
Assalamu'alaikum
Selamat membaca 📖📚
🍁🍁🍁🍁🍁
Rayhan keluar dari ruangan dr. Sinta.
Ia berjalan menuju lobi rumah sakit. Sebelumnya ia sudah mengirim pesan kepada seseorang agar menunggunya di sana.
"Sudah lama menunggu ?,maaf ya, tadi dari ruangan Sinta dulu ".
Sesampainya di lobi, ternyata orang tersebut sudah berada di sana.
"Belum kok mas, baru sampai juga ".
"Ya dah, yuk !". Ajak Rayhan, dan hanya dijawab dengan anggukan kepala.
Mereka berdua menuju parkiran mobil dan tak terlihat lagi.
°°°°
Di tempat lain..masih di rumah sakit..
Di waktu yang sama, di saat Rayhan berada di ruangan dr. Sinta. Bima pun mendatangi ruangan dr. Adam.
Tok tok tok...
"Masuk !", suara yang terdengar dari dalam ruangan.
"Permisi dokter ".
"Ya, eh..kamu Bim. Masuk sini !".
Ucap dr. Adam sambil berdiri dari kursi kebesarannya.
Ia menyalami Bima dan mempersilahkan duduk di sofa di dalam ruangan tersebut.
"Assalamu'alaikum, trimakasih dok ".
Bima membalas jabat tangan dari dr. Adam, dan mengikuti untuk duduk bersama.
"Wa'alaikumussalam, mari !".
"Ada perlu apa ini, tumben sekali datang langsung kemari ". Tanya sang dokter setelah mereka berdua duduk.
__ADS_1
Ya, karena tidak biasanya Bima main-main ke ruangan kerja para dokter. kecuali ada hal penting.
"Maaf dok, kalo kedatangan saya mengganggu waktu kerja dokter. Tapi..ada yang ingin saya tanyakan. Saya harap dokter bisa membantu memberikan penjelasannya kepada saya".
Kalimat itu terucap dari mulut Bima. Tanpa jeda, ia mengungkapkan maksud dari kedatangannya.
"Soal apa ?, kalo saya bisa..insyaAllah saya jawab ". Dr. Adam semakin penasaran dengan kedatangan Bima.
"Maaf, apa yang sebenarnya terjadi antara dr. Johan dan Raya ?".
Bima langsung saja pada intinya, tanpa basa-basi.
Begitulah Bima. Dia tidak akan banyak bicara yang tak perlu, jika itu berhubungan dengan orang yang dekat apalagi berarti bagi dirinya.
"Saya minta maaf, tapi itu diluar wewenang saya untuk menjelaskan. Coba kamu tanya langsung pada yang bersangkutan ".
Jawab dr. Adam dengan bijak.
"Saya sudah bertanya pada Raya tapi dia tidak menjawabnya. Dan saya tidak mungkin bertanya kepada dr. Johan, karena beliau tadi sudah meninggalkan rumah sakit ".
Sebelum mendatangi ruangan dr. Adam, Bima memang melihat dr. Jo keluar dari rumah sakit menggunakan mobilnya.
"Jangan berfikir yang tidak-tidak dok. Saya hanya tidak ingin terjadi yang tidak baik. Karena Raya akan segera menikah. Dan calon suaminya bukan dr. Johan. Setau saya dr. Johan pernah ada rasa kepada Raya ".
Bima bicara dengan tegas, seolah dia tau siapa calon suami Raya. Padahal kenyataannya ia sendiri juga masih tanda tanya besar dengan itu. Ia hanya tidak mau Raya terganggu dengan kedatangan dokter Jo.
"Raya juga menjelaskan siapa calon suaminya. Dan dr. Johan pun sudah tau sebelumnya. Jadi jangan salah paham dengan pertemuan kami BERTIGA tadi ".
Dr. Adam menekankan kata bertiga. Agar Bima tau bahwa tadi tidak hanya dr. Jo dan Raya saja di ruangannya, melainkan ada dirinya juga di sana.
"Raya mengatakannya ?". Tanya bima dan
dijawab dengan anggukan kepala oleh dr. Adam.
"Iya, Rayhan kan ?. Sebenarnya dokter Johan lah yang menanyakan itu, dan Raya mengiyakan nya ".
"Iya dok, Rayhan..calon suami Raya ". Ucap Bima dengan suara berat, seperti menahan sesuatu dalam hatinya.
Lega..karena akhirnya tahu, siapa calon suami Raya.
Tapi perasaan kaget, terkejut, kecewa, marah campur aduk dalam hatinya. Tapi ia harus dapat menguasai diri karena masih berada di hadapan dokter Adam.
Setelah mendapat penjelasan banyak dan sudah merasa terjawab rasa penasarannya. Bima pun undur diri.
*Jadi dokter Johan sudah tau siapa calon suami Raya..kenapa ia lebih tau segalanya dari ku..*
__ADS_1
Begitu kira-kira yang ada dalam pikiran Bima saat ini.
Dan sekarang, Bima tengah berada di dalam mobilnya. Lama ia memikirkan percakapannya dengan dokter Adam tadi.
Rasanya masih tidak percaya, bahwa Raya akan menikah dengan Rayhan.
Hal yang ia hindari justru akan terus berada dekat dengannya.
Hal yang tidak terpikirkan sebelumnya. Walau sempat bertanya-tanya siapa calon istri Rayhan, tapi ia tidak menyangka bahwa dia adalah Raya, orang yang juga ia suka.
Dan di saat sedang kacau dengan pikirannya, ia malah melihat pemandangan yang menambah gejolak emosi nya memuncak.
"YaAllah... kebenaran seperti inikah yang Kau tunjukkan padaku...".
Sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
*Rasanya mau marah tapi tidak berhak, apalagi cemburu..siapalah aku ini di matanya...*.
Batin Bima.
Aaarrgh....
Bima meluapkan amarahnya dengan memukul setir mobil berkali-kali.
*Di saat aku mulai serius membuka hati dan bisa jatuh cinta lagi. Kenapa itu jatuh pada wanita yang sudah ada pemiliknya. Oohh..*.
Setelah mobil Rayhan meninggalkan rumah sakit. Bima pun pergi dari tempat tersebut.
Hati Bima terus berteriak, merasa tidak terima.
"Kenapa kamu dengannya, kenapa laki-laki itu harus Rayhan..lebih baik jika kamu bersama dokter itu dari pada harus bersama dengannya..".
Bima terus saja mengeluarkan amarah disepanjang perjalanannya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Sekian dl ya..
Makasih buat smua yg masih menunggu up yg lama ini..
Maaf masih byk typo nya..
Jangan lupa like koment dan vote nya ya..
Makasih
__ADS_1
Salam hangat Qidi 😍