Cinta Untuk Perawat Cantik

Cinta Untuk Perawat Cantik
Manjanya Rayhan


__ADS_3

Assalamu'alaikum


selamat membaca 📖📚


🍁🍁🍁🍁🍁


Raya terkejut mendapat perlakuan manis dari suaminya. Setelah sadar dari keterkejutannya, Rayhan sudah berada diambang pintu.


Rayhan keluar dan menutup pintunya perlahan. Ia menuju teras belakang rumah.


📩 Rayhan : " Besuk kafe ditutup untuk umum, sehari. Untuk pesanan tetap ditrima ",


📩 Raka : " Ok bang ",


Rayhan menengok kebelakang. Ada yang menepuk pundaknya.


" Serius banget. Raya mana ? ",


Sapa Bima. Ia baru datang dan membawa segelas air.


Saat di dapur, mengambil minum, ia melihat Rayhan berdiri sambil mengotak-atik poselnya.


" Eh.. Bang ",


Rayhan mengikuti langkah Bima.


" Raya ada di kamar ", lanjut Rayhan.


Rayhan dan Bima menuju taman. Mereka pun duduk, namun di bangku yang berbeda.


" Kenapa ? ",


Tanya Bima setelah meneguk minumannya.


" Nggak tau bang ",


Jawab singkat Rayhan, sambil menyugar rambutnya kebelakang.


Bima mengerutkan dahinya. Sedetik kemudian, ia mulai paham keadaannya. Adiknya itu sedang galau.


" Bingung mo cerita apa nggak, ya ? ",


Tebakan Bima yang tepat sasaran.


" Hmmm.. ",


Rayhan mengangguk pelan.


Ia berdiri dan meninggalkan kakaknya sendirian disana.


Baru beberapa langkah, Rayhan berhenti. Ia menoleh kearah Bima.


" Abang sudah buat janji ketemu kan ? ",


Rayhan bertanya pada Bima dengan suara pelan.


Bima menjawab dengan menganggukkan kepala, karena mulutnya tengah penuh dengan minuman. Ia juga mengangkat ibu jarinya.


Rayhan pun kembali melangkahkan kaki nya menuju kamar.


Tring..


Ponsel di saku Rayhan berbunyi.


📩 " Cerita. Terserah sebelum ato setelah ketemuan ",


Pesan dari Bima. Hanya dibaca dan tidak berniat dibalasnya.


Rayhan membuka pintu kamar dengan perlahan. Mengedarkan pandangannya sebelum memutuskan untuk masuk. Tak ada Raya disana. Namun ia mendengar suara gemericik air dari kamar mandi. Pertanda Raya ada di dalam sana.

__ADS_1


Rayhan membaringkan tubuhnya di sofa. Perlahan ia tertidur.


Raya keluar dari kamar mandi. Melihat Rayhan yang terlelap, ia pun menghampiri.


Ia pandangi wajah lelah sang suami.


Sebenarnya ia tak mau mengganggu, tp Raya memberanikan diri mengusap lembut kepala Rayhan. Ia pun mencium beberapa saat, kening suaminya. Kemudian Raya beranjak dari sana menuju almari pakaian.


Sesaat setelah selesai berganti baju, Raya dikejutkan oleh tingkah suaminya.


Tiba-tiba tangan Rayhan melingkar diperut Raya. Rayhan memeluk istri nya dari belakang. Menyandarkan dagunya dibahu Raya. Sesekali menempelkan wajahnya diceruk leher sang istri, dan menghirup aroma tubuhnya.


Rayhan sedang manja.


Begitulah kiranya pikiran Raya.


Tapi Raya menjadi lebih khawatir, karena perubahan sikap Rayhan sejak menjemputnya kerja.


Diusapnya pipi dan kepala suaminya.


" Mas.. ",


Panggilnya dengan mesra.


" Hmm.. ",


Jawab Rayhan sambil mengangkat kepalanya, namun masih menyandarkan dagunya.


Raya tak melanjutkan kata-kata apapun.


Mereka malah saling pandang lewat pantulan di cermin. Senyum manis pun menghiasi wajah keduanya.


Rayhan mengecup sekilas pipi Raya.


Sekali lagi mengecup pipi Raya.


Akhirnya ia memutar tubuh Raya, dan menciumi seluruh wajah Raya.


Ciuman pun berakhir dibibir Raya. Tanpa pergerakan, hanya menempel saja bibir mereka.


*Sensor yaa...


Hayoo yang berharap lebih dari sekedar nempel tuh bibir..


Othornya masih kecil dan polos nii.. Xixixixiiii*


°°°°°


Lanjut yokk


Malam selepas isyak.


Rayhan pamit kepada Raya untuk pergi ke kafe.


" Dek, aku ke kafe dulu ya ",


Ucap Rayhan sambil melepas sarung yang ia kenakan untuk sholat berjamaah barusan.


" Emm, Mas.. ",


Ucapan Raya menggantung. Ia ragu untuk meneruskan.


Rayhan tahu apa yang dipikirkan istrinya.


Ia pun bingung. Sebenarnya ingin mengajaknya, tapi juga nggak mau Raya tahu apa yang akan ia lakukan di sana.


" Adek mo ikut ? ",


Tanya Rayhan dengan ucapan lembut.

__ADS_1


Menghampiri istrinya dan menangkup wajahnya.


Raya mengangguk. Dengan senyuman yang menunjukkan bahwa ia senang dengan ajakan Rayhan.


Rayhan pun tak bisa menolaknya. Iakecup kening istrinya.


" Yok siap-siap ", ajak Rayhan.


Mereka kini sudah berada di kafe milik Rayhan. Berdua langsung menuju ruang kerja Rayhan. Setelah minuman yang dipesan sudah diantar, Rayhan pamit ke ruangan sebelah.


Lebih dari lima belas menit berlalu. Rayhan belum juga kembali.


Raya memutuskan untuk meyusul suaminya. Ia terlebih dulu melihat dari balik pintu kaca.


Nampak disana, Rayhan sedang memukul juga menendang samsak yang tergantung tanpa dosa. Berulang Rayhan melakukannya, hingga tidak sadar akan kedatangan Raya.


Raya perlahan menggeser pintu, kemudian ia tutup kembali. Ia berjalan tanpa suara mendekati Rayhan.


Saat Rayhan menghentikan aksinya, mengambil nafas dengan cepat. Secepat itu Raya memeluk tubuh suaminya dari belakang.


Rayhan kaget. Dilihatnya tangan siapa yang berani melingkar di perutnya.


Setelah tahu, Rayhan melepas tangan yang sedang memeluknya. Ia balik badan.


" Jangan peluk dek, badan mas basah keringetan ", pinta Rayhan.


" Kalo keringetan nggak mau dipeluk, hmm ?? ",


Tanya Raya dengan tangan bersedekap didepan dada.


Raya memutar badan hendak pergi dari sana. Pura-pura ngambeklah.


Dan tiba-tiba..


Rayhan menahan lengan Raya. Menariknya hingga sang empunya tangan berada dalam pelukannya.


" Mau kok.. Mau",


Jawab cepat Rayhan, yang langsung memeluk manja tubuh istrinya.


" Mau kok dek, kan yang meluk kamu ",


Suara Rayhan, ia semakin mempererat pelukannya.


" Biasanya juga keringetan tapi nempel, meluk terus " gumam Raya yang terlihat seperti orang komat-kamit. Tapi.. Dengan kemampuan pendengaran Rayhan, pastilah ia bisa mendengar gumaman istrinya.


"Itu keringetannya beda, 'yang ", bisik Rayhan.


" Mo goda mas yaa ",


Rayhan melerai pelukannya. Ia mencolek hidung Raya.


Raya yang sadar kalau kata-katanya tadi didengar suaminya, wajahnya menjadi merah. Malu. Ia kembali memeluk Rayhan dan menutupi mukanya dengan dada Rayhan. Tak lupa cubitan mesra mendarat diperut berototnya Rayhan.


Yang dicubit tidak mempermasalahkan.


🍁🍁🍁🍁🍁


Udah dulu yaa


maaf kalo masih banyak yang amburadul kalimatnya, typo sana sini


Maaf juga cuma dikit


tapi ters terus dukung Raya dan teman-temannya yaa


Makasih banyak


Salam hangat Qidi 😍

__ADS_1


__ADS_2