
❤️ Happy Reading ❤️
''Kalian lebih baik istirahat dulu di kamar.'' kata ibu Nanda.
''Tapi apa gak apa-apa bu'?'' tanya Bintang.
''Gak apa-apa sayang, lagian cuma tinggal beberapa saja.'' jawab ibu Nanda. ''Kaliankan harus mempersiapkan diri untuk acara resepsi nanti malam.'' imbuhnya.
''Baiklah bu', kalau begitu kami berdua ke istirahat dulu.'' kata Bintang pada akhirnya dan langsung mengajak Langit ke kamarnya.
Kebetulan untuk acara ijab qabul pada pagi hari ini di adakan di kediaman orangtua Bintang dan tamunya juga tak begitu banyak, hanya orang-orang terdekat saja.
Sedangkan untuk resepsi akan di adakan di hotel milik keluarga Cakrabuana.
Tamu yang hadir pun tak main-main, mulai dari pejabat, para kolega bisnis kedua keluarga juga para petinggi perusahaan mereka.
Karena Bintang tak mau terekspos, maka para rekan dosen Langit dan teman-teman Bintang tak ada yang di undang kecuali pada sahabat terdekat saja.
Cklek
__ADS_1
''Kamu mandi aja dulu mas, aku mau lepasin ini dulu.'' kata Bintang kala mereka sudah ada di dalam kamarnya.
''Mau aku bantu?'' tawar Langit.
''Gak apa-apa, aku bisa sendiri kok.'' kata Bintang.
''Ya udah kalau begitu aku mandi dulu.'' kata Langit pada akhirnya.
Tak membutuhkan waktu yang lama, hanya dua puluh menit saja...Langit sudah menyelesaikan ritual mandinya.
Dengan bertelanjang dada dan handuk yang hanya melilit pinggangnya saja, dia berjalan dengan santai menuju ke arah kopernya berada.
Glek
Karena tak ingin ketahuan olah Langit, Bintang pun mengalihkan perhatiannya dengan melanjutkan kegiatannya semula.
Sedangkan Langit yang sudah mendapatkan yang dia butuhkan kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk mengenakan pakainnya.
''Belum selesai juga?'' tanya Langit yang sudah kembali dari kamar mandi dengan mengenakan celana bahan pendek dan juga kaos lengan pendek.
__ADS_1
''Ini sedikit lagi mas.'' jawab Bintang dengan tangan yang masih berusaha membuka melepas antingnya. ''Nah sudah selesai, aku mandi dulu ya.'' kata Bintang. ''O iya kalau mas capek, bisa istirahat dulu.'' sambungnya sebelum melenggang ke arah kamar mandi setelah mengambil pakaian gantinya.
Bukannya istirahat, Langit malah memilih untuk duduk di ranjang sambil memainkan ponselnya.
Cklek
''Loh kok gak tidur?'' tanya Bintang begitu selesai mandi.
''Ini aku lagi ngecek kerjaan yang masuk ke emailku.'' jawab Langit.
''Huft...segitu sibuknya ya, sampai-sampai di hari pernikahan aja masih ngurusi pekerjaan.'' kata Bintang sambil mendudukkan bokongnya di kursi depan meja rias.
''Sini biar aku aja.'' kata Langit yang langsung mengambil alih hairdryer dari tangan Bintang.
Mendengar protesan dari istrinya tadi, membuat Langit langsung mematikan ponselnya dan beranjak menghampiri sang istri.
''Emang kamu bisa?'' tanya Bintang.
''Tentu aja bisa.'' jawab Langit. ''Aku sering gunain ini kok.'' sambungnya lagi. ''Mami akan mengomel panjang kali lebar jika aku tidur dengan rambut yang basah, makannya beliau menyediakan alat ini di kamar rumah utama ataupun di apartemen.'' imbuhnya lagi.
__ADS_1
''Itu karena mami sangat sayang dan perhatian sama kamu mas, beliau tak ingin kepala kamu jadi pusing jika tidur dengan ke adaan rambut yang masih basah.'' sahut Bintang yang membiarkan sang suami mengeringkan rambutnya.
''Iya aku tau...mami itu sangat menyayangiku dan anak-anaknya yang lain.'' kata Langit.