
❤️ Happy Reading ❤️
"Untung saja baby gak apa-apa ya yank." kata Langit sambil mengelus kepala Bintang dengan lembut.
Saat ini mereka sedang berada di atas ranjang dengan Langit yang duduk bersandarkan headboard dengan Bintang yang juga bersandar pada dada bidangnya.
"Padahal kita melakukannya semalam penuh hingga hampir pagi." katanya lagi namun Bintang hanya diam mendengarkan apa yang di katakan sang suami. " Kalau dia sampai kenapa-napa...aku pasti akan merasa begitu bersalah." imbuhnya lagi.
"Tapi nyatanya baby gak apa-apa." kata Bintang memberikan tanggapannya. "Baby kita ini kuat seperti daddynya...jadi kamu gak usah begitu khawatir." sambung Binatang dengan tangan yang mengelus perutnya sendiri.
Langit pun membawa sebelah tangannya yang menganggur untuk mengelus perut Bintang.
"Maafkan daddy ya nak...daddy dan mommy belum tau kalau kamu sudah ada di perut mommy, kamu pasti kemarin begitu terguncang." kata Langit. "Oiya sayang kamu belum minum susu hamilkan?" tanya Langit yang di angguki oleh Bintang. "Biar aku buatkan...kamu mau rasa apa?" tanya Langit yang memang membawa beberapa box susu dengan berbagai varian rasa.
"Ada rasa apa saja?" tanya Bintang.
"Coklat, vanila, strawberry,..." jawab Langit.
__ADS_1
"Mau rasa coklat aja." potong Bintang.
"Siap tuan putri, hamba akan buatkan sebentar." kata Langit yang tak lupa mengecup kening Bintang sebelum benar-benar meninggalkannya sendiri di kamar.
💕
"Lagi ngapain nak?" tanya ibu Nanda saat melihat sosok Langit di dapur.
"Oh ini bu', Langit lagi bikin susu hamil untuk Bintang." jawab Langit. "Ibu sama ayah sendiri?" tanyanya.
"Ini ayah tiba-tiba ingin makan mie kuah, jadi minta ibu untuk buatin." jawab ayah Boby.
"Gak usah bu', terimakasih...Langit masih sangat kenyang." tolak Langit.
"Kamu itu sudah menjadi bagian keluarga ini, sama seperti Bintang...ini juga rumah kamu, jadi kamu gak usah sungkan di sini...anggap saja seperti rumah sendiri." kata ayah Boby.
"Iya yah." jawab Langit. "Langit ke kamar dulu yah, bu', takutnya nanti Bintang malah ketiduran sebelum minum susunya.'' kata Langit.
__ADS_1
"Ya udah sana, kasihan anak sama istri kamu nungguin." kata ayah Boby.
💕
Pagi menjelang, seluruh penghuni rumah sudah bangun dan sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
Langit dan ayah yang menikmati udara pagi sambil duduk bersantai di teras belakang. Bima yang sibuk menyimpan apa saja yang perlu di bawanya untuk ke kampus sedangkan ibu ada di dapur untuk membuat sarapan bersama salah satu art dan juga Bintang.
"Kamu gak meras mual, pusing atau apa gitu Bi?" tanya ibu Nanda.
"Sampai saat ini gak ada sih bu', cuma mudah lelah aja sama ngantuk, makanya gak ketahuan kalau lagi hamil." jawab Bintang.
"Lah terus kemarin gimana kok bisa kepikiran buat periksa?" tanya ibu Nanda lagi dengan tangan yang masih sibuk mengaduk makanan yang dia masak.
"Gak kepikiran bu', tapi akunya tiba-tiba pingsan waktu sepulang dari hotel makanya di rumah langsung heboh." jawab Bintang.
"Memang gak inget-inget masa periode mens kamu?" tanyanya.
__ADS_1
"Mana sempet Bintang inget yang begitu bu', kemarin-kemarin Bintang itu sudah begitu mumet sama yang namanya skripsi." jawab Bintang. "Punya suami dosen sekaligus pembimbing sendiri gak menjamin kalau skripsi aku bakal berjalan mulus semulus jalan tol." imbuh Bintang.
"Kamu ini ada-ada saja." sahut ibu Nanda sambil menggelengkan kepalanya.