Cinta Untuk Perawat Cantik

Cinta Untuk Perawat Cantik
Menjelang Acara


__ADS_3

Assalamu'alaikum


selamat membaca 📖📚


🍁🍁🍁🍁🍁


Hari yang dinanti tiba.


Hari ini, acara resepsi pernikahan Raya dan Rayhan. Acara yang diadakan dari pihak mempelai laki-laki.


Pagi-pagi sekali pintu kamar pengantin baru itu sudah diketuk beberapa kali.


Tok.. tok.. tok..


"Ray dua-duanya.. ayo bangun sayang. Yang mo ngrias udah nunggu itu!! ".


Suara mamah dari luar kamar.


Tidak ada jawaban dari dalam kamar Rayhan.


Masih sunyi.


" Ngapain sih mereka di dalam. Masak iya belum bangun. Begadang apa begadang sih.. ", mamah mulai nggak sabar tuh.


Baru mau mengetuk lagi, sudah terdengar suara kunci pintu diputar. Tanda pintu akan dibuka.


" Iya mamahku sayang ", suara Rayhan bersamaan dengan pintu terbuka.


" Raya ku masih di kamar mandi, mah. Ray juga baru selesai sholat ", penjelasan dari Rayhan.


" Lagian mah, ini masih jam berapa. Itu MUA kapan datengnya sih?, nginep di sini yaa ?", ucap Rayhan sebelum mamah Mia kembali berkata.


Ia juga sedikit kesal. Rencana nya ingin bermanja sebentar dengan Raya, pasca berdamai semalam. Gagal deh.


Gimana tidak kesal. Saat ini masih pukul 4.45 WIB. Padahal acaranya masih nanti pukul 09.00 WIB. Itu MUA habis nge-make up-in siapa coba, jam segitu udah absen di rumah orang.


Batin Rayhan, melebihi mak-mak lagi ngomelin anaknya, yang maen nggak pulang-pulang.


"Udah deh nggak usah ngeyel-ngeyel, nggak usah ngebatin juga. Buruan ajak Raya keluar! ", perintah mamah yang tidak mau dibantah lagi.


" Ayo sayang, cepetan yukk ! ".

__ADS_1


Ajak mamah, dengan melambaikan tangan pada Raya.


Kebetulan menantunya itu sudah terlihat, dan mendekat ke arah nya.


" Iya mah, Raya pake jilbab dulu ", jawab Raya sopan.


Mamah Mia mengangkat tangannya. Menyatukan jari telunjuk dan ibu jari, menunjukkan tanda 'ok'.


Beliau meninggalkan anak dan menantunya, agar bisa segera bersiap.


Jika mamah sedang repot ngurus sana-sini. Berbeda dengan papah yang lebih santai. Malah terlalu santai. Papah masih sempat nyemir sepatu sendiri, sambil menikmati secangkir teh hangat bikinan istri tercinta, mamah Mia.


Walaupun seorang yang kaya raya, tapi sesekali mengurus keperluan diri sendiri nggak ada salahnya kan. Nggak harus selalu bergantung dan kasih perintah ini-itu pada ART.


°°°°°


Di tempat lain.


Ada yang sedang menyusun rencana jahat nya.


Berniat menggagalkan pernikahan Rayhan dan Raya. Ia berfikir mereka belum resmi dan sah menjadi suami istri.


Maka dari itu, ia berusaha agar Rayhan tidak jadi menikahi perawat itu. Apapun caranya.


°°°°°


Setelah mengakhiri panggilan, Raka bersiap dan memasuki salah satu mobil yang diparkir di halaman rumah keluarga Rayhan.


Ia menjadi supir untuk kedua mempelai.


Rombongan mulai berangkat menuju gedung tempat acara pernikahan pasangan duo Ray.


Setelahnya mobil Raka menuju hotel tempat saudara Raya yang lain menginap.


Di sana sudah ada satu mobil yang lebih mewah dan dihiasi bunga dibagian depannya.


Pastilah orang mengira kalau itu mobil pengantin.


Raka dan Bagas tiba di hotel. Mereka menjadi supir sekaligus sebagai perwakilan keluarga yang menjemput rombongan tamu dari Jogja.


Ternyata mobil mewah itu milik Andi. Bagas dangan cepat menerobos masuk dibagian kemudi, saat Andi membuka pintu depan.

__ADS_1


" Apaan sih lu.. ",


" Ssttt, kali ini.. aku jadi supir kalian. Ok!? ",


Ucap Bagas sambil cengengesan, lalu menutup pintu mobil.


" Dasar !! ", umpat Andi pada sahabatnya itu.


Bagas dengan santai, tanpa mempedulikan umpatan Andi, menoleh ke bangku samping. Dengan senyum mengembang ia hendak menyapa penumpang yang duduk di sebelahnya.


Belum sempat berucap sepatah kata pun, untuk sekedar basa-basi agar tidak canggung. Ekspresi wajah Bagas sudah berubah 360 derajat. Menjadi masam, mendung seakan ada kabut yang menaungiya.


Itu semua tak jauh dari ulah Andi.


Andi pergi ke pintu mobil yang sebelah. Ia membukanya, dan menyuruh penumpang di sana untuk pindah ke bangku belakang.


Penumpang yang tak lain adalah Adinda, adik perempuan Andi, hanya nurut saja apa perintah kakaknya.


Dalam hati, Andi tertawa penuh kemenangan. Apalagi melihat raut wajah Bagas. Seakan tawanya kian menggelegar.


" Bhuaa haa haa haa.. ", begitu kira-kira kalau disuarakan. (anggap tawa yang keras dan terpingkal-pingkal yaa.. hee hee)


Rombongan dari Jogja pun meninggalkan hotel menuju tempat pesta.


Raka yang paling depan. Sedangkan mobil yang dikemudikan Bagas berada di urutan terakhir. Entah kenapa mobil itu tidak bisa diajak melaju cepat.


Tentu saja Raka tiba lebih dulu dari pada Bagas dan Andi. Serta Adinda yang duduk di bangku belakang.


Setelah selesai dengan tugas nya, Raka bertolak untuk menjemput cewek idamannya. Walaupun belum terbuka dengan hubungannya, tapi Raka mencoba untuk mengenalkan gadisnya pada keluarganya. Pelan-pelan agar bisa diterima.


🍁🍁🍁🍁🍁


sedikit dulu yaa


maaf kalo banyak typo


maaf juga ceritanya datar-datar aja


tetep semangatin aku ya, beri vote gift like dan koment juga saran dan kritik nya


makasih buat smuanya, dah mau mampir

__ADS_1


makasih juga buat dukungannya


salam hangat Qidi 😍


__ADS_2