Cinta Untuk Perawat Cantik

Cinta Untuk Perawat Cantik
Saatnya Buka Puasa


__ADS_3

Assalamu'alaikum


selamat membaca 📖📚


🍁🍁🍁🍁🍁


Pesta pernikahan Rayhan masih berlangsung.


Sesi foto bersama kedua mempelai juga dilanjutkan.


Kini giliran teman-teman Raya untuk mengambil gambar.


"Ray dan Ray, selamat ya untuk kalian berdua. Semoga samawa, lekas dapat momongan yang imut cantik kayak ibuknya ", ucapan dan doa dari dokter Sinta.


Ia datang bersama suamiya.


" Aamiin ",


" Aamiin, makasih dokter ",


Ucap kedua mempelai bersamaan.


" Doanya ditambah, Sin ",


Dokter Sinta megerutkan dahinya.


" Dan anak yang gagah tampan mirip bapaknya ", lanjut Rayhan tanpa malu.


Dokter Sinta memutar bola mata sambil mencebikkan bibirnya. Ia berlalu setelah cipika-cipiki dengan Raya, dan mengacuhkan Rayhan.


Suami dokter Sinta hanya mengulum bibirnya, menahan senyum.


Ia menyusul istrinya. Sebelumnya ia menepuk pelan lengan Rayhan.


" Sabar yach ", bisik suami dokter Sinta pada Rayhan.


Kini giliran dokter dan para staff lainnya, rekan kerja Raya di rumah sakit yang sama. Juga tamu undangan dari rumah sakit yang berbeda. Karena banyak yang antri, mereka secara rombongan berfoto bersama.


Maklum lah, orang tua Rayhan dan juga Bima adalah pemilik salah satu rumah sakit terkenal di Surabaya. Maka dari itu, tamunya sangatlah banyak.


Tiba juga giliran dokter Johan. Ia berjalan bersama seorang dokter muda. Seorang dokter wanita yang belum lama bekerja di rumah sakit tempat Raya bekerja.


Dengan senyum manisnya dokter wanita itu menyalami Rayhan. Mengucapkan selamat dengan nada menggoda. Namun Rayhan sama sekali tidak tertarik. Ia malah buru-buru melepas jabat tangan dengan wanita itu.


" Trimakasih ", hanya satu kata sebagai tanggapan Rayhan.


Dengan kecewa dokter tersebut melepas tangannya. Berganti berjabat tangan sekilas dengan Raya dengan senyum sinis terbentuk di bibirnya. Kemudian berlalu pergi tanpa berniat berfoto dengan kedua pengantin.


Berbeda dengan dokter Johan. Ia tidak akan melewatkan kesempatan untuk mengabadikan gambarnya bersama suster kesayangannya.


Kini ia berhasil mengambil pose di samping Raya, meski Rayhan merangkul erat pinggang Raya. Ternyata posesif sekali Rayhan. Apalagi jika berhubungan dengan sang istri.

__ADS_1


Dita, hanya dia yang belum mengambil gambar nya dengan kedua mempelai. Entah mengapa.


Dia saat ini hanya berdiri dengan gelisah, melihat kesana kemari seolah ada yang ia cari.


Hanya sesekali memandang ke arah Raya dan Rayhan berdiri.


" Kamu mencari siapa ? ",


Tanya seorang laki-laki, yang tiba-tiba muncul dan menarik tangan Dita.


Meskipun kaget, Dita diam saja dan menurut. Mengikuti langkah pria tersebut menuju pelaminan. Mereka berfoto bersama.


Kedatangan kedua nya membuat bengong Rayhan dan Raya. Bertanya-tanya, ada hubungan apa diantara mereka. Begitu dekat dan akrab.


Di rumah sakit..


" Kalian kembalilah ke pesta. Kasian Ray ".


Pinta Bagas, dan Andi pun mengangguk tanda setuju.


Raka dan Dony pun pamit. Mereka meningalkan rumah sakit dan kembali ke tempat pesta pernikahan Rayhan dan Raya.


Mereka tiba saat masih berlangsung foto-foto.


Saat tiba, Dony langsung menuju ke meja makanan. Disana tertata rapi berbagai makanan. Dari makanan daerah sampai makanan modern tersaji di atas piring-piring besar.


" Bagaimana keadaan mereka ? ".


Tanya Bima kepada Dony.


" Bagas dan Andi baik, aman. Adinda belum sadar ", ucap Dony setelah menelan makanan yang barusan ia makan.


" Sepertinya ada yang nggak beres dengan mobil Andi ", lanjut Dony.


" Aku sudah curiga sejak awal Bagas bercerita ",


" Trus rencana abang ? ", tanya Dony pada Bima.


" Keberuntungan kita, karna itu hotel keluarga. Jadi kita bisa mengakses cctv dengan mudah ". Ucap Bima dengan bangganya.


" Abang sudah mulai menyelidikinya ?? ",


Bima menjawab pertanyaan Dony dengan anggukan kepala mantap. Disertai senyum tipis, yang menyiratkan ada sesuatu yang ia rahasiakan.


Matahari semakin meninggi, menandakan hari semakin siang. Acara sudah selesai.


Tempat pesta mulai sepi.


Tinggal keluarga Rayhan.


Orang tua Raya juga adik, serta rombongan pamit untuk lansung kembali ke jogja.

__ADS_1


Saat nya sepasang pengantin untuk pulang. Mereka berdua naik mobil dengan Dony sebagai supirnya. Karena Raka sedang mengantar seorang gadis, yang belum lama ini resmi menjadi kekasih nya.


Bima dan Caca satu mobil dengan orang tua mereka.


Setibanya di rumah..


Semua orang masuk ke kamar mereka masing-masing.


Raya sebelumnya sudah melepas beberapa asesoris yang ia kenakan, dibantu oleh orang dari jasa make up tadi pagi.


Di kamar, Rayhan membantu istrinya yang sedang kesusahan melepas baju kebaya.


" Udah mas, segitu aja ! ", perintah Raya.


Rayhan tanpa kata, menghentikan gerakan tangannya yang menarik resleting baju Raya.


Seperti terhipnotis. Ia hanya diam.


Menelan liur sendiri, melihat sekilas punggung wanita halalnya yang kini terbuka.


*Putih... *, suara batin Rayhan.


Tidak tahu apa yang dipikirkan suaminya. Dan juga tidak mempedulikan Rayhan. Raya langsung masuk kamar mandi.


Rayhan tersadar saat Raya beberapa kali memanggilnya.


Ternyata handuknya tidak terbawa. Tapi masih untung dia membawa baju ganti. Raya minta tolong pada suaminya untuk diambilkan handuk.


Tak lama kemudian Raya keluar dengan handuk melilit di kepala.


Rayhan yang sedang ganti baju, melihat penampilan istrinya otomatis tersenyum lebar.


" Mas kenapa ? ",


" Nggak pa-pa dek ", jawab Rayhan dlsambil berjalan ke arah Raya dan memeluknya.


*Saat nya buka puasa *, batin Rayhan.


Ia masih tersenyum di balik pungung Raya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sedikit dulu yaa


maaf kalo banyak typo


maaf juga ceritanya datar-datar aja


tetep semangatin aku ya, beri vote gift like dan koment juga saran dan kritik nya


makasih buat smuanya, dah mau mampir

__ADS_1


makasih juga buat dukungannya


salam hangat Qidi 😍


__ADS_2