
Assalamu'alaikum
selamat membaca 📖📚
🍁🍁🍁🍁🍁
Pesta segera dimulai. Kedua mempelai sudah bersiap untuk diarak memasuki tempat pesta.
Pelaminan yang dihias sederhana tapi elegant. Dekorasi berwarna putih, dengan rangkaian bunga mini di beberapa bagian. Dan satu rangkaian besar di bagian atas. Ditambah cahaya lampu kecil yang menghadap ke tempat duduk pengantin, menambah kesan romantis.
Dan menunjukkan fokus perhatian hanya tertuju pada raja dan ratu hari ini. Rayhan dan Raya.
Kini kedua tokoh utama acara tersebut sudah berada di pelaminan. Karena acaranya adalah pesta, maka prosesi nya tidak panjang dan tidak sedetail saat di tempat Raya dulu.
Tetap dengan proses sungkeman kepada kedua orang tua. Selebihnya adalah sesi pengambilan gambar.
Mengenakan kebaya modern warna biru tua, dengan hiasan manik-manik payet. Dilengkapi dengan jilbab yang senada, sedikit lebar hingga menutup bagian dada.
Berhiaskan mahkota kecil di kepala nya.
Raya tampak begitu anggun.
Make up tipis namun tetap memberi kesan ayu alami, membuat siapa saja tidak akan bosan untuk memandangnya.
Tapi justru itu membuat Rayhan tidak nyaman.
Bagaimana ia akan tenang, kalau banyak pasang mata laki-laki tertuju ke arah istrinya.
Ia seakan ingin menyembunyikan Raya di balik punggungnya. Memperingatkan para lelaki yang tengah melihat wanitanya.
Karena acaranya lebih santai. Maka orang tua kedua nya tidak selalu ada di dekat sang pengantin.
Mereka yang hadir juga bisa bersalaman dan berfoto bersama kedua mempelai.
Nampaknya mama Mia dan Raka menyadari situasi tersebut.
Tanpa dikomando, keduanya berjalan ke arah kedua pengantin.
"Ray, senyum. Mukanya jangan dingin gitu ", mama Mia memperingatkan anaknya, agar mengubah ekspresi wajahnya.
Raka yang berada di belakang mamah hanya tersenyum menahan tawa.
__ADS_1
" Kasian Raya kalo abang mukanya datar gitu ", Raka ikut menimpali, sambil menaik turunkan alisnya.
" Tunjukin kalo abang bahagia bersanding dengan Raya! ".
Bisikan Raka dengan nada serius menyadarkan Rayhan.
Benar, ia akan menunjukkan kepada semuanya, bahwa dia lah suami Raya. Laki-laki sah disamping Raya. Dan dia bahagia bisa mempersunting Raya.
Setelah itu, senyum manis terus terlihat di bibir Rayhan. Menghiasi wajah tampan laki-laki di samping Raya.
Rayhan dengan setelan jas warna senada dengan Raya, dilengkapi dasi kupu-kupu yang menghiasi leher jenjangnya, membuatnya terlihat semakin gagah.
Dan itu membuat iri banyak wanita yang melihatnya.
Terutama salah satu wanita yang saat ini tengah duduk di sudut ruangan. Ia terus melihat ke arah Rayhan. Hanya melihat Rayhan. Semua tingkah laku Rayhan, ia perhatikan dengan serius.
Senyum Rayhan yang manis membuatnya tersenyum sinis. Penampilan Rayhan yang menawan membuat nya semakin tertekan.
Niat jahatnya menggagalkan pernikahan itu tidak terwujud. Rencananya berjalan lancar tapi tujuannya salah sasaran.
Ia sudah mempersiapkan semua dengan rapi.
Membayar orang yang pengalaman dibidang nya. Ia menyabotase mobil yang akan digunakan Raya.
Namun sayang, ia salah perkiraan. Karena Raya sudah resmi menjadi istri Rayhan, maka sudah tinggal di rumah keluarga Rayhan.
Dan mobil yang ada di hotel dan dihias apik itu dinaiki oleh Bagas, Andi dan Adinda.
Benar saja, rencana nya menyabotase mobil berhasil. Mobil yang dikemudikan Bagas mengalami rem blong dan entah kenapa bisa pecah ban.
Sesaat Bagas bisa menguasai kendaraan nya. Karena mobil memang tidak bisa melaju dengan kencang. Tapi naas, karena rem yang tidak berfungsi dengan baik, di jalan yang sedikit menurun dan berbelok membuat mobil melaju tidak terkendali.
Alhasil mobil tersebut menabrak pembatas jalan dengan sangat keras.
Kondisi Bagas.. Andi.. Adinda..
°°°°°
Kembali ke acara resepsi.
Rayhan dan Raya sedang menikmati minumannya. Meskipun hanya sebentar, mereka manfaat waktu istirahat dari para tamu yang ingin berfoto.
__ADS_1
"Dek, kok Bagas dari tadi nggak kliatan ya? ", tanya Rayhan pada istrinya, di sela-sela minumnya.
" He em ", jawab Raya dengan mulut masih berisi air minum.
" Iya ya. Padahal yang lain dah pada foto ", lanjut Raya.
" Andi sama Adinda juga. Pada kemana sih ".
Gumam Rayhan, sambil melihat sekeliling.
Ada tanda tanya besar, kenapa ketiga orang tersebut dari tadi tidak nampak. Tidak mungkin kalau tidak datang.
Sedetik kemudian Rayhan tersadarkan oleh tatapan mematikan dari seseorang di samping kiri nya. Siapa lagi kalau bukan istri tercinta.
" Enggak, 'yang ",
Rayhan merangkul dan mengusap pelan lengan kiri Raya. Sedangkan tangan kanannya menggenggam lembut tangan kanan Raya, seraya membawa ke pangkuannya.
" Jangan marah lagi yaa. Adinda itu udah lama jadi fans berat nya Bagas ",
Demi keamanan buka puasa nya, ia pun membuka rahasia Adinda pada Raya.
Wkwkwkkk.. memang ya demi cinta, rahasia sahabat pun diungkap,, hmm.
" Tolong yang mesra-mesraan ditunda dulu. Ada yang menghilang ".
Celetuk Dony, yang juga sahabat Rayhan.
Perhatian kedua Ray pun beralih ke sumber suara. Tapi tangan Rayhan tetap tidak beralih dari tempat semula.
🍁🍁🍁🍁🍁
Sedikit dulu yaa
maaf kalo banyak typo
maaf juga ceritanya datar-datar aja
tetep semangatin aku ya, beri vote gift like dan koment juga saran dan kritik nya
makasih buat smuanya, dah mau mampir
__ADS_1
makasih juga buat dukungannya
salam hangat Qidi 😍