
❤️ Happy Reading ❤️
"Kak, Bi, bagaimana? Apa hasilnya...bener positifkan?" kata mami Selin yang langsung memberondong putra dan menantunya dengan pertanyaan.
"Mam." panggil papi Ardi. "Mam biar mereka duduk dulu mam." katanya lagi.
"Eh iya...maaf...maaf...ayo duduk." ajak mami Selin. "Habisnya mami sudah gak sabar nunggu kalian dari tadi.'' ujarnya.
Bukannya menjawab, Langit malah mengeluarkan amplop putih berlogo rumah sakit dimana tadi Bintang periksa.
Mami Selin langsung mengambilnya, bahkan begitu tak sabar untuk membukanya.
"Ini..." kata mami Selin dengan mata berkaca-kaca setelah saling tatap dengan sang suami.
"Iya mam, Bintang hamil...sudah enam minggu.'' jawab Langit dengan tangan yang mengelus perut rata Bintang.
Grep
"Selamat ya sayang...mami sama papi seneng dengernya." kata mami Selin yang langsung memeluk tubuh Bintang. "Kalau kamu butuh apa-apa atau pengen apa-apa, jangan sungkan untuk kasih tau kami ya..." sambungnya lagi.
"O iya mam,nanti kamu gak makan malam di rumah, soalnya kami mau kerumah ayah sama ibu." kata Langit memberi tahu.
__ADS_1
"Iya kalian memang perlu kesana untuk mengabarkan kabar bahagia ini." sahut papi Ardi.
"Nanda sama Boby pasti seneng banget, apalagi ini adalah cucu pertama mereka." sambung mami Selin. "Kalau mau menginap di sana untuk beberapa hati juga gak apa-apa sayang...lagian kalian juga sudah lama gak nginap di sana, pasti mereka juga kangen sama kamu." kata mami Selin lagi.
"Iya mam, terimakasih." ucap Bintang yang begitu bahagia mempunyai mertua yang begitu pengertian, ipar yang bisa di bilang satu frekuensi dan suami yang begitu sayang serta cinta sama dia.
Ah nikmat mana lagi yang kau dustakan jika seperti ini.
💕
"Loh kalian datang kok gak ngasih kabar dulu, tau gitukan ibu bisa masakin makanan kesukaan kamu Bi." kata ibu Nanda saat putri serta menantunya datang.
"Oh mereka ada di ruang makan, ayo kalian ikut makan sekalian." ajak ibu Nanda. "Pasti belum makankan?'' tanyanya.
"Ini ada sedikit oleh-oleh buat ibu dan yang lainnya." kata Langit menyerahkan beberapa paper bag di tangannya.
"Kalian ini lalu ke sini mesti repot-repot." kata ibu Nanda. "Kalian dateng aja kami sudah seneng banget loh, terimakasih ya nak." ucap Ibu Nanda.
Mereka bertiga lalu berjalan menuju ke arah rumah makan yang di mana sudah ada ayah Boby juga Bima yang sedang makan.
Mereka berdua pun menyambut Bintang dan Langit dengan begitu hangat, akhirnya mereka pun makan malam bersama.
__ADS_1
"Sebenarnya ada sesuatu yang ingin kami berdua katakan sama ibu dan ayah juga Bima juga." kata Langit saat mereka berdua sudah berada di ruang keluarga untuk bersantai, ngobrol sambil menonton televisi.
"Ada apa?" tanya ibu Nanda yang begitu sangat penasaran.
"Kami ingin memberitahu jika saat ini Bintang sedang mengandung buah hati kami dan sudah menginjak usia enam minggu.'' jawab Langit.
"Akh akhirnya putri ibu hamil...ibu sama ayah akan menjadi nenek dan kakek." seru ibu Nanda yang langsung memeluk tubuh Bintang.
"Bu' kok jadi nangis?" tanya Bintang saat mendengar suara isak tangis serta suara sang ibu yang berubah serak.
"Ini tangis bahagia nak...ibu seneng bangat denger kabar ini." kata ibu Nanda.
"Selamat Langit...kini tanggung jawabmu akan semakin bertambah." kata ayah Boby yang memeluk tubuh sang menantu.
"Untuk beberapa hari ini kami akan menginap di sini bu'." kata Bintang.
"Benarkah? terus bagaimana dengan mertua kamu...nanti gak enak jadinya." kata ibu Nanda antara senang juga bimbang.
"Meraka ngijinin kok bu', malah mami tadi yang ngasih saran...katanya untuk mengobati rasa kangen aku sama ibu juga ayah dan Bima karena sudah lama gak nginap di sini." paparnya.
"Heh mertua kamu itu memang sedari dulu baik banget." kata ibu Nanda. "Kamu harus bersyukur memiliki mertua seperti mereka." katanya lagi yang di angguki oleh Bintang, karena semua yang di katakan sang ibu benar adanya.
__ADS_1