Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu

Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu
Bab 67


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


"'Hoam..." Bintang menguap sembari merenggangkan kedua tangannya agar ototnya terasa rileks, namun siapa sangka tangan itu mengenai sesuatu.


Bintang pun langsung membuka kedua matanya dan menoleh ke arah tangannya yang ternyata terkena wajah Langit.


Dengan terburu-buru Bintang pun menarik tangannya agar si empunya tak terbangun dari tidur.


"Perasaan tadi malam aku tidur di sana deh." gumam Bintang sambil menunjuk ke arah sofa. "Apa aku yang lupa ya..." gumamannya lagi dengan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Setelah berpikir sejenak, Bintang pun memutuskan untuk turun dari ranjang...sudah pagi dan badannya juga sudah terasa lengket jadi dia ingin membersihkan dirinya terlebih dahulu.


Saat kakinya yang satu baru saja turun dari ranjang dan akan menapaki lantai, tiba-tiba tubuhnya di tarik begitu saja sehingga kembali terjerembab di atas tempat tidur.


"Lepas, aku mau turun." kata Bintang pada sang pelaku yang tak lain dan juga tak bukan adalah suaminya sendiri.


Grep

__ADS_1


Bukannya melepaskan seperti kata sang istri, Langit malah membawa tubuh Bintang ke dalam pelukannya.


"Sebentar saja sayang, please." pinta Langit saat Bintang terus saja berontak dari dekapannya. "Sayang diamlah sebentar, aku sangat tersiksa saat kamu begitu acuh padaku." katanya namun Bintang hanya diam tak menanggapi sepatah katapun, dia ingin tau apa lagi yang ingin di katakan oleh Langit. "Maafkan aku, aku sadar kalau aku sudah begitu keterlaluan padamu." ucapnya dengan sungguh-sungguh.


"Dua kali...dua kali kamu sudah bikin aku begitu kesal padahal usia pernikahan kita baru berjalan beberapa bulan." kata Bintang.


Beginilah kalau wanita, kesalahan yang sudah lama pun akan kembali di ungkit jika sedang marah ataupun kesal (hehehe kayak author).


"Aku benar-benar minta maaf dan menyesal akan hal itu." kata Langit. "Bisakah kita berbaikan sekarang?" tanyanya. "Karena tak baik jika seseorang yang sudah berumah tangga terlalu lama marahan." kata Langit lagi.


💕


Walaupun masih belum romantis seperti biasanya paling tidak kini mereka berdua juga tak seperti kemarin.


Hari ini Bintang ke kampus dengan Langit, tapi dirinya tak menurunkan Bintang di jalan melainkan di parkiran khusus dosen walaupun harus secara sembunyi-sembunyi seperti maling turunnya.


Bintang harus menengok kiri dan kanan seperti akan mencuri untuk melihat ke adaan aman baru turun.

__ADS_1


"Harus seperti itu ya yank? gak bisa apa kalau kita seperti pasangan suami istri normal pada umumnya?" tanya Langit saat melihat gelagat sang istri yang menurutnya begitu sangat lucu.


"Hah...aku itu belum siap untuk menghadapi para fans fanatik kamu." sahut Bintang sambil mengamati sekitar.


"Tapi sampai kapan yank?" tanya Langit yang ingin juga bisa leluasa bersama sang istri saat di kampus.


Jika seperti ini walaupun dekat pun akan terasa sangat jauh.


Melihat tapi tak leluasa menyapa, ingin bergandengan harus secara sembunyi-sembunyi, mau makan siang bareng pun harus mencari banyak alasan agar tak ada yang curiga jika Bintang ke ruangannya...ribet banget pokoknya.


"Kalau kamu takut sama mereka, kamu itu ada aku yang. Isa melindungi kamu yank...ada Marsel jika aku tak ada, ada anak buah aku yang bisa melindungi kamu dia puluh empat jam saat aku tak ada di sampingmu." kata Langit yang merasa sudah tak tahan dengan situasi ini.


"Huh...apa kamu pikir kau juga tak ingin bersama kamu dengan leluasa, aku juga ingin mengenalkan siapa suami aku, aku juga ingin memamerkan suami aku yang jadi idaman hampir semua wanita...tapi ini belum saatnya." kata Bintang. "Tunggu sebentar lagi...paling tidak sampai aku selesai skripsi." sambungnya.


"Baiklah, akan aku tagih kata-katamu itu." kata Langit.


"Ya udah aku keluar dulu mas." pamit Bintang saat situasi sudah aman dan tak lupa di tinggalkannya satu kecupan di pipi Langit sebelum dia keluar.

__ADS_1


__ADS_2