
assalamu'alaikum
selamat membaca 📖📚
🍁🍁🍁🍁🍁
Bagas dan Raka berada di dalam kamar yang sama. Mereka kini sedang menikmati istirahatnya.
Tring.. tring..
suara dari ponsel Bagas yang ada di atas nakas.
Bagas yang sedang tidur pulas pun, dengan malas mengambil dan menerima panggilan tersebut.
📱Bagas : " Hallo..",
Suara khas orang bangun tidur yang masih malas untuk bangun.
📲 : " Assalamu'alaikum, mas Bagas.. ".
Jegagik.... (hadehh, bahasa apa itu thor.. ??!! )
Bagas benar-benar kaget dan langsung terbangun dari posisi tidur nya.
Matanya yang tadi terpejam langsung terbuka lebar.
Rasa kantuk yg tadi masih menggelayut kini hilang berganti semangat yang membara.
Ia lihat layar ponselnya yang masih menyala. Ia periksa kembali siapa yang melakukan panggilan ke nomer nya.
📱Bagas : "Astaghfirulloh ",
Tanpa sadar suaranya masuk dalam ponsel yang masih dalam panggilan tersebut.
📲 : "Kok malah istighfar, mas "
📱Bagas : "Eh, wa'alaikumussalam warohmatulloh ".
Jawab nya dengan terbata-bata. Sambil nyengir, yang tentu saja tidak kelihatan oleh lawan bicaranya di sana.
📱Bagas : "Ada apa dek, malam-malam telpun ?",
📲 : "Ini.. disuruh abang nanyain, kapan balek ke Surabaya. Acaranya tempat bang Ray nanti rencana nya gimana ?"
📱Bagas : "Kenapa nggak Andi sendiri yang telpun ?",
Dengan dahi berkerut, bukannya menjawab, Bagas malah balek bertanya.
📲 Andi : "Heh !! lo nggak peka ato nyawa lo yang belum ngumpul. Melek dulu gih !",
Kini suaranya berganti. Bukan lagi suara perempuan yang lembut seperti tadi. Tapi suara pria yang sedikit ngegas.
📱Bagas : "Nah kamu juga, kenapa pake nyuruh adek kamu buat telpun ",
Bagas tak kalah ngegas nya. Ia jadi kesal karena tiba-tiba mood nya hilang gara-gara suara bidadari yang berubah menjadi suara jin.
Percakapan di telpun masih berlanjut. Membahas rencana mereka di acara pesta pernikahan Raya-Rayhan di Surabaya nanti.
Informasi.. Andi adalah salah satu sahabat Rayhan dan Bagas. Ia kini tinggal di Jakarta, dan sudah berkeluarga.
(Maaf kalau namanya berubah ).
Selesai ngobrol di telpun dengan sahabatnya, Bagas melanjutkan tidur nya. Ia menyiapkan stamina untuk perjalanan jauh esok hari. Kembali ke Surabaya.
°°°°°
Kembali yok kekamar pengantin baru..
Raya dan Rayhan masih dalam posisi berpelukan seusai melaksanakan sholat subuh berjamaah.
"Jangan menangis lagi ya ?!". Pinta Rayhan dengan lembut.
"Jangan hari ini.. ",
__ADS_1
"Kalo besuk boleh.. ". Lanjut Raya.
Ia mengulang kalimat yang sama tempo hari, saat di rumah Rayhan, sebelum menikah.
Mengingat hal itu membuat keduanya tertawa bersamaan.
Namun tawa Raya tiba-tiba terhenti..
Mata Raya melotot, kaget.
Senyum di bibir nya hilang, karena ada yang mendarat di sana.
Ia mendapat kecupan hangat dari Rayhan.
Lelaki halal yang sudah berhak atas dirinya itu mengecup sekilas bibir tipisnya.
wuaaa.. author pegang bibir sendiri nii, jaga-jaga kalo ada yang tiba-tiba nempel.. wkwkwkkk
Raya menutup matanya. Ia berpikir, dengan memejamkan mata ia tidak akan terlihat.
Rasanya pengen sembunyi, maluuu...
Ia menyentuh bibir nya. Kemudian membuka mata, karena tangannya ditarik pelan oleh seseorang yang sudah mengambil kesempatan dalam pelukan.
Ternyata oh ternyata, Rayhan tidak melepas pandangannya sejak tadi. Dengan senyum manis yang tercetak di wajah tampannya.
Raya seperti terhipnotis. Ia hanya mampu menatap mata suaminya tanpa berkedip. Dan akhirnya colekan di ujung hidungnya, menyadarkan lamunan Raya.
"Kok bengong ?",
"Eh, enggak kok. Mas, sih ". Raya memalingkan wajahnya tak kuasa menahan malu. Malunyaa.. pake banget. Tapi juga bahagia. Nggak nyangka mendapat perlakuan manis dari seorang Rayhan.
"Kaget.. suka.., apa mau lagi ".
Bisik Rayhan di telinga Raya yang berada tepat di depannya.
Sang suami berhasil menggoda si istri.
Raya melepaskan diri dari pelukan Rayhan.
Ia berdiri dan melepas mukenanya, serta merapikan alat sholat mereka. Begitu pula Rayhan. Sambil terkekeh melihat tingkah istrinya, ia bangkit dan membuka baju kokonya. menyisakan kaos lengan pendek yang terlihat lebih santai.
Raya mengenakan jilbab yang diambilnya dari gantungan dekat pintu. Ia hendak keluar kamar.
Namun belum sempat membuka pintu, tangan Raya yang memegang handle pintu ditahan oleh Rayhan.
"Adek marah ?", yang ditanya hanya menggeleng dan menunduk.
"Liat mas dong !", pinta Rayhan dengan suara pelan. Diangkatnya dagu Raya.
"Maaf ya ?!", Raya menggeleng.
Rayhan memiringkan wajahnya, ekspresi gak paham dengan kata maaf Raya.
"Kaget mas, malu ", ucap istrinya dengan menunduk dan memegang lagi bibir nya.
"Itu ciuman pertamaku ", lanjutnya dengan suara yang pelaann, sangat pelan.
Tapi salah. Bicara sepelan apapun, Rayhan tetap bisa mendengarnya.
"Alhamdulillah ".
"Kok alhamdulillah. Mas seneng ya ?".
Kesal rasanya.
"Iya lah, seneng. Seneng karena ciuman itu mas yang dapat. Ini mas yang punya ".
Penjelasannya, sambil menyentuh bibir Raya.
"Trimakasih, karena sudah menjaganya ", lanjut Rayhan dengan suara berbisik.
Dan dikecupnya lagi bibir istrinya tanpa permisi.
__ADS_1
Saat ingin protes, Rayhan sudah membuka pintu kamar. Kebetulan ada yang lewat dan menyapa mereka. Yaa nggak jadi protes nya.
°°°°°
"Assalamu'alaikum ".
Orang tua Rayhan beserta rombongan bertamu lagi. Kedatangan mereka sekaligus berpamitan. Mereka akan kembali ke Surabaya.
"Wa'alaikumussalam warohmatulloh, mari masuk. Silahkan ".
Jawab orang tua Raya dengan ramah.
Makanan sudah tersaji. Dari yang berat hingga ringan, juga camilan dan tak lupa minuman nya. Semua sudah ditata rapi diatas tikar, di ruang tamu.
"Maaf, lesehan saja. Biar bisa duduk bersama ", ajak ayah Raya.
"Nggak pa-pa pak. Malah lebih santai ".
Balas papah Husni yang diangguki yang lainnya.
Mereka semua duduk melingkar, mengitari tatanan makanan yang ada di sana.
Di sela-sela makan.
"Bang.. ", panggil Raka yang duduk disebelah Bagas.
"Hmm.. ", Rayhan yang serius menikmati makanannya, hanya berdehem dan menengok ke arah Raka sebentar.
"Itu kok nggak basah ?". Tanya Raka.
"Apanya ?", serius nggak paham dengan pertanyaan adiknya.
"Rambutnya".
Ucap Raka sambil menunjuk dengan dagu ke arah kepala abangnya.
Rayhan mengerutkan keningnya.
"Abang dah mandi ?".
Tanya Raka lagi.
Makin nggak paham dengan Raka. Rayhan juga merasa ada unsur nggak beres dengan pertanyaan-pertanyaan adik nya.
Rayhan meletakkan piring yang sudah habis isinya.
"Udah. Kenapa ??".
Penasaran si Rayhan.
"..... "
"Pfftt.. buaha ha ha ha.. ".
Bagas yang duduk diantara keduanya tidak dapat menahan tawanya.
apa yang dikatakan Raka yaa....
🍁🍁🍁🍁🍁
sedikit dulu yaa
maaf kalo banyak typo
maaf juga ceritanya datar-datar aja
tetep semangatin aku ya, beri vote gift like dan koment nya
makasih buat smuanya, dah mau mampir
makasih juga buat dukungannya
salam hangat Qidi 😍
__ADS_1