Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu

Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu
Bab 23


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


''Selamat pagi...'' sapa Langit saat melihat Bintang membuka matanya.


Pemuda itu kini berdiri di samping ranjang Bintang dengan tampilan yang sudah sangat rapi dan oh jangan lupakan senyum yang membuatnya semakin menawan.


''Pagi.'' balas Bintang dengan suara seraknya. ''Kok udah rapi banget? jam berapa memangnya sekarang?'' tanyanya.


''Jam tujuh lewat lima belas menit.'' jawab Langit.


''Oh.'' beo Bintang.


''Eith mau kemana?'' tanya Langit saat melihat Bintang akan menurunkan kakinya.


''Aku mau ke kamar mandi...pengen bersih-bersih, dari kemarin aku gak mandi...gerah dan gak enak rasanya.'' jawab Bintang yang badannya terasa sangat lengket.


''Baiklah, ayo aku bantu.'' kata Langit.


Tanpa basa-basi Langit langsung membopong tubuh Bintang ala bridal style sehingga membuat si empunya terpekik kaget.


''Mas, aku bisa jalan.'' kata Bintang.


''Sudah gak apa-apa.'' sahut Langit. ''Dan kamu diem kalau gak pengen jatuh.'' sambungannya lagi memberi peringatan saat tubuh Bintang meronta ingin turun.


Jatuh dari motor kemarin aja masih sakit banget di badan, masa mau jatuh lagi...ya gak mau dong.


Langit mendudukkan tubuh Bintang di atas closed.


''Kalau sudah selesai, panggil aku.'' kata Langit. ''Aku nunggu di luar.'' katanya lagi sebelum benar-benar melangkah keluar.


💕


Cklek

__ADS_1


''Selamat pagi.'' sapa ibu dan ayah dari Bintang yang baru saja sampai dengan beberapa tentengan di tangannya.


''Selamat pagi om, tante.'' sahut Langit.


''Langit, Bintang mana?'' tanya ibu Nanda saat tak melihat keberadaan putrinya di ruangan itu.


''Oh itu tante, Bintangnya lagi di kamar mandi...pengen mandi katanya.'' jawab Langit.


''Ini tante bawain makanan buat kamu, pasti kamu belum sarapankan?'' kata calon ibu mertuanya.


''Terimakasih tante, dan maaf kalau malah jadi merepotkan.'' ucap Langit.


''Kamu ini ngomong apa...harusnya tante yang bilang kayak gitu.'' sahut ibu. ''Iyakan yah?'' katanya pada sang suami.


''Iya bener, yang di bilang ibunya Bintang.'' sahut ayah.


''Langit, kayaknya kamu sudah harus membiasakan memanggil kami ayah dan ibu sama seperti Bintang.'' kata ibu. ''Lagian sebentar lagi kalian juga sudah akan bertunangan.'' sambungnya lagi.


''Iya..i...bu.'' sahut Langit yang masih belum terbiasa. ''Bima gak ikut bu'?'' tanyanya karena dari kemarin sama sekali belum melihat sosok calon adik iparnya itu datang ke rumah sakit menjenguk kakaknya.


''Dari kemarin dia sudah geger pengen dateng kesini, tapi ya gimana lagi...dia masih sibuk ujian akhir.'' timpal ibu. ''Jadi ibu sama ayah minta dia buat di rumah aja...belajar dan fokus sama ujiannya.'' sambungnya lagi.


''Mas.'' seru Bintang dari dalam kamar mandi.


''Biar ibu saja.'' kata ibu saat Langit akan berdiri dari duduknya.


Langit pun mengangguk dan kembali berbincang dengan calon ayah mertuanya.


Tok...Tok...


''Kak, ini ibu.'' seru ibu Nanda di balik pintu. ''Ada yang bisa ibu bantu nak?'' tanyanya.


''Ibu...ini Bintang sudah selesai.'' jawab Bintang.

__ADS_1


Mendengar jawaban dari Bintang, sontak saja Langit langsung berdiri dari duduknya.


''Maaf bu'.'' kata Langit sebelumnya. ''Bi, aku masuk ya...'' kata Langit.


''Iya.'' jawab Bintang.


Cklek


Langit langsung masuk dan membawa Bintang kembali lagi ke ranjang.


Ayah dan ibu yang melihat perlakuan Langit pada putrinya merasa bahagia dan secara tak sadar pun senyum langsung terbit di bibir mereka mereka berdua.


''Mau makan Bi?'' tanya ibu.


''Nanti bu'...masih males.'' jawab Bintang.


''Gak boleh gitu, kamu harus sarapan terus minum obat biar cepat sembuh.'' kata Langit yang membuat Bintang langsung mencebikkan bibirnya.


Tak akan pernah menang dirinya jika melawan kekasih yang sekaligus dosennya itu.


''Iya aku makan.'' kata Bintang dengan pasrah.


''Good, gadis pintar.'' puji Langit.


''Ibu suapi ya...'' kata ibu yang tentu saja langsung di angguki oleh Bintang. ''Langit, kamu juga sarapan.'' kata ibu lagi yang beralih pada Langit.


''Iya bu'.'' jawab Langit.


''Hem, ibu.'' beo Bintang dengan mengernyitkan dahinya mendengar panggilan baru Langit pada ibunya.


''Iya, ada yang salah?'' kata Langit.


''Sejak kapan?'' tanya Bintang.

__ADS_1


''Sejak tadi.'' sahut ibu sebelum Langit menjawab. ''Biar dia terbiasa...sama seperti kamu pada orangtua Langit.'' papar ibu dan Bintang hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda mengerti. ''Ayo aa...'' kata ibu yang sudah menyodorkan satu sendok yang berisi makanan di depan mulut Bintang.


__ADS_2