Auww, sakit 'yang ", suara kaget Raka, sesaat setelah lengannya tiba-tiba dicubit kecil oleh Dita.


" Aku kasih kamu waktu dulu. Biar kagetnya reda, baru aku lanjut cerita ", jawab Raka beralasan, sambil mengusap lengannya dan pasang muka memelas menghadap kekasihnya.


" Alessann ",


Bukannya kasihan, malah semakin gemes. Sekali lagi dicubitnya lengan Raka dibagian yang lain. Tambah meringis dong yang jadi korban cubitan.

__ADS_1


Nggak mau ditambah lagi dan lagi cubitannya. Lebih baik Raka menceritakan semua dengan jelas.


Masih dengan aktifitas mengusap lengan yang panas akibat cubitan gadisnya. Raka melanjutkan ceritanya.


" Tujuan pasti nya kita semua belum tau. Tapi siapa pelaku nya, kita udah tau ",


Raka buru-buru mengangkat tangannya, saat Dita ingin membuka mulut terlihat akan mengucap sesuatu.


" Karena sudah tau siapa pelakunya, maka kita tau kalo itu salah sasaran dan siapa sebenarnya yang jadi targetnya ",


" Dia teman bang Ray. Namanya Alma. Nama yang kamu dengar waktu itu. Sebenarnya bukan hanya bang Ray yang kenal, bang Bagas juga. Tapi lebih dulu berteman dengan abang ".


Lanjut Raka. Mulutnya masih sesekali ngunyah.


Berbeda dengan Dita. Mendengar cerita itu membuatnya hilang selera makan. Padahal bagi Dita, pantang mendiamkan makanan yang berada di hadapannya. Harus segera dipindah dari tempat saji ke perutnya. Tapi untuk kali ini, lain.


Sesaat mereka berdua diam.


" Siapa Alma ? ",


Tanya Dita membuka obrolan lagi.


Ia bertanya tanpa menoleh ke arah Raka.


Pandangannya lurus ke depan.


Dita merasa takut. Takut pernikahan sahabatnya yang belum genap sebulan, sudah mendapat sinyal gangguan.


Raka menyentuh pelan bahu Dita. Dari ekspresi Dita, terlihat ada kekhawatiran yang besar.


" Kamu jangan khawatir. Abang akan menyelesaikan ini semua. Jangan dulu berpikir berlebihan ",


Dita menghela nafas. Ia menyandarkan tubuhnya dengan kasar.


Raka mencoba menenangkan gadis di sampingnya.


" Abang ketemu Alma saat SMP. Entah karena kebetulan ato apa, beberapa kali bang Ray nolongin dia. Mungkin berawal dari itu Alma ada sesuatu sama abang. Waktu SMU juga satu sekolah. Kuliah pun satu kampus, tapi beda jurusan. Nggak tau itu disengaja ato tidak ",


" Sewaktu kuliah, kata abang.. Alma pernah bilang kalo suka sama abang. Katanya nggak berharap dibalas perasaannya, dia cuma mau ngungkapin isi hatinya aja ", lanjut cerita Raka.


" Tapi hati orang siapa tau. Suka yang menjadi obsesi, akan lebih bahaya ". Raka mengakhiri ceritanya.


" Tapi tanggapan bang Ray gimana ? ", tanya Dita penasaran.


" Gimana apanya ? ", pertanyaan yang dibalas dengan pertanyaan pula.


" Bang Ray gimana pas Alma nyatain perasaannya ? ",


" Nggak tau, nggak dijawab kali. Dia kan orangnya cuek, dingin, nggak banyak bicara. Kalo nggak penting-penting banget ya nggak ngomong ",


Jawab Raka dengan mengedikkan bahunya. Ia sambi memasukkan suapan terakhir makanannya.


" Hmmm, semoga saja sesuai rencana ",


Ucap Dita lirih dan menundukkan kepalanya.


Ia menghela nafas panjang. Belum bisa menghilangkan pikiran-pikiran yang 'tidak-tidak'. Kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi jika berurusan dengan ambisi dan cinta.


°°°°°


Di tempat lain.


Raya dan Rayhan baru saja tiba di rumah.

__ADS_1


Rayhan tidak tenang setelah mengetahui siapa otak dibalik kecelakaan mobil Andi.


Selama perjalanan pulang dari menjemput Raya, ia juga tidak banyak bicara, hanya seperlunya saja.


Raya bukan tidak mengetahui perubahan sikap suaminya. Ia hanya memberi waktu pada Rayhan. Waktu dengan pikirannya sendiri. Raya tidak akan mengganggu. Apalagi menanyakan ini-itu untuk saat ini.


Setelah membersihkan diri dan berganti baju. Rayhan duduk bersandar di sofa, didalam kamarnya.


Ia menatap layar ponselnya.


*Alma.. *, Ucap Rayhan dalam hati.


Terdengar ia menghela nafas beberapa kali.


Raya yang baru saja masuk ke kamar. Melihat suaminya tampak banyak pikiran. Ia membawa secangkir teh hangat untuk sang suami.


Raya mendekat dan duduk di samping Rayhan.


" Mas, minum dulu nih ",


Ucap Raya sembari memberikan teh kepada Rayhan.


" Makasih dek ",


Rayhan menerima dengan senyum tipis di bibirnya.


Setelah minum beberapa teguk, ia letakkan teh itu di atas meja di depannya.


ia raih tangan Raya. Ia genggam dengan lembut. Sebentar ia pejamkan mata sambil menghirup udara banyak-banyak. Kemudian menghembuskan perlahan dan membuka matanya kembali.


" Dek.. ",


Panggil Rayhan pada istrinya.


" Ya ",


Jawab Raya dengan suara lembut.


Nggak jadi dilanjutkan kata-kata Rayhan. Ia malah tersenyum menatap wajah Raya.


Rayhan mengecup kening sang istri kemudian berbisik di telinga Raya.


" Mas sayang sama kamu ",


Bisik Rayhan lalu mengedipkan sebelah matanya.


Rayhan beranjak, dia pamit keluar sebentar.


Raya masih diam mematung. Terkejut mendapatkan perlakuan yang manis dari suaminya. Jantungnya berdetak kencang.


Ia mengedip-ngedipkan matanya. Setelah sadar, suaminya baru saja keluar kamar dan menutup pintunya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Udah dulu yaa


editnya buru-buru, jadi maaf kalo masih banyak yang amburadul kalimatnya


Maaf juga cuma dikit


yok terus dukung Raya dan teman-temannya


Makasih banyak ya

__ADS_1


Salam hangat Qidi 😍


__ADS_2