Cinta Untuk Perawat Cantik

Cinta Untuk Perawat Cantik
Ketakutan Rayhan


__ADS_3

assalamu'alaikum


selamat membaca 📖📚


🍁🍁🍁🍁🍁


Jam menunjukkan pukul 7 malam.


sudah sangat lewat dari jam pulang Raya.


Raya memberi kabar kalau ia ikut membantu operasi, jadi pulangnya lewat dari jam biasanya.


Dan Rayhan pun memberitahu hal yang sama, kalau ia akan terlambat untuk menjemput.


Rayhan tiba di rumah sakit. Ia sengaja tidak memberi tahu Raya kalau sudah sampai.


Saat berjalan di koridor rumah sakit, sayup-sayup ia mendengar obrolan beberapa orang disana.


Dengan pendengaran nya yang tajam, ia dapat dengan jelas mengetahui isi obrolan itu. Sengaja Rayhan memperlambat jalan nya, sebentar berhenti kemudian berjalan lagi dengan pelan, sambil berpura-pura mengotak-atik ponsel nya.


Bukan bersikap tidak sopan karena menguping pembicaraan orang lain. Tapi yang membuat ia berbuat seperti itu, karena ada nama istrinya disebut di sana.


Rayhan mengirim pesan ke nomer HP Raya, namun tidak dibalas. Ia juga mencoba menghubungi ponsel sang istri, tersambung, tapi tak ada tanggapan.


Masih berusaha berfikir positif. Mungkin masih bantu operasi, makanya nggak bisa balas atau menjawab panggilan telepun dari nya.


Tapi semakin lama, semakin tak tenang hatinya. Apalagi setelah menerima pesan chat dari Bagas.


📩 Bagas : " Ray, posisi dimana ? "


📩 Rayhan : " Rumah sakit "


📩 Bagas : " Raya nggak pa pa kan ? "


📩 Rayhan : " ?? "


Rayhan bingung apa maksud pertanyaan Bagas. Dan itu membuat pikirannya menjadi nggak karuan.


Rayhan tidak bisa berfikir dengan jernih. Apalagi ia habis menghadapi masalah yang membuat emosinya naik-turun.


Dan sekarang harus berada dalam keadaan yang nggak jelas seperti ini.


Chat pun tidak lagi berlanjut.


Di tempat lain, Bagas juga tidak tenang setelah mendengar ucapan seorang perawat yang kebetulan lewat di dekatnya.


Sama halnya dengan Rayhan. Bagas hanya mendengar berita yang tidak komplit.


Dan ia buru-buru menghubungi Rayhan. Maksud hati ingin mencari tahu apa yang terjadi. Tapi tak disangka malah menambah rasa khawatir orang lain.


°°°°°


Beberapa saat lalu.

__ADS_1


" Kasihan ya korbannya ",


" Iya, yang satu sampai nggak sadar gitu ",


" Yang satu lagi masih anak-anak lho ",


" Kasihan itu perawat yang tadi, niat mo nolong malah.. Hmm ",


" Suster Raya ? ",


" Iya, baju nya sampai merah semua kena darah ",


*Kasihan.. Darah.. Niat nolong tapi malah.. *


, kata-kata itu berputar dalam kepala Rayhan.


Obrolan yang tidak sempurna, alias tidak utuh, telah mempengaruhi pikiran waras seorang Rayhan.


Apa yang terjadi ?, itu yg menjadi pertanyaan dan itu juga yang menjadi sebab rasa takut nya muncul.


Nggak cerdasnya lagi, Rayhan tidak bertanya untuk mengetahui apa yang sebenarnya telah terjadi. Padahal biasanya ia orang yang paling teliti akan sesuatu hal.


Awalnya Rayhan berfikir, cepat-cepat ke rumah sakit tanpa memberi kabar terlebih dulu pada Raya, agar bisa segera bertemu dengan sang istri dan bisa segera mengusir badmood nya.


Ternyata, bukan hilang badmood tapi malah tambah hancur mood nya.


Tanpa sadar Rayhan berlari di sepanjang koridor. Orang yang melihatnya bisa memahami. Mungkin ada keadaan darurat, begitulah kira-kira pikiran mereka. Karena ini rumah sakit, itu adalah hal yang bisa dimaklumi.


Tepat sekali, pemilik ruangan tersebut juga menuju ke tempat yang sama.


Dengan masih menggunakan nurse cap, dan scrub suits nya, dr. Sinta berjalan pelan dan semakin pelan saat melihat Rayhan berlari ke arahnya.


Mereka sama-sama berhenti setelah sampai di depan ruang kerja dr. Sinta.


(* nurse cap : penutup kepala medis,


Scrub suits : pakaian medis, keduanya biasa dipake para tenaga kesehatan saat akan melakukan operasi )


" Sin, mana Raya ? ",


Tanya Rayhan dengan deru nafas yang memacu, dan bahunya yang naik turun.


" Aku nggak tahu ",


Jawaban dr. Sinta menambah level kekhawatiran Rayhan.


" Kamu habis operasi ? ",


Dr. Sinta mengangguk.


" Katanya dia tadi ikut bantu op_",


" Maaf sus, liat suster Raya nggak ? ",

__ADS_1


Belum selesai ucapan Rayhan, sudah dipotong dengan interupsi tangan.


Dr. Sinta menghentikan seorang perawat yang kebetulan lewat.


" Ada di UGD dok ",


Jawab perawat tersebut.


" Trimakasih ",


Tanpa aba-aba Rayhan dan dr. Sinta langsung bergegas menuju ruang UGD.


Belum sampai di tempat tujuan. Masih beberapa meter lagi. Pintu UGD terbuka. Terlihat seseorang keluar dari sana.


Seseorang dengan penampilannya yang kusut, baju biru muda yang tak lagi terlihat bersih. Banyak noda darah yang menempel di sana. Dan wajah yang menggambarkan kesedihan dengan lelehan air mata di kedua pipinya.


Orang itu berjalan dengan lemas. Kepalanya sedikit menunduk. Tangannya berusaha menghilangkan jejak air mata di pipi.


Namun air mata itu kembali mengalir, saat mendengar namanya dipanggil, dan ia menengadahkan wajahnya.


Seseorang yang tergesa-gesa berlari ke arahnya, dan langsung memeluknya. Tidak peduli banyak mata yang memandangnya.


Rayhan berlari saat melihat Raya keluar dari ruang UGD dengan pakaian yang penuh darah. Dengan penampilan seperti itu membuat tingkat ketakutan Rayhan bertambah. Ia langsung meraih dan memeluk tubuh istrinya saat tiba di depannya.


Tanpa banyak kata, Raya pun membalas pelukannya. Dengan tangis tanpa suara, namun badannya bergetar seakan ada rasa yang tertumpah di sana.


Beberapa saat, sepertinya tidak ada yang berniat melepas pelukan itu. Mereka larut dalam emosi kesedihan dan kelegaan. Hingga tepukan kecil di punggung Rayhan menyadarkan nya.


" Duduk Ray ",


Ajak dr. Sinta.


Raya duduk dibantu suaminya. Rayhan melipat sebelah lututnya di depan Raya. Sebelah tangannya menggenggam tangan sang istri. Dan sebelah lagi mengusap pipi Raya untuk menghilangkan air mata yang masih mengalir.


Bagas pun sudah ada di sana.


Ia berdiri di samping Rayhan. Dan dr. Sinta duduk di sebelah Raya.


" Dek, kamu nggak pa pa kan ? ",


Tanya Rayhan dengan lembut.


Raya hanya menggeleng pelan. Ia menarik nafas panjang. Sejenak semua diam.


Raya tahu, mereka pasti penasaran tentang apa yang terjadi. Tapi masih tidak enak untuk bertanya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Udah dulu ya, sambung lagi besuk


Trimakasih buat yang masih setia pada duo Ray, trimakasih juga untuk semua yang udah mo mampir,


Salam hangat Qidi 😍

__ADS_1


__ADS_2