Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu

Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu
Bab 62


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Benar saja seusai makan malam bersama dan setelah duduk bersama sebentar di ruang keluarga, Bintang langsung pergi ke kamar bersama Lintang.


Melihat sang putra terlihat kesal seperti itu membuat mami Selin melipat bibirnya dalam-dalam berusaha untuk menahan tawanya yang hendak melesak.


''Ada apa mam?'' tanya papi Ardi setengah berbisik.


''Nanti mami ceritain di kamar pap.'' jawab mami Selin tak kalah berbisik. ''Ayok pap ke kamar...mami sudah ngantuk nih...lagian juga butuh yang hangat-hangat.'' kata mami Selin dengan suara yang normal.


''Iya mam.'' jawab papi Ardi yang kemudian berdiri dari duduknya seperti mami Selin.


''Kak, kamu juga kekamar sana...jangan malam-malam istirahatnya.'' kata mami Selin yang langsung melenggang pergi bersama sang suami meninggalkan langit seorang diri.


Langit mendengus kesal karena tak ada yang menemaninya di sana, mau ke kamar pin rasanya begitu enggan sebab tak ada istrinya di sana, mau ke ruang kerja lebih gak mungkin karena akan percuma saja sebab pasti dirinya tak akan bisa fokus berkosentrasi.


''Hah...'' desah Langit yang akhirnya memutuskan untuk ke kamar sang adik membujuk istrinya.


💕

__ADS_1


''Sekarang mami jelasin ke papi kenapa mami seperti menahan tawa tadi?'' tanya papi Ardi yang langsung memberondong mami Selin dengan pertanyaan begitu mereka telah sampai di dalam kamar.


''Bintang lagi marah sama Langit, dia pergi ke kamar Lintang malam ini buat ngasih pelajaran sama putra kebanggan kita itu.'' jawab mami Selin.


''Lah mami ini aneh, anak dan mantunya marahan kok malah seneng gitu.'' kata papi Ardi yang menatap heran pada istrinya, karena biasanya istrinya itu yang akan paling heboh jika para anak dan mantunya punya masalah dalam rumah tangga mereka.


''Bukan senang pap, justru mami juga ikut kesel sama Langit makanya mami mendukung aksi Bintang.'' jawab mami Selin.


''Lalu apa alasannya mereka jadi seperti itu?'' tanya papi Ardi yang memang belum tau ajar permasalahannya.


Mami Selin lalu duduk di samping sang suami seusai mengganti pakaiannya menjadi pakaian tidur, dia pun mulai menceritakan kejadian tadi siang pada sang suami.


Karena stres, banyak pikiran apalagi sampai tertekan merupakan salah satu hal yang bisa menjadi penyebab seorang wanita sulit untuk mengandung.


Sedangkan di kamar lain ada Bintang dan Lintang yang sedang tertawa terbahak-bahak melihat bagaimana tadi masamnya muka Langit.


''Sudah ah ketawa melulu.'' kata Bintang.


''Tapi kalau ingat muka kakak yang di tekuk tadi...ah rasanya aku jadi tak ingin berhenti tertawa kak.'' kata Lintang.

__ADS_1


''Ayo jadi gak ngedrakornya?'' tanya Bintang. ''Kesempatan langka ini.'' sambungnya lagi.


''O iya lupa, oke aku akan ambil laptopnya dulu kak.'' sahut Lintang yang langsung turun dari ranjang menuju meja belajarnya.


Baru beberapa menit nonton, sudah di ganggu saja dengan pintu kamar yang di ketuk...eh salah di gedor-gedor dari luar.


Mereka saling pandang dan yakin pasti pelakunya adalah Langit.


Dan benar saja setelah beberapa saat tak ada sahutan, Langit mengeluarkan suaranya.


''Lintang, buka pintunya!'' seru Langit di luar. ''Bi, sayang...'' panggilnya lagi yang kali ini memanggil sang istri.


Tapi kedua wanita itu sudah sepakat untuk tak menghiraukannya dan memilih untuk melanjutkan acara nonton mereka.


Mau Langit terus menggedor pintu sambil berteriak memanggil mereka, mereka berdua mah bodo amat.


Apalagi Bintang yang masih kesal dengan Langit, dia ingin sekali memberi pelajaran pada suami yang juga dosennya itu.


Masa minta keringanan sedikit aja gak bisa, padahal acara bikin skripsi dia kadang terkendala juga karena kelelahan sebab suaminya itu suka gak kira-kira kalau menggempurnya sehingga badannya menjadi sakit-sakit dan membuat mager.

__ADS_1


__ADS_2