Cinta Untuk Perawat Cantik

Cinta Untuk Perawat Cantik
Sebuah cerita


__ADS_3

selamat membaca 📖📚


🍁🍁🍁🍁🍁


Akad pun berjalan lancar.


"Bagaimana saksi, sah ??". Pertanyaan pak penghulu kepada semua yang hadir.


"SAH ", jawab serempak para tamu yang ada di sana.


Di dalam ruangan yang berbeda.


Di kamar, Melisa sayup-sayup mendengar suara laki-laki mengucap janji pernikahan. Dan terdengar kata sah dengan keras.


Lega, itu yang dirasakan Melisa. Akhirnya ia menyandang status baru, istri. Air mata pun mengalir mengiringi rasa bahagianya. Namun segera ia hapus dengan cepat, saat ada yang mengetuk pintu.


Ibu yeni membuka pintu perlahan. Melongok sedikit, kemudian masuk mendekati putrinya.


Dipeluknya putri kesayangannya itu, serta mengusap lembut punggung Melisa.


"Kamu sekarang sudah menjadi seorang istri ", mamah Melisa melepas pelukannya


"Hormati suamimu, terima apa adanya dia. Jadikan pernikahan ini sekali selamanya. Semoga kamu bahagia selalu sayang".


Nasehat sang mamah.


Ditangkupnya kedua pipi Melisa. Diusap dengan sayang air mata yang membasahi pipi anak semata wayangnya itu.


Ibu yeni mengecup kening anaknya. Kemudian mengajaknya turun.


"Mari, temui suamimu ",


"Ingat, jaga sikap. Di sana banyak orang !".


Entah kenapa ucapan mamahnya membuat Melisa berfikir. Merasa seperti ada sesuatu yang akan terjadi di bawah sana.


Tanpa banyak tanya, Melisa segera keluar dari kamar. Digandeng sama mamahnya.


Sesampainya di ujung tangga, ia melihat sosok laki-laki yang ia inginkan untuk menjadi suaminya, sedang duduk di depan meja akad. Meskipun dari belakang, namun Melisa sangat hafal kalau itu Rayhan.


Saat sudah dekat, beberapa orang di sana berdiri menyambut kedatangan Melisa.


Rayhan memberi ruang untuk Melisa duduk di sampingnya. Pandangan Melisa hanya tertuju pada kursi di depannya. Saking gugupnya, membuat ia tidak memperhatikan sekitarnya.


Saat Melisa menengadahkan kepala, betapa terkejutnya ia saat melihat wajah seseorang yang berada di hadapannya.


Ibu Yeni segera mendekat,,


"Ingat pesan mamah. Jaga sikap ".


Bisik mamah pelan sekali, mengingatkan anaknya.


°°°°°


Beberapa hari sebelum pernikahan Melisa..


"Ini tempatnya ?". Rayhan melihat sekeliling.


"Iya. Ia pemilik tempat ini ". Terang Bagas.


Mereka berdua berada di depan sebuah bengkel motor yang lumayan besar dan ramai.


Keduanya turun dari mobil dan menghampiri salah satu pekerja yang ada di sana.

__ADS_1


"Permisi mas, bisa bertemu dengan pemilik bengkel ini ?". Tanya Rayhan.


"Oh pak Aldo, iya mas.. sebentar saya panggilkan ".


Pekerja bengkel tersebut dengan mudah menyebut nama pemilik bengkel, Aldo. Berarti tidak ada yang ditutupi dari pribadi Aldo.


Tidak lama, pekerja bengkel tadi keluar bersama dengan laki-laki muda.


Umurnya mungkin di bawah Rayhan. Kira-kira tidak beda jauh dengan Raka.


"Maaf, apa mas berdua mencari saya ?", sapa ramah laki-laki yang bernama Aldo itu.


"Anda Aldo ?". Bagas ingin meyakinkan.


"Iya, perkenalkan saya Aldo ",


"Ada yang bisa saya bantu ?".


Aldo mengulurkan tangannya.


Rayhan dan Bagas menyambut dengan bergantian.


"Bisa saya bicara secara pribadi. Ini serius ".


Wajah Rayhan tak kalah serius dengan ucapannya.


Aldo mengerutkan dahi nya. Nampak wajah kebingungan pada dirinya.


"Maaf, apa ada masalah ?"


"Iya ",


"Iya ". Jawab tegas kedua orang di hadapan Aldo, bersamaan.


"Silahkan !". Aldo memperilahkan keduanya untuk duduk. Ia menyiapkan minuman dingin di atas meja.


"Apa yang ingin dibicarakan ?".


Tanpa basi-basi. Setelah ketiganya duduk langsung menanyakan maksud tujuan Rayhan dan bagas menemuinya.


"Kamu kenal dengan Melisa ?" Rayhan.pun langsung pada inti pembicaraan.


"Iya "


"Ada hubungan apa dengannya ?".


Tanya Rayhan kembali


"Jujur saja !". Bagas menambahi.


"Hmm, Melisa pacar saya ",


"Kalian siapa, apa hubungan kalian dengan Melisa ?".


Aldo penasaran dengan tamu barunya. Dia sedikit was-was, curiga dengan mereka.


"Nanti saja ".


"Kamu tau Melisa ini hamil ?". Tanya Rayhan dengan sikap dinginnya


"Iya ", jawab Aldo yang tak kalah dingin.


Ia mulai menerka-nerka apa alasan Rayhan dan Bagas mendatanginya.

__ADS_1


Sebelum Rayhan melanjutkan kalimatnya. Bagas terlebih dulu bertanya.


"Anak siapa yang dikandung Melisa ??". Suara berat Bagas menahan emosi.


"Setau saya, itu anak saya ". Jawab Aldo enteng.


"Kamu tau dia hamil, dan tau itu anak kamu ?? Apa kamu tidak mau tanggung jawab ??". Bagas makin emosi.


°°°°


*kenapa Bagas lebih emosi dari pada Rayhan.... 🤔


Tahan penasarannya....


°°°°


Aldo tersenyum tipis.


Seperti tahu ada sesuatu yang telah terjadi antara Melisa dan Aldo. Rayhan meminta penjelasan Aldo.


"Ceritakan !!". Perintah Rayhan.


Aldo mengangguk. Membenarkan duduknya dan menyalakan sebatang rokok yang sudah ada di bibir nya. Dihisapnya sekali, lalu ia mulai bercerita.


"Hari itu bertepatan dengan ulang tahunku. Melisa mengirim pesan dan ingin bertemu. Aku bilang masih ada di bengkel dan segera pulang ",


Aldo menjeda ceritanya. Menghisap rokoknya kembali. Seraya menggerakkan tangan, mempersilahkan tamunya untuk menikmati minuman di hadapannya.


"Melisa bilang dia yang akan kemari. Katanya ada kejutan untukku ",


"Yaaa, aku menunggu sampai dia datang ", lanjut Aldo


"Singkat saja. Mel mengajak melakukan itu.. ".


Aldo mengangkat tangannya. Memberi kode karena Bagas terlihat akan menyela ceritanya.


"Jujur aku menolaknya. Sebrengsek-brengsek nya aku, aku berusaha tak kan mengambil sesuatu yang berharga dari orang yang aku cintai. Aku ingin mendapatkannya setelah benar-benar menjadi hak ku ". Terang Aldo kemudian.


Sesekali Aldo mengepulkan asap rokok dari mulutnya.


"Lalu kenapa itu bisa terjadi ", emosi Bagas yang mulai tak tertahan.


"Kalo ingin tau kejadiannya, jangan memotong ceritaku ". Sambil menekan rokok yang hampir habis ke dalam asbak kecil.


Rayhan menepuk bahu Bagas. Menenangkan sahabatnya itu, yang entah kenapa lebih gak sabaran mendengar cerita Aldo, dibanding dia.


"Aku laki-laki normal. Menurut kalian, bagaimana aku bisa bertahan untuk tidak menyentuhnya, jika di depanku ada wanita yang sangat aku cintai sedang merayuku tanpa sehelai benang pun ".


"Jangan dibayangkan. Maaf kalo imanku terlalu lemah untuk menahan rayuannya ".


Aldo tersenyum kecut. Ada rasa sesal dari kejadian itu.


🍁🍁🍁🍁🍁


maaf sedikit, mungkin juga banyak typo,


lanjut besuk ya..


jangan lupa vote gift like koment nya..


makasih smua


terus semangatin aku ya

__ADS_1


salam hangat Qidi 😍


__ADS_2