
Assalamu'alaikum
selamat membaca 📖📚
🍁🍁🍁🍁🍁
Berbuka lah dengan yang manis.
Begitu kata orang-orang di luar sana. Apalagi dalam iklan.
*Alhamdulillah, tanda-tanda buka puasa ku sudah ada *,
Batin Rayhan bersorak, bersyukur. Tidak lama lagi waktu yang dinanti tiba.
Seperti anak kecil yang menantikan waktu berbuka. Rasa senang karena telah berhasil melalui waktu puasa yang begitu lama dan menggoda.
"Mas, yok sholat dulu. Sapa tau nanti ada tamu lagi ".
Ajak Raya pada suaminya.
" Lho adek dah sholat ?, dah selesai ya ? ",
Tanya Rayhan seolah tidak tahu apa-apa.
" Hmm.. Udah deh, nggak usak pura-pura nggak tau gitu ", sindir Raya, sambil ia mempersiapkan perlengkapan sholat untuk mereka berdua.
Rayhan tersenyum lalu mendekat dan mendekap mesra istrinya, dari belakang. Tak lupa mendaratkan kecupan sayang di kepala Raya.
" Tau aja kamu 'yang ", Rayhan mencium kembali dengan lembut.
" Udah buruan wudhu, keburu ada tamu lagi !".
Pinta Raya dengan suara pelan di awal tapi ngegas di akhir.
"Tamu yang mana 'yang ? ", tanya Rayhan kemudian mengulum senyum.
Raya menjawab dengan helaan nafas. Tapi bukan sembarang helaan. Melihat itu, Rayhan langsung langkah tegap maju jalan, menuju kamar mandi.
Lebih baik menurut dan patuh, dari pada diperpanjang masa puasa nya. Kan bisa gagal, makin penasaran dong.
Benar saja apa kata Raya.
__ADS_1
Baru selesai salam yang kedua, belum sempat berdoa setelah sholat. Pintu kamar sudah diketuk.
Tok.. Tok.. Tok..
"Bang, kak Raya.. ada tamu. Buruan keluar ! ".
Panggil Caca dengan suara keras.
" Iya dek ", suara Rayhan tak kalah kencangnya.
" Mas, dibuka dong pintunya. Kok teriak-teriak gitu ", tegur Raya, sembari mencubit pelan lengan suaminya.
" Ssttt.. Selesaikan dulu doa nya, trus kita keluar yaa ".
Ngejawab aja kalau ditegur.
Mereka keluar kamar bersama. Di ruang tamu sudah ada mamah dan papah yang menemani beberapa orang tamu.
Mereka datang ke rumah karena tidak sempat hadir di acara pernikahan Raya dan Rayhan.
" Maaf tadi tidak bisa datang. Karna ada jadwal operasi. Harap maklum ya nak Ray berdua ".
Ucap seorang tamu, yang merupakan dokter di rumah sakit keluarga Rayhan.
" Tidak apa dok. Kami jadi tidak enak, dokter sudah bersedia meluangkan waktu ke rumah. Trimakasih banyak om-tante ".
Panggilan nya kok berubah. Yaa, Rayhan cukup akrab dengan dokter tersebut, begitu juga dengan istrinya sang dokter. Beliau termasuk dokter senior di sana. Sesekali memang Rayhan memanggilnya 'om'.
Tamu masih silih berganti. Ternyata banyak juga yang tidak dapat hadir di acara tadi pagi. Sebenarnya, rencana awal acara di buat dua sesi. Pagi dan malam. Tapi karena takut kedua mempelai akan kecapean, mengingat dua hari lagi Raya sudah kembali pada rutinitas kerjanya. Jadi lah acaranya pagi saja. Dengan resiko seperti sekarang.
Hingga malam hari masih ada tamu yang datang.
Raya dan Rayhan baru bisa istirahat jam 9 malam. Itu juga karena mamah Mia yang menyuruh mereka untuk masuk kamar.
Di dalam kamar.
" Dek.. ".
Suara manja Rayhan. Seperti anak kecil yang merayu ibu nya karena menginginkan sesuatu.
Raya yang tengah merapikan rambutnya di depan kaca, lagi-lagi hanya bisa menghela nafas.
__ADS_1
" Apa mas ",
Sebisa mungkin Raya menjawab dengan santai. Padahal wajah nya sudah merah. Malu, bingung dan juga takut.
Ia tahu maksud panggilan Rayhan.
Suaminya itu tengah merayu karena menginginkan sesuatu juga.
Sesuatu yang sangat berharga dalam diri Raya. Mungkin sudah saatnya ia berikan untuk seorang yang telah menghalalkannya.
Rayhan pun mendekat. Memeluk Raya dari belakang.
" Tidur yuk mas. Katanya tadi dah ngantuk ".
Ajak Raya. Ia berdiri sambil menutup mulutnya, berpura-pura menguap. Menarik tangan Rayhan menuju tempat tidur.
" Ayok ". Ajakan Raya pun disetujui suaminya.
Tapi.. bukannya tidur, Rayhan malah membuat Raya membuka matanya dengan lebar.
Bagaimana tidak, sesampainya di tempat tidur. Rayhan mulai memberi ciuman di seluruh wajah istrinya.
Awalnya ciuman sayang pengantar tidur. Di kening, pipi, hidung, mata dan bibir. Tapi sepertinya belum cukup kalau cuma sekali. Ia mulai mencium beberapa bagian wajah dengan durasi yang lama. Apalagi saat ia mendaratkan ciuman nya di bibir Raya.
Dikecupnya bibir itu beberapa kali, akhirnya dicium deh.. lama.. lama.. lama.. dan..Udah yaa, sampa di sini aja. Jangan dibayangin, hanya mereka yang tahu. Author nya aja nggak tahu lho.. He he he..
🍁🍁🍁🍁🍁
Sekian aja yaa
Takut jadi larut, tar jadi ngebayangin yang iya-iya.. xi xi xiii
Sedikit dulu yaa
maaf kalo banyak typo
maaf juga ceritanya datar-datar aja
tetep semangatin aku ya, beri vote gift like dan koment juga saran dan kritik nya
makasih buat smuanya, dah mau mampir
__ADS_1
makasih juga buat dukungannya
salam hangat Qidi 😍