
Assalamu'alaikum
Selamat membaca 📖📚
🍁🍁🍁🍁🍁
Sementara itu di rumah Rayhan..
"Om maaf, tidak segampang itu saya menikahi Mel. Saya akan menikah, tapi dengan pilihan saya. Dan itu tinggal beberapa hari lagi ". Ucap Rayhan tegas.
"Bang.. tolong Mel. Mel malu seperti ini ".
Mamah mia mengusap lengan Rayhan dengan lembut. Meminta anaknya agar menahan emosinya, dan bisa berfikir dengan tenang.
Melisa pun menceritakan kenapa dia bisa hamil, padahal belum menikah.
Setelah mendengarkan cerita Melisa, Rayhan Pamit meninggalkan mereka semua. Dia pergi menuju kamarnya.
"Arrgghh.. kenapa jadi begini sih !!??".
Sesampainya di dalam kamar, Rayhan meluapkan amarahnya dengan memukul keras dinding kamar.
Amarahnya tidak dapat ditahan lagi.
Dia merasa kecewa, karena tidak bisa menjaga adiknya.
Rayhan dengan buru-buru mengambil HP yang ada di saku celananya.
Ia menelepon seseorang.
📲 Rayhan : "Hallo, aku mo minta bantuanmu. PENTING !!".
📲 Bara : "Salam dulu woi.. buru-buru amat sih. Aku ada di kafe nii ".
📲 Rayhan : "Ok. Kita ketemu di sana ".
📲 Bara : "Hmm ".
Telepon pun terputus.
Bara masih bingung, kenapa Rayhan seperti itu.
Bukan kebiasaan dia, telepon tanpa salam. Hal itu membuat Bara yakin pasti ada sesuatu yang teramat sangat penting sekali..
(wah..pemborosan kata ya.. 😀)
Bara tengah menunggu Rayhan. Duduk di meja di sudut ruangan.
"Uhuk.. uhuk.. ".
Dengan kasar dan rasa kesal, Bara mengambil selembar tisu yang ada di atas meja dan mengusap mulutnya. Kemudian ia lempar tisu itu ke wajah orang yang membuat ia tersedak.
"Mo minta bantuan.. tapi dah mo bikin celaka duluan ".
"Sorry.. ". Dengan wajah tanpa dosa Rayhan langsung duduk tepat di depan Bara.
"Gampangnya bilang sory ". Bara masih tidak terima dengan perlakuan Rayhan.
"Dah jangan lebay !".
"Lebay gimana, lo tu... ".
Terpotonglah ucapan Bara.
"Bantu gue cari orang, harus dapat besok !!".
perintah Rayhan.
"Gila lo Ray... lo pikir gue intel yg bisa mengakse smua informasi ".
Protes Bara dengan perintah sahabatnya itu.
"Gue gak mau tau. Kalo gue sampai batal nikah.. lo habis ".
Rayhan menekankan kata-kata terakhirnya. Ia kemudian beranjak dan berlalu begitu saja. Namun sebelumnya sempat menghabiskan jus dalam gelas milik Bara.
Siempunya cuma melongo melihat gelasnya kosong, setelah Rayhan pergi baru dia sadar.
"Heh kalo lo gak jelasin, gue gak bakal bantu ".
Bara setengah berteriak.
"Temukan dia dulu baru gue cerita ".
Rayhan sambil berlalu. Kafenya nampak sudah sepi. Hanya tinggal beberapa karyawan yang sedang membereskan tempat tersebut sebelum tutup.
"Gila aja tu anak. Nyari orang apa nyari martabak sih, malem-malem gini. Mana orangnya belum jelas lagi.. ", gerutu Bara.
__ADS_1
"Aahh.. bos mah bebas, tinggal printah. Dasar.. untung sodara, kalo kagak.. hmm apa yaa.. eh, kok jadi brasa gila ya... ".
Bara bicara sendiri. Ia dibuat gila oleh perintah Rayhan yang mendadak dan disertai dengan ancaman. Keluar lah ke'bar-bar'an mereka.
°°°°
Keesokan harinya...
📲 Rayhan : "Ray, jangan banyak pikiran ya. Yang kemaren itu serahin aja sama aku. InsyaAllah segera selese ".
📲 Raya : "Iya mas, insyaAllah ".
📲 Rayhan : "Berangkat jam brapa ?".
📲 Raya : "Sebentar lagi mas, ini dah siap kok ".
📲 Rayhan : "Ya dah.. semangat ya perawat cantik ku ".
📲 Raya : "Iya mas ".
Raya menjawab sambil tersenyum.
Tidak jauh beda dengan Rayhan. Ia juga senyum-senyum dengan kata-katanya sendiri.
°°°°
Rayhan sudah berada di kafe miliknya.
Di atas meja kerjanya sudah ada informasi yang ia butuhkan.
"Ini.. akurat ?". Tanya Rayhan.
"Tajam dan terpercaya ".
Jawab Bara sambil nyengir, saat mendapat tatapan tidak bersahabat dari Rayhan.
"Sekarang jelaskan, ada apa !".
Kini giliran Bara dengan mode serius.
"Mel hamil.. dan dia bilang itu perbuatan orang ini ".
Sambil menunjuk gambar seseorang yang ada di hadapannya.
"Dia pacar Mel ?". Tanya Bara, dan Rayhan nengangguk.
"Awalnya cowok itu mau bertanggung jawab. Tapi tidak untuk menikahinya. Mereka bertengkar dan cowok itu memilih meninggalkan Mel ".
Lanjut cerita Rayhan.
"Dan kini keluarga Melisa meminta gue untuk menikahinya, buat nutupin aib demi nama baek kluarga mereka ".
Bara hanya mengangguk-anggukan kepalanya, mendengarkan cerita Rayhan.
Sampai akhirnya sebuah pukulan dari gulungan kertas, menimpa kepalanya. Menyadarkannya dari sesuatu yang membuat ia melamun.
"Trus.. sekarang mo diapain tu cowok ?". Tanya Bara sambil mengusap kepalanya.
"Gue harus ketemu dulu, harus dengar dari dia. Kalo sama seperti cerita Mel, baru eksekusi ".
"Sadis ".
"Lo ikut gak ?". Tanya Rayhan seraya berjalan menuju mobilnya.
"Ikut lah, masa enggak ".
"Brangkat... !", lanjut Bara sebelum Rayhan akan membuka kembali mulutnya.
Di dalam mobil..
"Sepertinya lo gak percaya dengan cerita Mel ".
Bara penasaran dengan pemikiran Rayhan kepada adik angkatnya itu.
"Gue tau sifat dia, makanya kita cari tau kebenarannya ". Jawab Rayhan tegas.
"Bukan karena lo terancam batal sama kakak ipar cantik ".
"Itu alasan utamanya ".
Bara pun terkikik. Ia berusaha untuk tidak lepas kendali dalam menertawakan sahabatnya itu. Karena waktunya tidak pas.
°°°°
Hari berikutnya...
Rayhan berkunjung ke rumah keluarga Melisa, bersama dengan Raka.
__ADS_1
"Om tante..saya bersedia. Dan pernikahan akan dilaksanakan besok pagi. Maaf tidak perlu mewah, karena keadaan Mel ".
"Hah ??",
"Apa ??",
"Besok ??, tapi kita belum siapin apa-apa ".
Kata tante Reni.
Mereka bertiga sangat kaget dengan kedatangan Rayhan dan kabar yang dibawanya.
"Maaf tante dengan keadaan Mel yang seperti ini, lebih cepat lebih baek. Semua sudah saya siapkan ".
"Besok saya dan rombongan akan datang membawa penghulu. Om hanya menyiapkan tempat dan saksi saja ".
Lanjut Rayhan tegas, tanpa bisa terbantahkan.
"Baiklah kalo begitu. Semoga ini yang terbaik untuk Melisa ".
Ucap om Leo, ayah Melisa.
"Trimakasih bang ".
Melisa tersenyum manis dan bergelayut manja di lengan Rayhan.
"Iya sama-sama. Semua abang lakukan demi keluarga kamu dan anak yang ada dalam kandungan kamu ". Jawab Rayhan tanpa senyum sedikit pun.
Tanpa berniat berlama-lama. Rayhan dan Raka pun pamit undur diri.
Saat dalam perjalanan pulang...
"Bang... , abang yakin dengan ini smua ?", "Bagaimana dengan Raya ?". Tanya Raka.
"Hufft.. ini sudah menjadi keputusan abang. Hanya ini yang bisa abang lakukan sekarang. Kita liat besok seperti apa ".
Jawaban Rayhan terasa tidak yakin. Tapi ini sudah ia pikirkan matang-matang.
"Semoga Raya mau datang ".
"Kamu harus berusaha meyakinkan dia untuk datang. Dia kekuatan abang ", pinta Rayhan pada Raka.
"InsyaAllah. Semoga ini yang terbaek untuk kalian smua ".
Rayhan hanya mengangguk pelan mendengar perkataan sang adik.
°°°°
Di asrama Raya...
Dret.. dret..
📨 "Sore kak ".
"Aku melisa, kita ketemu di rumah bang Ray beberapa hari yang lalu "
📨 "Iya, sore jg. Ada apa ya ?"
📨 "mel cuma mo undang kakak. Besok pagi Mel mo nikah. Dateng ya, di rumah Mel "
📨 "Pokoknya kakak harus dateng "
📨 "InsyaAllah ya ".
Jedug.. jedug.. jedug..
Begitulah kira-kira suara jantung Raya saat ini. Seperti terdengar dari jarak jauh.
Tiba-tiba air mata itu mengalir tanpa permisi melewati kedua pipi Raya.
Benarkah ini..
Apakah ini penyelesaian yang Rayhan janjikan..
🍁🍁🍁🍁🍁
sekian dulu ya
maaf banyak typo dan kurang greget..
maaf banget ya lama up nya🙏🙏
makasih buat smuanya
jangan lupa tinggalkan jejak dan kasih semangat buat aku nulis lagi ya..
salam hangat Qidi 😍
__ADS_1