Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu

Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu
Bab 61


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Hari demi hari telah berlalu, tak terasa pernikahan Bintang dan Langit sudah berjalan beberapa bulan, kini Bintang kian di sibukkan dengan urusan kampusnya karena dia akan mengikuti beberapa sidang skripsinya yang tentu saja pembimbingnya adalah suaminya sendiri.


Mana mau pak dosen satu itu jika sampai istrinya melakukan bimbingan sama orang lain, bisa uring-uringan doa karena waktu istrinya untuknya tentu saja akan sangat-sangat berkurang.


''Mas, bantuin dong...masa ini banyak bangat sih coretannya.'' kata Bintang yang beberapa tulisan untuk skripsinya banyak mendapat coretan dari Langit.


''Ya gak bisa gitu dong sayang...istri sih istri, kalau di kampus sama urusan kuliah kamu itu mahasiswa aku dan aku itu dosen kamu jadi harus profesional dong.'' kata Langit. ''Ini artinya masih banyak yang harus kamu pelajari dan perbaiki lagi.'' sambungnya.


''Uh nyebelin...awas aja.'' kata Bintang dengan kesal dan langsung ke luar dari kamarnya.


Brak


Bintang menutup pintu dengan sedikit kencang sampai-sampai membaut Langit berjengkit kaget.


Langit hanya bisa mengelus dadanya melihat kelakuan istrinya itu.


''Sabar Langit...inilah resikonya nikah sama yang lebih muda terus mahasiswa sendiri lagi...kamu harus banyak-banyak sabar.'' gumamannya pada dirinya sendiri agar lebih banyak lagi menyetok rasa sabarnya untuk sang istri.


💕

__ADS_1


''Kak...sini.'' panggil Lintang yang kebetulan sedang nonton televisi bersama dengan mami Selin.


Tadi Lintang tak sengaja melihat sang kakak ipar turun dari tangga.


''Langit mana Bi?'' tanya mami Selin.


''Di kamar mam.'' jawab Bintang.


''Tumben gak ikut turun?'' tanya mami Selin lagi.


''Iya biasanya berdua kak.'' sahut Lintang.


''Lagi males berdua.'' sahut Bintang.


Langit yang melihat sang istri sedang kesal mau tak mau jika keluar dari kamar untuk menyusul Bintang, nanti kalau di biarin...gak di cariin bisa tambah ngambek lagi.


Langit datang dan langsung duduk begitu saja di samping Bintang.


''Kalian berdua ini kenapa?'' tanya mami Selin yang heran melihat keduanya, terutama Bintang yang begitu cuek bahkan seperti tak menganggap keberadaan Langit di sana. ''Kalau ada masalah itu di bicarain jangan saling diem kayak gini.'' sambungannya lagi menasehati anak dan menantunya.


''Gak ada apa-apa mam, Bintang cuma lagi kesel aja.'' sahut Bintang.

__ADS_1


''Kesel kenapa sayang?'' tanya mami Selin.


''Masa ya mam Bintang itu sudah susah payah nyusun skripsi...eh masih aja banyak bangat dapat coretan dari orang yang katanya suami Bintang.'' cerita Bintang. ''Mana di suruh bantuin gak mau lagi...pakek alasan profesionallah...inilah...itulah...gimana gak bt coba.'' sambungannya dengan kesal. ''Buat apa punya pembimbing suami sendiri...gak ada gunanya, mendingan bimbingan sama dosen lain...bisa keluar-keluar buat cuci mata.'' imbuhnya yang membuat Langit mendengus begitu mendengar kata-kata Bintang yang terakhir.


''Sudah punya suami muda, ganteng, pinter, tajir...masih kurang? masih mau cuci mata sama yang gimana lagi, hem?'' tanya Langit.


''Kak, apa salahnya sih kamu bantuin Bintang.'' kata mami Selin. ''Jangan terlalu keraslah sama istri sendiri.'' sambungnya lagi.


''Ya gak bisa gitu dong mom, inikan masalah kampus jadi...'' kata Langit.


''Ya udah Bi, gak usah di kasih jatah aja dianya.'' sela mami Selin sebelum Langit menyelesaikan kata-katanya. ''Biar ngerasain kesel sama bad mood kayak kamu.'' sambungnya lagi dengan memberi kode sebuah kedipan mata pada Bintang.


''Wah ide yang bagus tuh mom.'' kata Bintang.


''Kak, gimana kalau nanti malam kakak tidur aja di kamar aku...kita ngedrakor bareng.'' usul Lintang yang semakin membuat Langit naik darah.


''Oke, tapi nanti jangan lupa siapin minuman sama camilan biar lebih seru.'' kata Bintang.


''Ck, dasar menyebalkan.'' kata Langit yang langsung pergi dari sana.


Melihat Langit yang pergi ke ruang kerjanya dengan keadaan kesal membuat mami Selin juga Lintang dan Bintang tertawa terpingkal-pingkal.

__ADS_1


''Huh...emang enak di kerjain.'' kata Bintang.


__ADS_2