
Selamat membaca 📚
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Hari ini Raya sangat lelah. Badan yang seharusnya ia bebaskan dari lengket keringat sejak tadi, harus tertunda karena traktiran makan dari bu dokter.
Kini ia sudah berada di asrama. Merebahkan tubuhnya di atas kasur, yang selama ini telah setia menemani hari-hari lelahnya. Ia pun mulai memejamkan matanya.
Dua jam sebelumnya...
"Assalamu'alaikum, hallo buk ".
" Wa'alaykumussalam, nduk.. kamu sudah pulang kerja? ".Tanya ibu Raya di seberang sana.
" Iya buk, baru aja sampai. Ada apa buk ? ".
" Ibu mau menyampaikan soal kemaren, itu..."
"Iya, gimana acaranya buk? ". Raya memotong ucapan ibunya.
" Heh.. gak sopan kamu, ibuk belum slesai ngomong dah disela aja. Gak sabar ya, pengen tau hasilnya? ".
" He he he...iya buk, maaf ". Raya menjawab sambil nyengir, walaupun ibunya tidak melihat ekspresi wajah si anak.
"Begini lho.. tadi Rayhan dan keluarganya datang, resmi nglamar kamu. Bapak sama ibuk sudah menerimanya. Dan sepakat kalian akan menikah insyaAllah 1 bulan lagi ".Demikian penjelasan ibuk.
" Ha! 1 bulan lagi? cepet banget buk? ".Tanya Raya dengan begitu kaget nya.
" Memangnya kenapa? InsyaAllah itu yang terbaik, mengingat kalian itu tinggal satu kota tanpa pengawasan bapak ibuk ".
" Ibuk gak percaya sama Aya?".
"Bukan gak percaya sama kalian, tapi demi kebaikan smua. Bapak sama ibuk juga gak was-was nduk. Ingat dia masih CALON suami ". Ibu mengingatkan dengan menekanan kata " calon" agar Raya paham dengan maksud sang ibu.
"Iya buk ".
" Dari tadi iya-iya terus jawabnya. Ya sudah, ibuk cuma mau menyampaikan itu saja. Bab kamu mau cuti kapan, nanti dibicarakan lagi ya. Sekarang istirahat dulu, capek to pasti... habis kerja ".
" Iya buk ".
" Naahh.. iya lagi. Dah makan belom, dah sholat? ".
" Iya buk, habis ini. Ya sudah buk, assalamu'alaykum ".
Raya mengakhiri panggilan setelah mendengar jawaban salam dari ibunya.
Ia menghela nafas panjang, sambil berjalan ke arah sofa mini disamping kasurnya.
Belum juga sempurna ia duduk, HP yang ia genggam dari tadi kembali berdering. Menampilkan nama seseorang yang baru saja menyandang gelar "calon suami".
" Hallo mas.. assalamu'alaikum ". Sapa Raya.
" Kok HPnya sibuk dari tadi, Raya? ".
" Ehm.. mas.. ", Raya memanggil de ngan nada rendah.
__ADS_1
" Wa'alaykumussalam, maaf. Kamu dari mana aja, dari tadi ditelpon kok sibuk terus ". Rayhan mulai gak sabaran ternyata.
" Tadi waktu baru sampai dah dapet telpon dari ibuk. Jadi.. dari tadi ya sibuk ngobrol sama ibuk ".
" Hmmm.. dah baca pesanku? ". Suaranya sedikit lembut, tidak seperti awal tadi.
" Belum lah mas.. kan baru slesai sama ibu trs mas telpon ini ". Sabar Raya.. sabar. Begitu kira-kira pikiran Raya saat ini.
Hening..
"Ada apa mas telpon aku? ".
" Gak pa-pa. Cuma kepikiran aja, knapa kamu susah dihubungi ".
" Tapi mikirnya tetap yang baik-baik aja kan yaa? ". Jawab Raya dengan lembut, tidak ingin laki-laki yang berada di ujung telpon itu menjadi berfikir yang tidak-tidak.
" Ehemm.. ehemm.. ". Terdengar suara deheman yang keras. Tapi bukan suara Rayhan ataupun Raya.
" Siapa itu mas? ". Raya penasaran mendengar suara orang lain di sana.
" Raka". Jawab Rayhan dengan ketus. Karena ia tau maksud Raka bersuara seperti itu.
Yaa.. itu suara Raka. Ia sedari tadi mendengar dan memperhatikan kelakuan kakaknya yang mulai bucin.
Raya mengangguk. Tentu saja Rayhan tidak bisa melihatnya.
"Masih ada lagi mas, yang mau diomongin? ".
" Kenapa? ". Bukannya menjawab, Rayhan malah balek nanya.
" Oohh,, iya. Ya udah, assalamu'alaikum ".
Rayhan mematikan telpon setelah mendengar Raya menjawab salamnya.
Dalam hati, sedikit tidak rela ia mengakhiri panggilan telpon itu. Karena sebenarnya ia masih ingin ngobrol dengan perawat cantiknya.
" Udah bang? ".
" Apanya? ". Kebiasaan,, bukan menjawab tapi balek nanya.
" Marah-marah gak jelasnya ". Ucap Raka, sambil menahan tawanya.
Pletakk..
Dahi Raka pun mendapat sentilan sayang dari sang abang.
" Apaan sih bang, orang nanya tuh dijawab.. bukan disentil ". Protes Raka, yang saat ini sedang mengusap dahinya yang terasa panas.
" Udah ". Jawaban yang singkat, padat, tegas, tapi kurang jelas bagi Raka. Tidak memuaskan yang bertanya.
" Raya nya kemana tadi, kok gak jawab telpon abang? ".
" Dia baru nrima telpon dari ibuk Jogja ".
" Cie.. cie.. dah ikut-ikut manggil 'ibuk' nii ".
__ADS_1
" Aduuhh.. ".
Ledekan Raka yang mendapatkan hadiah berupa lemparan tisu satu kotak.
Di tempat terpisah.. masih di Surabaya
Di asrama, Raya yang sudah selesai bersih-bersih diri, merebahkan tubuh lelahnya di kasur miliknya.
" Segitu khawatir kah dengan ku... hmm khawatir apa posesif itu. Pertama kalinya nelpon kok gak ada mesra-mesranya. Malah introgasi ".
Raya bermonolog, dengan memandangi telpon selulernya. Sebentar ia tersenyum, sebentar kemudian memajukan bibirnya.
Tok tok tok...
Tiba-tiba lamunannya bubar.. buyar.. ada seseorang yang sedang berdiri di samping pintu masuk kamar Raya, dengan tangan bersedekap di depan dada. Wajahnya penuh tanda tanya...
Raya pun bangun, beralih ke posisi duduk di tepi tempat tidur. Orang itu mendekat dan menempelkan punggung tangannya pada dahi Raya.
" Gak panas.. tapi kok dari tadi ngomong sendiri.. senyum-senyum,, manyun-manyun tuh bibir ".
Raya segera menepis tangan Dita.
" Ngapain sih, Dit? ". Raya cengar-cengir. *Pasti Dita denger omonganku yang tadi*. Batin Raya.
Yaa,, orang yang sedari tadi berdiri dekat pintu adalah Dita.
" Kamu knapa sih Ray, dah kayak orang stress aja ".
" Heh! kamu do'ain aku stress? ".
" Habisnya.. dari tadi ngomong sendiri ".
" Emangnya dari kapan kamu disitu? ".
" Isshh,, pertanyaannya 'dari kapan'.... dari kemaren aku di situ. Liat kamu senyum, manyun, kesel, bermacam ekspresi lah muka mu ".Jawab Dita dengan muka kesalnya. Ternyata benar, Raya tidak menyadari keberadaannya sejak tadi.
" Ada apa? lagi galau? masalah cowok? ".
" Eh.. tapi mana mungkin kalo masalah cowok ".
Dita menahan tawanya. Sebab tidak mungkin Raya akan galau masalah cowok, dia kan gak pernah ada cowok istimewa.
"Mmm.. sebenarnya...
💞💞💞💞💞
Udah dulu, yaa..
sedikit dulu,, lagi mentok idenya 😅😅
makasih untuk smua yang udah dukung karyaku,,
maaf masih tahap belajar..
semangat juga ya yang nunggu up nya😍😍
__ADS_1
Salam hangat Qidi 😍