
Assalamu'alaikum
selamat membaca 📖📚
🍁🍁🍁🍁🍁
Raya dan Rayhan kini tengah duduk disofa, di ruang kerja Rayhan.
Di depan mereka sudah tersaji beberapa makanan.
Karena mereka belum sempat makan di rumah. Jadi makan malamnya di kafe aja.
Raya menyiapkan piring berisi nasi dan lauknya udang asam manis.
Pesanan spesial, nggak terlalu asam dan nggak terlalu pedas. Pas lah buat lambung Rayhan.
" Nggak usah ambil piring lagi dek ",
Cegah Rayhan saat Raya akan mengisi piring yang satunya.
" Kita makan bareng aja disini ",
Lanjut nya sambil menggeser piring yang ada didepannya. Yang sudah siap disantap.
" Disini ? ", tunjuk Raya pada piring yang kini di depannya. Masih bertanya-tanya, karena Rayhan ngajak makan dalam satu piring yang sama.
" He em ",
" Sepiring berdua ? ", tanya Raya lagi.
" Iya ",
"... ",
" Iya sayang. Kita makan bareng, disini, sepiring berdua ",
Ucap Rayhan sebelum istrinya itu melontarkan pertanyaan lagi. Bisa-bisa nggak mulai makannya.
" Kok diam aja, katanya makan bareng. Ayo ! ",
Raya bingung melihat suaminya. Tidak lekas makan, malah melihat ke arah Raya yang akan memasukkan sendok berisi makanan ke dalam mulutnya.
" Aa.. ",
Eh.. Rayhan malah membuka mulutnya.
Paham lah Raya. Ia lalu mengarahkan sendok yang tadi ada dihadapannya, ke mulut Rayhan.
Dan, hap.. Langsung di lahap Oleh Rayhan.
" Hmm, minta disuapin yaa. Manjanya.. ",
Ledek Raya.
" Cuma sama kamu dek ", ucap Ray dengan mulut penuh makanan.
Rayhan mengusap kepala Raya yang tertutup jilbab.
Raya memajukan bibir nya.
" Itu bibir gitu, minta diapain ? ",
Sambil memajukan wajahnya, ingin menggoda Raya.
" Nggak minta diapa-apain ",
Dengan sedikit kesal, Raya memundurkan wajahnya sambil menyuapi dirinya sendiri.
Rayhan tertawa kecil melihat ekspresi istrinya.
Raya beberapa kali memasukkan makanan kedalam mulutnya sendiri.
" Dek, mas masih mo makan lagi lho. Kok dari tadi masuk mulut kamu terus yaa.. ",
Protes Rayhan karena Raya berhenti menyuapinya.
Sendok pun diarahkan ke mulut Rayhan. Tapi bukan berniat untuk menyuapi suaminya. Saat Rayhan sudah membuka mulut, sendoknya berbalik arah dengan cepat masuk mulut Raya sendiri.
Sambil tersenyum Raya mengunyah makanannya.
__ADS_1
" Wah.. Wah.. wah.. Sudah berani godain suami, yaa.. ",
Merasa dipermainkan. Rayhan bergeser mendekatkan tubuhnya pada Raya. Sangat dekat, bahkan menempel.
" Ih mas.. Agak sana dong ",
" Emang kenapa ? ",
Tanya Rayhan tanpa beban. Ia mencomot udang dan memakannya.
" Ya nggak enak dong deket sampai nempel gini ",
" Yakin nggak mau deket aku ? ",
Goda Rayhan.
" Nggak gitu.. Isshh mas Ray ach.. ",
" Hmm.. ",
Berlagak nggak paham. Pura-pura ngambek juga. Bergerak seperti mau berdiri, dan ingin melihat reaksi Raya.
Dan..
" Mas !! ",
Kesal Raya. Ia menahan tangan Rayhan, hingga Rayhan terduduk kembali.
Berhasil..
Rayhan menahan senyumnya.
Entah keberanian dari mana, Raya langsung memeluk tubuh Rayhan. Tanpa malu lagi.
*Biar mo dibilang menggoda juga nggak pa pa. Sama suami sendiri ini *,
" Katanya nggak mau deket. Kok malah nempel ", sindir Ray.
" Biar ",
Ketus Raya.
Rayhan mengecup pucuk kepala istrinya.
" Bukan nggak mau deket. Kan tadi lagi makan mas ", ucap Raya yang masih dalam pelukan Rayhan.
" Iya iya, mas tau kok. Maaf, mas cuma mo goda kamu ", sekali lagi dikecupnya kepala Raya.
" Dek.. ",
" Ya.. ", Raya menengadahkan kepalanya melihat Rayhan.
" Mas masih laper ",
Raya pun melepas pelukannya.
Ia kembali pada piring dan sendok dihadapannya.
Tok tok tok..
" Masuk !",
Rayhan berucap sesaat sebelum menerima suapan Raya.
" Kamu sakit bang ? ", tanya orang yang barusan masuk ruangan itu.
" Nggak ",
" Kenapa ? ", kini Raya yang bertanya.
" Kok disuapin ", pertanyaan yang tidak perlu jawaban.
" Biar ", Rayhan cuek, menunggu suapan berikutnya.
" Ckk.. Manja banget. Pake disuapin segala ",
Seloroh Raka.
" Ada apa ? ",
__ADS_1
Rayhan mengalihkan pembicaraan.
" Nggak da pa pa ",
" Tadi dibawah Dedi bilang ada abang disini. Tapi nggak bilang kalo ada kakak ipar juga ",
Setelah duduk di depan Rayhan, Raka ikut comot udang dihadapannya.
" Heh, itu punya ku ",
" Isshh.. Pelit amat. Tinggal pesen lagi, bisakan ", Raka jadi sewot.
" Nah kamu juga pesen sendiri bisakan ?! ",
Rayhan tak kalah sewot.
" Mas Raka ja_ ",
" Eitzz.. Kok mas ?? ",
Kata-kata Raya dipotong dengan protesan Raka.
" Lah kan tua an mas Raka ", bela Raya.
" Walo aku lebih tua 10 tahun dari kamu. Tetep aja, kamu nikahnya sama abang ku. Panggil nama aja ", penjelasan Raka.
" Ato.. Panggil adek ipar aja ",
Sambil menaik-turunkan alis.
" Heh itu mata sama alis dikondisikan. Dia istri ku ", protes Ray. Bergeser duduknya dan menempel lagi tuh sama Raya. Tak lupa tangannya merangkul pinggang sang istri.
" Astaghfirulloh abang.. Nggak akan lah aku godain kakak ipar ".
" Bucin dan posesif banget ", berlanjut dengan gumaman.
" Aku denger ",
Rayhan melirik Raka.
" Udah dong. Mas Raka ada perlu sama mas Ray ? ",
Raya mengalihkan topik perselisihan, sebelum Raka membalas Rayhan.
" Kalo manggil 'mas' lagi, aku bakal nempel kayak abang gitu ",
Raka mulai beranjak, seakan-akan bergerak mendekati Raya. Tangannya pun direntangkan seperti hendak memeluk.
Kalimat Raka berhasil membuat Rayhan hampir tersedak. Raka pun mendapat tatapan tajam dari abangnya.
" Buahaa haa haa ",
Eh si Raka malah ngakak tanpa dosa. Ia kembali duduk.
Rayhan pun mempererat rangkulannya, dan berhasil mencium pipi Raya.
" Bang !! ".
Raka melempar serbet yang ia raih dari atas meja.
Yang tadinya terbahak-terbahak, kini hilang sudah tawanya.
" Kira-kira dong. Nggak kasian apa, aku harus liat kemesraan kalian ", keluh Raka dengan bersungut-sungut.
" Nggak ", jawaban singkat dan ketus dari Ray.
" Dasar abang tega ",
🍁🍁🍁🍁🍁
Udah dulu yaa
maaf kalo masih banyak yang amburadul kalimatnya, typo sana sini
Maaf juga cuma dikit
tapi ters terus dukung Raya dan teman-temannya yaa
Makasih banyak
__ADS_1
Salam hangat Qidi 😍