
Assalamu'alaikum
Selamat membaca ππ
πππππ
Waktu terus berlalu. Kini acara pernikahan Raya dan Rayhan tinggal menghitung hari.
Raya yang akhirnya mengambil cuti sehari sebelum hari pernikahan, tengah disibukkan dengan kegiatan berkemas. Karena barang-barang yang ia miliki akan berpindah tempat.
Karena hari ini ia libur, jadi harus benar-benar ia manfaat kan waktu liburnya dengan baik.
Sebenarnya tidak banyak barang yang akan ia bawa. Sebagian ditinggal agar bisa digunakan untuk sahabat tercinta, Dita. Saat ini Dita ada jadwal pagi.
Setelah seharian bersih-bersih dan berkemas, kini saatnya memindahkan barang-barangnya ke rumah keluarga Rayhan.
Saat ini Raya dibantu oleh Rayhan dan Raka, memasukkan barang-barang ke dalam mobil. Sengaja Raka diajak, karena Raya tidak mau ada laki-laki masuk ke kamar asramanya, apalagi nanti hanya berdua dan belum ada ikatan yang sah.
Kini Raya telah tiba di rumah orang tua Rayhan. Ternyata ada tamu di sana. Nampak ada 2 mobil yang terparkir rapi di halaman depan.
"Assalamu'alaikum ", kompak ketiganya saat memasuki rumah itu.
" Wa'alaikumussalam ". Jawab serempak pula dari dalam.
Ada ekspresi senang, datar dan ada yang menatap dengan tidak suka saat Rayhan beriringan masuk bersama Raya dan Raka.
" Hallo sayang... ayo sini duduk sebelah mamah ". Ajak mamah Mia kepada Raya, beliau berdiri menyambut calon menantu kesayangannya.
Raya menjawab dengan senyuman dan melangkah mendekati calon ibu mertuanya.
" Om.. tante.. apa kabar ? ".
Sapa Rayhan, kemudian menyalami keduanya dan diikuti oleh Raka juga Raya.
Belum sempat Raya diperkenalkan kepada tamunya, sudah ada yang menyela.
" Mah, apa bisa kita bicara pribadi aja. Maaf, hanya keluarga saja. Yang penting ada bang Ray ". Ucapnya dengan memandang sinis ke arah Raya.
" Tapi mel.. " . Ucapan mamah Mia dipotong dengan cepat. Raya mengusap punggung tangan calon mertunya.
"Kali ini aja mah. Tolong.. ya.. !? ". Mohon tamu tersebut.
"Baiklah kalo begitu. Sayang.. maaf ya, kamu tunggu di dalam. Nanti kita ngobrol lagi, ok !? ".
Dan Raya pun menuruti perkataan mamah Mia.
" Kamu ke dalam dulu ya ", pinta Rayhan dengan lembut kepada Raya. Raya hanya menganggukkan kepala, mengiyakan permintaan Rayhan.
Sebenarnya ada pertanyaan yang membuat Raya penasaran. Siapa mereka?. Perasaan Raya diliputi kecemasan. Seperti akan ada sesuatu.
"Biar aku temani ".
Raka yang masih berada di sana, tidak tega dengan Raya. Memang Raka pengertian sekali. Bagai seorang penyelamat dalam situasi seperti ini.
Mereka berdua menuju ruang sebelah. Ruang keluarga.
°°°°
Kembali ke ruang tamu
" Nak Rayhan, bisa om bicara sebentar ? "
__ADS_1
Tanya tamu itu, sesaat setelah Raya meninggalkan ruang tamu.
"Iya om.. ada apa, sepertinya serius sekali ".
Rayhan melihat sekilas orang yang ada di depannya, kemudian beralih ke mamahnya.
Mamah Mia menggeleng pelan, tanda tidak mengetahui apa-apa, dan membawa Rayhan duduk di sebelahnya. Sang mamah mengusap lengan Rayhan dengan lembut.
" Begini, om mohon nak Rayhan mau menolong om. Ini demi nama baik keluarga om ".
Dibuat penasaran, Rayhan memandang orang yang sedang berbicara tersebut. Dia mulai merasa bahwa ada sesuatu yang tidak baik.
" Bang, tolong Mel ". Isak tangis seorang gadis yang ada di sana.
Melisa beserta kedua orang tuanya, om Leo dan tante Reni, adalah tamu keluarga Rayhan saat ini. Melisa adalah anak angkat keluarga Rayhan yang kini sudah kembali kepada orang tua kandungnya.
" Pertolongan apa om.. dan kenapa Mel menangis seperti itu ? ". Tanya Rayhan.
Om Leo dan yang lain masih diam.
"Ada apa ini jeng, apa yang sudah terjadi ?".
Kali ini mamah Mia ikut bertanya.
Tante Reni hanya sesenggukan, menahan tangisnya. Ia hanya menggeleng pelan tanpa berkata sepatah pun. Sambil menundukkan kepalanya ia hapus air mata yang akhirnya jatuh tanpa bisa ditahan lagi.
" Om ?? "
"Nak Ray, menikahlah dengan Melisa !? ". Pinta Om Leo.
Permintaan itu membuat Rayhan dan juga mamahnya saling pandang.
Rayhan beranjak dari duduknya.
Ia kemudian meninggalkan mereka yang ada di ruangan itu. Namun...
" Bang, Mel hamil.. hiks.. hiks.. ".
Diiringi dengan tangis, Melisa mendekat dan memeluk lengan Rayhan. Dan itu membuat Rayhan menghentikan langkahnya.
Melisa hanya menunduk. Ia tahu bahwa saat ini Rayhan tengah menatap tajam ke arahnya.
" Siapa.. siapa yang melakukannya ?? ". Dengan tangan terkepal, Rayhan mencoba menahan emosinya.
" Dia.. dia teman Melisa. Dia telah menjebak Melisa dan tidak mau bertanggung jawab".
Kini tante Reni yang menjawab. Dengan deraian air mata, mengingat cerita anaknya tempo hari.
"Tante mohon nak Ray, menikahlah dengan Melisa. Demi anak yang ada dalam kandungannya, dan demi nama baik keluarga kami. Tante tidak mau terjadi apa-apa dengan mereka berdua ".
Dan.. semua percakapan itu tanpa sengaja didengar oleh Raya dan Raka, yang berada di ruang keluarga.
Raka memandang ke arah Raya yang terlihat fokus menatap layar televisi. Namun mata itu tidak berkedip sekali pun. Di sana nampak air mata yang siap mengalir, membasahi pipi mulus Raya.
Tanpa disadari, Rayhan sudah ada di samping Raya. Berjongkok dan memperhatikan kekasih hatinya.
" Ray.. ".
Raya terkesiap dan refleks mengedipkan matanya. Alhasil air mata yang sedari tadi ditahan akhirnya mengalir juga.
Dengan cepat ia hapus sebelum menengok ke arah Rayhan.
__ADS_1
" Iya mas ", jawab Raya dengan senyum manisnya. Walau nampak dipaksakan.
" Kamu nggak pa-pa ?. Maaf kalo kamu harus mendengar smuanya ".
Suaranya sedikit tertahan. Tidak tega melihat calon istrinya menitikkan air mata.
" Smua akan baik-baik aja, aku akan menyelesaikannya ". Rayhan menjeda ucapannya.
"Percaya padaku ya !? ". Mencoba meyakinkan Raya.
Setelah itu Rayhan beranjak dari tempatnya. Namun belum sempat ia melangkah, lengannya di tarik oleh Raya.
" Mas, aku pulang aja ya ".
" Kenapa ? ".
" Baiklah, ayo aku antar ". Tidak tega melihat wajah sendu kekasihnya.
" Tidak usah mas, aku sendiri aja. Mas kan masih ada tamu ".
" Enggak Ray... ".
Belum selesai bicara, sudah dipotong oleh Raya.
" Katanya mo nyelesein masalah ".
Rayhan hanya menghela nafas panjang.
" Biar aku aja yang antar bang, kalo boleh ?"
Raka memberi solusi. Lagi-lagi Raka menjadi penyelamat saat dalam situasi yang tidak nyaman.
Sejenak Rayhan berfikir.
"Ya udah. Kamu diantar Raka ya. Kamu ajak Caca !".
Rayhan berkata dengan lembut kepada Raya. Dan beralih ke Raka, memintanya agar mengajak adik perempuannya.
°°°°
Raya, Raka dan Caca kini berada di dalam mobil. Mereka menuju asrama Raya.
Sebenarnya mamah Mia sudah meminta Raya untuk tinggal bersama mereka. Tapi karena tidak mau ada penilaian buruk, maka ia menolaknya.
Selama perjalanan, Raya hanya terdiam. Pandangannya hanya mengarah ke samping. Tidak memperdulikan orang-orang di sekitarnya. Bahkan Caca yang sedari tadi mengoceh, untuk memecah kesunyian, juga tidak ditanggapin sama sekali.
Raka dan Caca merasa kasian dengan calon kakak iparnya itu.
Sementara itu di rumah keluarga Rayhan...
Lanjutnya nanti lagi ya..
ππππ
makasih buat smuaπππ
maaf baru bisa up lagi
maaf jg masih banyak typo..
jangan lupa like vote gift, dan koment nya untuk semangat yang nulisπππ
__ADS_1
salam hangat Qidi π