Cinta Untuk Perawat Cantik

Cinta Untuk Perawat Cantik
Trimakasih Karena Cemburu


__ADS_3

assalamu'alaikum


selamat membaca 📖📚


🍁🍁🍁🍁🍁


"Assalamu'alaikum ",


Ucap seorang laki-laki dengan pakaian serba putih.


"Wa'alaikumussalam warohmatulloh ", jawab serempak semua yang ada di ruangan itu.


Rayhan sangat terkejut dengan kedatangan nya.


Kemudian muncul lah seorang wanita cantik dari belakang laki-laki itu. Kini Bagas yang dibuat kaget. Namun bukan hanya bagas, Rayhan pun tak kalah kaget nya.


"Adek.. ", Seru Rayhan.


"Dinda.. ", seru Bagas, dalam waktu bersamaan.


Rayhan dan bagas saling pandang.


Sedangkan wanita yang dipanggil hanya tersenyum dengan ekspresi malu. Karena kebanyakan yang hadir disana ikut melihat ke arah nya.


"Mari masuk. Acaranya mo dimulai !",


mamah mengajak keduanya masuk.


Mengabaikan dua orang yang masih dalam mode bengong. Hanya memperhatikan mereka yang berjalan melewati keduanya.


Raya.. woo.. dia yang lagi sensitif sekaligus pms, jangan ditanya.


Entah hormon dari mana dan jenis apa. Kini Raya lebih sensitif jika melihat Rayhan terlihat akrab dengan wanita yang tidak ia kenal.


Bawaannya pengen marah aja. Apalagi Ray pakai manggil dengan sebutan 'adik'. Adik dari mana coba.


Tapi untung ia masih bisa melihat situasi dan kondisi sekitarnya.


Acara pun dimulai. Alhamdulillah semua lancar.


Kini tinggal kerabat dekat yang tersisa. Sekalian membantu mempersiapkan acara puncak, esok hari.


"Ndi, nggak nyangka kamu bisa dateng juga ".


Rayhan memukul lengan Andi. Salah satu sahabatnya, selain Bagas.


"InsyAllah, kalo untuk sodara pasti diusahakan hadir. Ini juga, dia maksa buat ikut . Kangen kamu katanya ".


Tanpa sadar, kata-kata Andi yang terakhir, membuat genderang perang tertabuh keras.


Raya yang kebetulan sedang berjalan ke arah mereka berkumpul, dan kebetulan mendengar dengan jelas ucapan Andi, menatap tajam pada suaminya.


Namanya juga perempuan yang lagi merajuk. Masih bisa bersandiwara.


Dengan senyum manis, Raya meletakkan minuman dan camilan yang ia bawa dari belakang. Kemudian duduk di sebelah Rayhan. Mengusap pelan paha suaminya, setelahnya dicubit kecil dengan mesra. Tanpa disadari yang lain.


Rayhan yang merasakan atmosfir sekitarnya berubah. Mendung pekat. Segera merangkul pinggang istrinya.


Andi yang tadi juga mendapat cubitan dari adiknya pun tersadar.


"Astaghfirulloh. Maaf-maaf, bukan bermaksud gimana-gimana.. ",

__ADS_1


Sebelum melanjutkan ucapannya, Rayhan sudah memotongnya. Ia tidak mau terlambat bertindak, yang akan berakibat 'puasa'nya semakin lama nanti.


"Nggak pa-pa, aku paham kok maksudnya ",


Menjeda ucapannya sebentar.


"Perkenalkan.. ini Raya, Istri ku ". Sambil tersenyum melihat kearah istrinya.


Semarah apapun Raya akan tetap tersipu jika Rayhan memandang nya dengan senyum manisnya.


Raya menakupkan kedua tangannya, dan hanya bersalaman dengan perempuan di samping Andi.


"Dek, ini Andi sahabat mas juga. Itu Adinda, adiknya Andi. Adik kita juga ".


"Yang dikangeni bukan aku. Tapi sodara kita 'Ndi ".


Ucapan Rayhan membuat yang lain melihat ke arah nya dan ke arah Adinda bergantian.


"Maksud kamu ??", tanya Bagas.


"Bang Bim, apa Raka ??", tanya Andi dengan mengernyitkan dahi.


Rayhan tidak menjawab. Ia hanya tersenyum tipis.


"Wah kayaknya seru banget ni ", ucap mamah sambil meletakkan camilan yang lain.


"Silahkan dilanjut ngobrol nya. Tapi maaf banget, mamah harus bawa pengantinnya. Biar istirahat dulu ya. Besuk biar fresh ",


Ucap mamah lagi.


Mamah memang sangat pandai melihat situasi. Beliau pun menyuruh Rayhan dan Raya untuk masuk dan istirahat.


Raya diam. Tanpa memperdulikan keberadaan Rayhan, ia melepas pakaian yang dikenakan dan berganti baju di sana dengan santainya.


Wuuhhh.. Rayhan yang duduk di tepi ranjang berasa gerah. Ia mengacak-acak rambutnya pelan. Mengusir pikiran nakalnya.


Pemandangan yang tidak bisa ia jelajahi untuk saat ini. Hanya bisa menikmati dalam diam. Berulang mengusap wajah tampannya.


*Sabaarrr.. *, batin Rayhan.


Selesai ganti baju, Raya langsung menuju tempat tidur.


"Aku tidur duluan mas ", suaranya pelan. Tanpa melihat ke arah Ray. Hanya melewatinya begitu saja.


Rayhan pun diam saja. Tapi ia mengikuti istrinya naik ke atas tempat tidur. Raya tidur dengan posisi menghadap tepi ranjang.


"Dek, mas minta maaf kalo ada salah ".


Ucap Ray sembari melingkarkan tangannya di perut Raya.


Raya tidak menjawab. Namun tiba-tiba Rayhan segera bangun dan membalikkan badan istrinya. Bahu Raya bergetar. Ia menangis.


"Dek !", panggil Rayhan dengan nada khawatir.


"Adek kenapa ?",


Posisi Rayhan saat ini berada di atas Raya. Bertumpu pada satu tangan. Tangan satunya membelai lembut pipi istrinya.


"Itu tadi siapa ??",


"Adek dari mana ??",

__ADS_1


"Kenapa sampai kangen sama mas ??".


Rentetan pertanyaan keluar dari mulut Raya. Sambil sesenggukan menahan tangis.


Ia yang cemburu bercampur rasa penasaran, tak kuasa menahan gejolak dalam dada.


"Adek cemburu yaa.. ",


Bukannya menjawab Rayhan malah menggoda istrinya. Ia tahu alasannya dicuekin dari tadi.


"Mas ihh.. ", tambah kesel deh si Raya. Mau membalikkan badan, tapi ditahan oleh tangan kekar Rayhan.


"Itu adeknya Andi. Mas, Bagas dan yang lainnya udah nganggep dia adek kita juga. Usia dia 2 tahun dibawah kamu. Dia dulu manja sama kami semua ",


Penjelasan Rayhan dihentikan sejenak. Ia cium pipi Raya. Kemudian melanjutkan ceritanya kembali.


"Maaf ya.. dan makasih udah cemburu sama mas.. ",


Belum selesai ngomong dah disela sama Raya.


"Kok makasih sih mas. Mas suka bikin aku cemburu ??".


Emosi yang sudah surut, mulai merangkak naik nich.


"Sstttt ", diletakkan jari Ray ke bibir Raya.


"Kalo orang lagi ngomong itu didenger sampai selesai dulu. Apalagi ini suami yang ngomong, hemm ",


Raya mengambil tangan Rayhan, menggemggam, dan menganggukkan kepalanya tanda mengerti.


"Mas bukan sengaja bikin kamu cemburu sayang. Tapi dengan rasa cemburu itu menandakan adek benar-benar sudah cinta sama mas. Makanya mas bilang makasih ",


Kembali ia cium istrinya itu. Kening, pipi dan bibir Raya tak luput dari aksi merayu Rayhan. Merayu untuk menambah kemesraan. Bukan rayuan gombal, mengumbar janji dan pesona semata.


Raya akhirnya tertidur sambil memeluk suaminya.


Begitu pula Rayhan. Kelegaan di hati, mengantarnya ke alam mimpi.


*Semoga pms kamu segera selesai dek. Bisa segera buka puasa. Dan menjelajah bersama *.


Rayhan senyum-senyum sendiri dengan mata yang sudah terpejam.


Namun saat mulai terlelap, ada sesuatu yang justru terbangun. Segera ia tarik nafas panjang dan menghembuskan perlahan, agar tidak mengganggu Raya yang tidur dalam pelukannya.


Dasar si Ray.. mungkin efek lihat adegan ganti baju kali yaa..


🍁🍁🍁🍁🍁


sedikit dulu yaa


maaf kalo banyak typo


maaf juga ceritanya datar-datar aja


tetep semangatin aku ya, beri vote gift like dan koment juga saran dan kritik nya


makasih buat smuanya, dah mau mampir


makasih juga buat dukungannya


salam hangat Qidi 😍

__ADS_1


__ADS_2