Cinta Untuk Perawat Cantik

Cinta Untuk Perawat Cantik
Jadi Perhatian


__ADS_3

S'lamat membaca 😍


Sampailah Raya di rumah sakit.


Apa yang sudah dipersiapkan malah tidak jadi digunakan untuk dirinya sendiri.


Sesaat setibanya di rumah sakit, gerimis mulai turun dan semakin deras saja hujannya.


"Raya! ".


Tepukan di pundak Raya membuatnya hampir meloncat karena benar-benar kaget.


Raya mengepalkan tangannya di depan wajah Dita. Ia menunjukkan tinjunya.


" Mau.. aku jantungan?? ", kesal Raya.


" Maaf.. ", Dita nyengir dengan mengangkat kedua jarinya ✌.


" Dah, aku masuk dulu. Mo absen ".


" Eh tunggu Raya !!". Raya tidak jadi melangkahkan kakinya, ia membalikkan lagi badannya.


"Kamu jadi bawa payung? ".


" Bawa, kenapa? ".


" Pinjam! ". Dita menengadahkan sebelah tangannya, tersenyum dan mengedip-ngedipkan matanya.


" Hmm.. tadi ngingetin aku supaya bawa payung, sampeyan nya malah gak bawa ".


" Kan tadi pagi cerah ceria, macam hatiku ", ucap Dita sambil nyengir.


" Trus ntar aku pake apa kalo hujan.. ". Memberikan payungnya pada Dita dengan sedikit ragu.


"InsyaAllah ntar gak hujan. Udah tenang aja. Lagian kalo pun hujan, pahlawan berpayung mu pasti akan datang menolong ".


Dita mengambil payung dari tangan Raya dan buru-buru pergi. Takut diamuk Raya.


Raya hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat tingkah konyol sahabatnya yang sering menjengkelkan. Tapi itu menjadi hiburan tersendiri bagi Raya.


Jam demi jam pun berlalu. Siang pun berganti malam. Kini waktunya Raya untuk pulang. Hujan yang turun dari tadi belum juga reda. Dan sekali lagi Raya terjebak oleh hujan.


*Masak mo nekat lagi. Coba tadi payungnya g dipinjem Dita, hufftt.. jadi gak ikhlas kan. Trus ini kapan redanya. Aku pulangnya gimana... *, suara hati Raya.


" Ya Allah, tolong aku ya Allah ".


Di sela-sela lamunannya, datanglah seseorang dengan membawa paperbag besar.


" Suster Raya ".


" Iya Pak ".


" Ini ada titipan buat suster ", kata seorang satpam, sambil menyerahkan paperbag yang ia bawa tadi.


" Apa ini pak? dari siapa? ".


" Payung Sus, dari siapa ya... ", sambil berfikir, "maaf tadi saya lupa nanya. Katanya itu pesanan suster Raya ".


" Udah lama nitipinnya? ", sambil mengintip isi paperbag.


" Sekitar jam 8an tadi ".


" Oh ya,makasih pak ".


" Sama-sama Sus, saya permisi balek pos ". Raya hanya menjawab dengan anggukan kepala.


Sebenarnya Raya masih bingung. Tapi tak mau membuat satpam itu ikut bingung bersamanya. Jadi.. ya diterima aja.


Raya membuka paperbag itu. Ternyata isinya bukan hanya payung, tapi juga ada jaket yang kliatannya hangat kalau dipake.

__ADS_1


Masih dalam mode bingung nya...


Tiing.. ada pesan masuk ke HPnya.


📩... : Cepat pulang! keburu malem. Jaket juga dipake, dingin ".


*Nomer siapa ini *. Batin Raya.


Dia memperhatikan sekitar. Berfikir, Kira-kira siapa yang ngirim ini semua.


Tiing.. kembali HPnya berbunyi.


📩... : Maaf aku gak bisa nemenin.


Satu lagi pesan masuk. Raya merujuk pada satu nama. " Apa mas Ray yaa.. ", gumamnya.


Tanpa pikir panjang, Raya pun mengambil jaket dan memakainya. Ia ingin segera pulang. Tapi.. masih ada sesuatu di bawah jaket itu. " Kotak makan.. ", lirihnya, semakin dibuat penasaran. Tapi ia masukkan kembali kotak tersebut dan bergegas pulang.


Di asrama.


" Assalamu'alaikum ".


" Eh Ray, dah balek? mau mie gak? ", sapa Dita yang tengah memasak mie instan.


" Salamku dulu yang dijawab, baru nawarin mie ".


" He he.. wa'alaikumsalam, Raya ", jawab Dita dengan senyum dibibirnya.


" Mau mie g? sekalian ". Tanya Dita lagi.


" Mmm, gak usah. N'tar kalo pengen aku buat sendiri aja ".


Dita mengangguk dan fokus pada masakan nnya. Kemudian ia menoleh ke arah Raya.


" Ray, kamu bawa apa itu? pake jaket siapa? eh tadi pulangnya gimana? masih hujan kan? ".


" Ssttt.. mie mu n'tar lembek lho ". Raya menunjuk panci di atas kompor, dan ia berlalu masuk kamar mandi.


Selesai dengan aktifitas bersih-bersih diri. Raya mengambil kotak makan dari paperbag yang ia bawa tadi. Sedangkan Dita sedang menikmati hasil masakannya sembari asik ngobrol lewat ponselnya.


" Waah.. enak nich kayaknya ", wajahnya langsung sumringah melihat isi kotak makan itu. Itu adalah makanan kesukaannya, nasi goreng.


Raya mulai menikmati makanannya tanpa banyak suara.


" Ray, tadi HPmu bunyi terus itu. Beberapa kali pesan masuk ".


" Aku tidur dulu ya, besuk harus pagi-pagi banget. Kamu jangan begadang ".


"Iya. Lagian yang suka begadang siapa..yang diingetin siapa.. ". Dita terkekeh.


Raya meraih HPnya yang sedang di cas di atas meja di samping tempat tidurnya. Benar saja, ada beberapa pesan. Salah satunya dari nomor yang sama seperti tadi.


📩... : Jangan sering makan mie.


📩... : Maaf kalo udah dingin.


📱Raya : Makasih untuk smuanya.


📩... : Jangan tidur terlalu malam.


📱Raya : Maaf, ini siapa?.


📩... : Yang kemaren nganter pake payung.


" Mas Ray... ", gumam Raya.


📱Raya : Makasih banyak mas, maaf merepotkan.


📩... : Ya

__ADS_1


Belum sempat Raya membalas..


📩... : Jaket dan yang laennya simpan aja.


" Tau aja, aku mo nanya itu ".


📱Raya : Iya.


°°°°


Beberapa hari pun berlalu.


Saat ini Raya jadwal malam. Dari jam 9 malam sampai jam 7 pagi.


Karena beberapa hari terakhir ini pulang malam, dengan cuaca hujan, kini ia terkena flu. Untung gak parah.


" Suster Raya ".


" Iya... ".


" Biasa sus, kiriman ", kata seorang OB yang biasa menyampaikan kiriman untuk Raya.


" Trimakasih pak ".


OB itu mengangguk dan pamit undur diri.


Belum lama Raya menerima kiriman itu...


Tiing...


📩*Pahlawan berpayung : Cepat dimakan, keburu dingin.


📱*Raya : Iya, trimakasih.


📩Pahlawan berpayung : Semoga lekas sembuh.


Raya hanya membacanya, tidak tau harus membalas apa.


Raya memberi nama 'Pahlawan Berpayung ' untuk nomer Rayhan di kontak HPnya.


Mulai jadwal sore beberapa hari yang lalu, Raya sering mendapat kiriman makanan. Apalagi sekarang ia sedang flu, bukan hanya makanan tetapi juga minuman hangat.


Dan saat ini ia mendapat kiriman sarapan hangat. Dari siapa..? tentulah semua itu dari Rayhan.


" Kenapa dia akhir-akhir ini jadi perhatian gini yaa.. ", ucapnya seorang diri.


*Ada maksud apa.. gak mungkin kan dia.. ah gak lah.. udah Ray jangan mikir macem-macem, paling juga cuma ucapan trimakasih karna dulu udah bantu dia waktu sakit.. ya pasti itu, cuma trimakasih*.


Raya menikmati sarapannya dengan pikiran yang berkelana kemana-mana. Kadang terlihat menggeleng-gelengkan kepalanya, kadang mengangguk kecil, disertai senyum tipis di bibirnya.


Kalau ada yang lihat, pasti dikira suster ini sedang stres.


Di tempat lain...


Rayhan duduk di ruangannya, di sebuah kafe yang tidak jauh dari rumah sakit tempat Raya kerja. Dia duduk bersandar di balik meja kerjanya. Melamun, memikirkan apa yang telah terjadi padanya akhir-akhir ini. Hingga saat ini, ia belum juga mengerti dengan apa yang sudah ia lakukan. Mengapa dia berbuat demikian dan apa tujuan dia dengan itu semua.


*Aku kenapa begitu perhatian sama dia.. sebegitu khawatirnya dengan keadaannya... ini bukan aku.. ada apa denganku... *. Rayhan.


Segini dulu yaa..


author mengucapkan Minal aidzin wal faidzin, Mohon maaf lahir dan batin..


maaf terutama untuk lama up nya..


maaf klo masih banyak typo dan ceritanya yang bisa aja..


makasih untuk dukungannya melalui apapun..


salam hangat Qidi😍😍

__ADS_1


__ADS_2