
assalamu'alaikum
selamat membaca 📖📚
🍁🍁🍁🍁🍁
Kedua orang yang tidak sengaja mendengar percakapan kakak-beradik itu pun penasaran, tertarik, dan akhirnya menyimak obrolan mereka. Tanpa mereka ketahui.
"Bang, boleh tanya nggak ?",
"Ck, formal banget sih bahasa kamu ".
Bima tersenyum samar.
"Karna ini serius bang ", ucap Raka lagi.
"Tanya aja. Biar kamu bisa tidur nyenyak nanti ", kini Bima tertawa pelan, namun masih bisa didengar Raka.
"Abang menyukai dia, memcintai dia ato hanya karena dia sama dengan wanita yang ada dulu ?".
"Hmm, kamu memang hebat. Nggak bisa menyembunyikan cerita dari kamu ".
Bima kembali menyalakan rokoknya. Tanpa menikmati nya.
"Aku sendiri juga berfikir sama dengan mu. Mungkin aku berusaha mendapatkannya, karena tidak mau keduluan dengan orang lain. Tapi.. yach, lagi-lagi bukan jodohku. Hanya yang berbeda, aku menyaksikan sendiri dia menjadi milik orang lain ".
Penjelasan Bima yang panjang. Lebih ke curhat. Mengeluarkan apa yang ada di pikirannya. Ia ingin menumpahkan apa yang menjadi beban dalam hatinya. Yang membuat sesak dadanya.
Mungkin ini saat yang tepat, karena ada seseorang yang dianggap pas untuk mendengar semua isi hatinya.
Katakanlah Bima sudah tidak kuat. Dan saat Raka menanyakannya, itu ia jadikan kesempatan untuk bebagi cerita.
Sebenarnya dengan Rayhan pun ia sering bercerita. Tapi karena ini juga menyangkut Raya, maka ia bertahan untuk memendamnya.
"Abang yakin wanita itu sudah menikah ?"
Tanya Raka, tentang wanita masa lalu Bima.
"Pernah bertanya padanya ?",
Bima diam, hanya memainkan sisa rokok di tangannya.
"Ato.. karna abang nggak berani mendengar kenyataan yang sebenarnya, jadi abang anggap pemikiran abang itu benar ".
Tepat sekali tebakan Raka.
Ya itulah adik laki-laki Bima dan Rayhan. Sangat teramat peka.
Bima menundukkan kepalanya dalam. Rokoknya pun terjatuh, lepas dari tangannya.
"Bang, cari tau dulu. Mungkin saja yang di sana juga ada perasaan yang sama. Dan sedang menunggu abang ".
"Menurutmu begitu ??",
Tanya Bima yang sedikit terbuka pikirannya. Ada secercah harapan, walaupun kemungkinan besar hasilnya nol.
Karena itu sudah hampir tiga tahun berlalu. Mungkin wanita itu benar-benar dudah menikah.
"Ehm.. boleh bergabung ?", tanya seseorang dari belakang Raka.
Perhatian pun beralih ke sumber suara.
"Ray.. ", ucap Bima lirih.
"Bang.. sini ", ucap Raka yang hampir bersamaan.
Raka menggeser duduk nya. Memberi ruang untuk Rayhan duduk.
__ADS_1
"Lagi ngomongin apa, serius banget kayaknya ?",
Basa-basi nich Rayhan. Padahal kan yang nguping tadi dia.
Satu lagi adalah papah Husni. Setelah melihat ketiga anak laki-lakinya aman-aman saja, tidak ada tanda-tanda tawuran. Papah Husni pun meninggalkan tempat persembunyiannya. Pergi menemui ibu negara.
"Lagi dengerin bang Bim curhat ", jawaban Raka secara sponta. Uhuy..
Bima menegakkan setengah badannya. Yang setengah masih bertumpu pada sikunya yang berada diatas paha. Sambil melotot ke arah Raka.
Raka dengan kebiasaannya, hanya cengar-cengir saja.
"Curhat apa bang ?".
Tanya Rayhan lagi.
Bima menghela nafas. Berusaha berfikir cepat dan mengatur kata-kata yang pas. Tapi naas, pikirannya sedang mode 'malas mikir'. Alhasil, dia ngomong apa adanya.
"Maaf Ray, kita lagi ngomongin Raya ".
Langsung Rayhan mengangkat kepala. Meluruskan pandangan ke arah Bima. Namun langsung ia tundukkan pandangannya. Ia sadar tingkahnya akan membuat suasana tidak kondusif.
"Ada apa dengan istriku ?",
Menyebut kata 'istri' untuk menujukkan kepemilikkannya.
"Kamu pasti sudah tau. Aku minta maaf kalo mengganggu pikiran mu. Tapi aku sudah melepas rasa itu. Terserah percaya ato tidak. Aku tidak mau kamu salah paham ".
Kalimat Bima panjang tanpa henti. Ia khawatir Rayhan akan selisih paham dengan Raya.
"Iya bang. Aku juga minta maaf, bukan maksud merebut ato mendahului abang ".
"Bukan salahmu. Itu smua tentang rasa. Kita tidak bisa menyalahkan keadaan juga ",
Hening sejenak. Raka pun hanya menyimak kedua kakaknya itu.
Ucapannya tenang, tapi kok terkesan mengancam. Apa benar rasa itu sudah dilepas smua.
"InsyaAllah akan aku jaga dan aku lindungi istriku ".
Bima mengangkat jempolnya sambil menganggukkan kepala.
Beberapa menit berlalu. Tak terasa hampir satu jam mereka bertiga bercengkrama.
Dan kini mereka berada di kamar masing-masing.
"Mas.. ", panggil Raya pelan.
Ia merasa ada yang mengusik tidurnya. Karena ada tangan yang menelusup, memeluk perutnya.
"Hmm.. ", Rayhan memejamkan matanya.
Raya ingat akan sesuatu.
"Oh iya, tadi hp nya bunyi ",
"He em ", mode males nya Ray.
"Ada pesan ", lanjut Raya.
"Biarin ", tetap dengan mata terpejam.
"Mas, tadi mas Bima.. "
"Besuk aja bahasnya dek ", potong Rayhan.
"Tapi itu.. ",
__ADS_1
Raya masih mencoba menyampaikan, kalau Bima tadi kirim pesan. Tidak sengaja Raya melihat notif pesan di hp Rayhan. Karena tadi ada di sebelahnya.
Tapi karena Rayhan lagi nggak mood dengan Bima. Jadi ia malas ngomongin yang ada hubungannya dengan abang nya satu itu.
Di kamar Raka.
"Bang, besuk kesini ya. Agak pagi. Ada yang ingin aku bicarakan ".
Ucap Raka dalam panggilan telpunnya.
"Iya ".
Tanpa banyak tanya. Orang diseberang telpun langsung mengiyakan.
Keesokan harinya.
Rumah Rayhan semakin ramai.
Malam nanti akan ada acara pengajian. Doa bersama sebelum besuknya acara pesta pernikahan Raya dan Rayhan.
"Bang.. ", panggil Raka dengan melambaikan tangannya.
Bagas bergegas menghampiri Raka.
"Ada masalah apa ?",
"Tolong urus dia ",
Raka menunjukkan ponsel Rayhan yang menyala.
Ekspresi Bagas ditangkap oleh Raka. Emang kan Raka paling peka.
Raka menjawab kebingungan Bagas.
"Dia chat bang Ray terus. Dan Raya tau. Bang Ray nggak mau nanti ada masalah. Katanya dia bisa saja nekat ".
Penjelasan Raka pada Bagas. Dan dibalas anggukan, tanda paham dengan situasi nya.
Malam tiba.
Orang-orang mulai berdatangan ke rumah keluarga Husni. Acara pengajian akan segera dimulai.
Di sana tampak kedua orang tua Rayhan dan juga Raya.
Adik Raya sudah klop dengan Caca. Mereka selalu tampil bersama.
Tidak lupa bintang acara nya. Mereka berdua sudah siap dengan pakaian coupel nya. Ikut menyambut para tamu yang berdatangan.
Tidak banyak yang mereka undang. Hanya tetangga sekitar saja.
Saat semua sudah masuk, dan acara siap dimulai. Datang lah seseorang yang membuat Bagas melototkan matanya. Seseorang yang tidak terduga datang.
Bukan hanya Bagas. Rayhan pun ikut kaget karena kedatangannya.
🍁🍁🍁🍁🍁
sedikit dulu yaa
maaf kalo banyak typo
maaf juga ceritanya datar-datar aja
tetep semangatin aku ya, beri vote gift like dan koment juga saran dan kritik nya
makasih buat smuanya, dah mau mampir
makasih juga buat dukungannya
__ADS_1
salam hangat Qidi 😍