Cinta Untuk Perawat Cantik

Cinta Untuk Perawat Cantik
Mulai Terungkap


__ADS_3

Assalamu'alaikum


selamat membaca 📖📚


🍁🍁🍁🍁🍁


Saat dokter dan perawat sudah keluar dari ruang rawat.


" Ikut aku ! ",


Bima memberi kode pada Andi, saat Adinda tidak melihatnya.


Mereka lalu keluar dari ruangan tersebut.


" Kamu kenal dia nggak ? ",


Tanya Bima tiba-tiba, setelah mereka berada di luar. Bima menunjukkan gambar di layar ponselnya.


" Nggak ", jawab Andi yakin. Tapi kemudian ia mulai berfikir.


" Tunggu !, Sepertinya pernah liat deh ",


Ucapnya Ragu.


" Dimana ? ", tanya Bima.


" Kalo nggak salah di hotel tempat aku nginap ",


" Kapan ? ", tanya Bima lagi.


" Mmm.. Malam sebelum kecelakaan ",


Jawab Andi yang masih sedikit ragu.


" Yakin ? "


"Kayaknya sih iya ", malah tambah ragu.


" Hmmm.. ",


" Kalo ini ?? ",


Bima menunjukkan lagi gambar yang lain.


Andi menggeleng. Jari telunjuknya mengusap-usap ujung hidung mancungnya.


" Nggak kenal, nggak tau, apa mungkin pernah liat ?? ",


Tanya Bima sedikit menekan kata-katanya.


Andi hanya tersenyum. Dia memang nggak perhatian dengan sekitar. Nggak gagas'an lah.


Juga nggak mudah mengingat wajah orang.


" Kalo nggak kenal kenapa dia sabotase mobilmu.. "


Tanya Bima bermonolog.


"Apa maksudmu 'bang ?? ",


Baru sadar dan baru ngeh. Andi mengambil ponsel Bima yang masih menampakkan gambar seorang wanita.


" Dia.. ",


" Dia teman Ray dulu. Entah sekarang masih berteman nggak ", ucap Bima dengan cepat, memotong Andi.


" Trus apa hubungan nya dengan kejadian itu ? ",


" Ternyata bener kata Sinta. Mikir mu nggak pernah jernih. Lola pula ".

__ADS_1


Bima mulai jengkel dengan orang di depannya itu.


" Berarti tujuan sebenarnya bukan kamu. Tapi Raya ".


Kata Bima melanjutkan. Sebelum Andi jadi pusing karena mikir nggak selesai-selesai.


" Kok Raya ? ",


Bener kan, Andi semakin nggak paham.


" Astaga kamu.. ", Bima mengusap wajah Andi, jadi gemes tuh.


" Hotel itu tempat rombongan tamu dari Jogja menginap. Mobilmu dihias begitu kan seperti mobil pengantin. Pasti dia mengira itu yang akan membawa Raya ke gedung pernikahan ",


Jelas Bima.


" Dia berniat menggagalkan pernikahan Ray. Begitukan bang ? ",


Penjelasan Bima dipahami dengan baik, tapi bukan Andi. Melainkan Raka.


Raka kelur bersama dengan Doni.


" Nah itu ", Bima menjentikkan jarinya.


Semua terdiam, nampak berfikir. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka masing-masing.


" Laki-laki tadi adalah OB hotel, yang disuruh otak-atik mobil kamu. Dan yang nyuruh adalah cewek ini ".


Lanjut Bima sambil mengetuk layar ponselnya dengan jari, saat menunjukan foto teman Rayhan.


"Dari keterangan OB itu, dia nurutin tuh cewek karena dia berhutang padanya dan juga diancam. Trus dengan terpaksa disanggupin ".


Cerita Bima, seperti pengakuan OB itu saat 'dirayu' untuk mengatakan yang sebenarnya.


" Alma ?? ", tanya Bagas yang baru saja bergabung dengan mereka, dan melihat gambar seseorang yang ia kenal di ponsel yang dipegang Andi.


" Semua ini ulah dia ?? ", tanya Bagas nggak percaya.


" Heh, Adinda kamu tinggal ? "


Andi berdiri.


"Dia ingin istirahat ", jawab Bagas singkat.


" Trus kamu tingggal sendiri ? "


Tanya Andi yang ingin segera masuk ke ruang rawat. Namun segera ditahan oleh Bagas.


"Dia pengen sendiri. Tolong 'Ndi ",


Ucap Bagas meminta pada kakak iparnya itu.


" Ada apa ?, bukan kah kamu sudah mempersiapkan smua untuk menjelaskan padanya ? ",


" Iya, semua sudah aku siapkan. Tapi aku juga nggak bisa maksa dia untuk mendengar semuanya sekarang ",


Bagas mendudukkan dirinya, atau lebih tepatnya menghempaskan tubuhnya dikursi tunggu di sana. Saat ini ia 'lelah'.


Bagas tampak lesu, sedih, kecewa. Apalagi setelah mendengar kalau ini semua terjadi karena kesengajaan seseorang. Ia marah.


" Sudah.. Sudah.. Jangan menekan Bagas. Ini semua juga diluar rencananya ", sela Bima, menengahi perdebatan kedua orang yang sekarang berstatus kakak ipar dan adik ipar.


" Hooh ", Raka.


" He em ", Doni.


" Kita bahas Alma saj _ ",


ucapan Raka terpotong..

__ADS_1


" Eh.. Kamu kerja di sini juga ",


Tunjuk Doni pada seorang perawat yang kebetulan lewat.


" Kamu yang ada di nikahan Rayhan kan?, ternyata kamu teman Raya ya ? ",


Doni berkata pada Dita, kemudian beralih melihat Raka sambil menaik-turunkan alisnya.


Raka menutup wajah Doni dengan telapak tangannya. Ia juga mengkode Dita untuk segera pergi dari sana.


" Maaf, saya permisi ", pamit Dita pada semua. Dia pun meninggalkan mereka melanjutkan tugasnya.


" Dia pacar mu ? ",


Tanya Doni pada Raka. Tapi tidak dipedulikan, tidak mendapat jawaban.


" Kembali ke HP. Urusan ini sepertinya Rayhan belum tau. Sebaiknya jangan beri tau dia dulu ",


Ucapan Bima disetujui oleh yang lain.


" Sampai kapan kita rahasiakan dari Ray ? ",


Tanya Andi serius.


" Besuk Raya sudah mulai kerja lagi. Besuk saja kita bahas dengan 'bang Ray. Karna nggak mungkin dia nggak dikasih tau ",


Kata Raka. Dia celingak-celinguk melihat sekeliling. Waspada.


" Kamu ngapain kayak gitu ", tanya Doni heran.


" Takut ada yang denger ", timpal Bagas.


" Perawat tadi ? ", tanya Doni lagi.


" Iya ", kali ini Bima yang jawab.


Raka mengusap tengkuknya dan cengar-cengir nggak jelas.


Hening.


" Kita selesaikan masalah ini secepatnya. Jangan berlarut-larut. Nggak peduli itu salah sasaran. Ray nggak boleh lemah ", Doni kembali membahas masalah Alma.


" Kamu kenal bagaimana Ray kalo sudah dikecewakan kan..?".


" Kamu nggak akan bisa menahan dia ",


Lanjut perkataan Bima.


" Aku malah khawatir abang yang nggak bisa nahan diri, setelah tau ini ".


" Jadi ingat dulu Ray kambuh, sampai masuk rumah sakit. Itu juga karna dia ",


Bagas menerawang mengingat yang dulu.


" Tapi karna itu juga Ray ketemu jodohnya ", sahut Doni.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sedikit dulu yaa


maaf kalo banyak typo


maaf juga ceritanya datar-datar aja


tetep semangatin aku ya, beri vote gift like dan koment juga saran dan kritik nya


makasih buat smuanya, dah mau mampir


makasih juga buat dukungannya

__ADS_1


salam hangat Qidi 😍


__ADS_2