Cinta Untuk Perawat Cantik

Cinta Untuk Perawat Cantik
Alhamdulillah


__ADS_3

assalamu'alaikum


selamat membaca 📖 📚


🍁🍁🍁🍁🍁


Di rumah Raya..


Acara sudah akan dimulai.


Bima mendapat telpun dari caca..


📲 Caca : "Bang, tolong sampaikan kalo kami sedikit terlambat. Ada musibah.... ".


Mendengar itu, Bima menjauh dari tempat ia duduk.


Bima : "Apa maksud kamu Ca ?"


📲 Caca : "Nanti aja critanya ".


Telpun pun terputus.


Bima cemas mendengar kabar tentang keluarganya. Kabar yang tidak jelas, membuat ia mau tidak mau berfikir yang tidak-tidak. Rayhan dan Raka tidak dapat dihubungi. Ternyata kegelisahannya terlihat oleh Johan.


Belum sempat Bima menghubungi orang tuanya, dokter Jo mendekati dan menanyakan sesuatu.


"Ada apa Bim ".


Dokter Jo duduk di sebelah Bima.


"Kata Caca ada musibah, tapi gak bilang apa ".


"Rayhan ?". Tanya dokter Jo. Nama itu yang langsung terlintas dalam kepala dokter Jo.


Entah apa yang ada dipikirannya saat ini, mendengar kabar itu dari Bima.


Ada rasa khawatir. Namun tidak dipungkiri juga ada rasa senang. Mungkinkah Raya tidak jadi menikah dengan Rayhan.


"Apa yang aku harapkan dari kabar ini.. "


Pikiran Jo tak karuan.


Bima mendekati ayah Raya. Menyampaikan kabar terbaru yang baru saja ia terima dari orang tuanya.


Ayah Raya pun menyampaikan kabar itu kepada penghulu. Meminta agar bersedia menunggu sebentar.


Raya yang kini berada di kamarnya merasa tidak tenang. Ia tengok jam yang menempel di dinding kamarnya.


Jam menunjukkan pukul 8 lebih 30 menit, yang artinya sebentar lagi acara akad akan segera dimulai. Tapi kenapa tidak ada yang memberi tahunya, kalau rombongan Rayhan sudah tiba atau belum.


Ia ditemani sang adik, Ayu, mencoba mengusir pikiran-pikiran buruk nya.


"Dek, kamu suka nggak sama mas Ray ?".


Raya belum sempat menanyakan hal itu kepada adiknya.


Entah seperti apa pendapat Ayu tetntang Rayhan.


"Nggak ".


Jawab Ayu tegas.


Jawaban itu membuat Raya kaget. Ternyata calon suaminya tidak bisa diterima oleh adiknya.

__ADS_1


"Kenapa ?", tanya Raya hati-hati.


"Kalo aku suka, trus aku patah hati dong mas Ray menikah sama mbak Aya ", jawabAyu sambil cengar-cengir memperlihatlan deretan gigi putihnya.


"Ishhh.. kamu yaa ".


Digelitik nya pinggang Ayu, sampai berguling-guling di atas tempat tidur.


"Udah mbak, ampun. Tuh, kusut kan spreinya ".


Ayu paling tidak tahan kalau digelitik. Yaa, sama sih dengan Raya.


Obrolan dan candaan kakak beradik itu mampu menghilangkan kecemasan di hati Raya. Hingga 30 menit tanpa terasa sudah berlalu.


Di tempat terpisah..


Ada musibah yang dialami Rayhan dan keluarganya.


Mobil yang ia tumpangi menabrak mobil yang ada di depannya. Untung tidak terlalu keras dan tidak parah.


Itu terjadi karena mobil di depan mengerem mendadak, karena menghindari motor yang jatuh akibat jalan berlubang.


Untung bisa segera diselesaikan dengan jalan damai, secara kekeluargaan. Karena sama-sama merasa bersalah. Dan bersyukur tidak terjadi hal yang lebih buruk lainnya.


Kejadian itu membuat seisi mobil shock. Yang lebih jantungan adalah mamah Mia.


Dengan terus mengucap istighfar, mamah Mia mencoba untuk berfikir positif. Bibirnya tak henti-hentinya bergerak. Komat-kamit membaca doa-doa apapun yang ia ingat saat itu. Hingga tiba di rumah Raya.


Tidak sampai 30 menit, rombongan Rayhan tiba di rumah Raya. Kedatangan keluarganya membuat Bima bernafas lega, demikian pula dengan ayah Raya.


Tok.. tok.. tok..


Suara pintu diketuk pun terdengar


Ibu membuka pintu perlahan. Mengabarkan kalau rombongan pengantin pria sudah tiba.


Karena acara sempat tertunda, maka Rayhan langsung diminta bersiap ijab qobul.


Setelah meminum air yang disediakan, setidaknya agar sedikit tenang, penghulu memulai acara nya dengan membaca doa.


Ayah dan Rayhan saling berjabat tangan dengan erat.


"SAH"


Kata itu pun terucap dari seluruh hadirin yang menyaksikan upacara sakral itu.


"Alhamdulillah "


Ucap Rayhan, begitu pula kedua keluarga.


Mereka merasa lega, karena acara tersebut berjalan lancar.


Sama halnya dengan Raya. Ia mendengar riuh ramai dari luar kamar.


Terdengar ucapan syukur dan rasa bahagia.


"Alhamdulillah ".


Ucap rasa syukur Raya, diiringi air mata yang mengalir dikedua pipinya. Mereka kini telah resmi menjadi suami-istri.


Kini Raya berhadapan dengan Rayhan. Laki-laki yang baru saja berubah statusnya, menjadi suami.


Ia mencium tangan Rayhan. Dan Rayhan mencium kening Raya sesaat sambil membaca doa.

__ADS_1


Prosesi akad selesai.


Kini Raya dan Rayhan disiapkan kembali untuk acara resepsi atau pesta.


Raya mengenakan kebaya modern warna putih, dengan jilbab dibentuk sedemikian rupa, tapi tetap menutup bagian dada.


Riasan wajah Raya juga dibuat berbeda dari saat ijab tadi, agar Raya tampil semakin ayu.


Orang jawa bilang manglingi. Tampilan yang membuat orang tidak mengenali untuk sesaat.


Sedangkan Rayhan mengenakan setelan jas berwarna putih pula, dengan dasi kupu-kupu berwarna senada. Ia terlihat lebih gagah dari biasanya, yang sering mengenakan pakaian non formal.


Acara demi acara telah dilalui.


Dari upacara panggih (dipertemukannya kedua mempelai pengantin ), hingga sungkeman (meminta restu kepada orang tua ). Memang tidak semua tata cara dipakai.


Kini tiba sesi foto-foto.


Dari pihak keluarga, saudara, tetangga dan teman yang hadir antri menunggu giliran.


Mulai gaya yang anggun, elegan dan cantik. Hingga gaya yang bebas ada dalam jepretan fotografer yang disewa keluarga Raya.


Saat dokter Jo maju ke depan untuk ikut berfoto, ada raut tegang di wajah Raya. Dan itu terlihat oleh Rayhan.


Dengan lembut Rayhan mengusap bahu Raya, memeluk sesaat untuk menenangkan hati sang istri. Dan dengan senyum manisnya, ia membawa tangan Raya untuk memeluk lengan nya.


Dokter Johan memilih posisi di dekat Raya. Sambil tersenyum ia melihat ke arah kamera. Dua kali jepretan dengan pose yang sama. Yang satu menggunakan ponsel milik nya sendiri.


Bima hanya bisa menyaksikan kemesraan dua insan yang sedang berbahagia. Bagaimanapun juga mereka berdua adalah adik nya.


Ikhlas.. entah.


Rela.. apalagi.


Pasrah.. itu yang bisa ia lakukan.


Namun yang pasti, ia ikut bahagia untuk keduanya.


Urusan hatinya, hanya dia dan Sang Pemilik hati yang tau.


Eh.. mungkin dia sendiri pun tidak tau bagaimana keadaan hatinya yang sebenarnya.


Begitu pula dokter Johan.


Terlihat senyum di wajahnya. Turut bahagia dengan pernikahan mereka berdua.


Tapi siapa yang tau apa yang ada dalam hati dan fikirannya.


Mampukah ia menjalani hidup selanjutnya, setelah ia kehilangan wanita yang selama lebih dari dua tahun ini ia simpan dalam hati.


Ia mengejar ambisinya demi terlihat hebat dan membanggakan. Ternyata itu semua menjadi sia-sia. Ego lah yang menguasai dirinya saat itu. Sehingga sekarang ia harus mengalami rasa hati yang seperti ini.


Hancur, hampa, tidak ada lagi penyemangat dalam hidupnya.


🍁🍁🍁🍁🍁


sekian dulu yaa


maaf kalo banyak typo


maaf juga ceritanya datar-datar aja


tetep semangatin aku ya, beri vote gift like dan koment nya

__ADS_1


makasih buat smua dukungannya


salam hangat Qidi 😍


__ADS_2