
❤️ Happy Reading ❤️
Beberapa bulan berlalu, kini usia kandungan Bintang sudah semakin bertambah, perutnya kini pun sudah terlihat lebih menonjol.
Tak ada lagi perut rata dan pinggang langsing, karena kini semuanya terlihat semakin melar seiring bertambahnya usia janin yang ada di dalam kandungannya.
"Kamu ngapain Bi?" tanya Mai Selin saat melihat sang menantu sedang duduk dengan bertopang tangan di kursi yang ada di teras rumah.
"Eh mami, ini lagi nunggu mas Langit mam." jawab Bintang. "Sudah sore kok pulangnya lama banget." katanya lagi dengan wajah yang terlihat cemberut.
"Mungkin kena macet di jalan." sahut mami Selin. ''Ayo masuk, kita tunggu Langit di dalam." ajak mami Selin sambil mengulurkan tangannya agar di raih sang menantu.
Bintang pun dengan terpaksa menuruti apa yang ibu mertuanya katakan, mereka memilih untuk duduk di ruang keluarga...menonton televisi sembari menunggu Langit pulang.
"Aku pulang." kata Langit yang baru saja masuk ke dalam rumah.
"Nah itu suami kamu." kata mami Selin yang mendengar suara sang putra.
Bintang langsung berdiri untuk menghampiri sang suami, bahkan wajah yang tadinya cemberut kini langsung kembali ceria lagi.
__ADS_1
"Mas." panggil Bintang saat melihat sosok Langit yang juga berjalan ke arahnya.
Entah kenapa Bintang menjadi sosok yang sangat begitu manja pada suaminya, mungkin karena terbawa faktor hamil ini.
Bintang langsung saja memeluk tubuh Langit tapi dengan seketika pula dia lepaskan.
"Loh baru sebentar kok sudah di lepas?" tanya Langit karena biasanya Bintang selalu memeluknya agak lama sembari menghirup aroma yang berasal dari tubuhnya.
"Aku gak suka bau kamu." ketus Bintang dan mulai memalingkan wajahnya.
"Hah, maksudnya? Tumben." kata Langit dengan heran.
"Heuh kok bisa ada aroma parfum wanita di tubuh kamu?" tanya mami Selin penuh selidik. "Kamu lagi gak sedang ada main sama wanita lainkan kak?" tanyanya dengan rasa curiga.
"Gak ada mam." jawab Langit.
"Kamu yakin?" tanya mami Selin lagi, karena dirinya tak ingin terjadi kesalah pahaman tang bisa menimbulkan keretakan dalam rumah tangga sang putra.
"Ya ampun, mami gak percaya sama aku." kata Langit sambil mengusap wajahnya dengan kasar. "Satu aja ngadepinnya susah, harus penuh dengan ekstra sabar mam, apalagi lebih." keluhnya.
__ADS_1
"Terus itu bagaiman bisa parfum nempel di tubuh kamu?" tanya mami Selin.
"Aku juga gak tau mam bagaimana bisa sama ini bau parfum siapa." kata Langit.
"Ya udah sana cepet susul istrimu dan jelasin semuanya agar tak ada salah paham nantinya." kata mami Selin yang di angguki oleh Langit.
❤️
Langit bahkan setengah berlari agar bisa segera sampai di kamarnya.
Saat pertama kali membuka pintu yang dia lihat adalah sang istri yang sedang menangis tersedu di ranjang.
"Yank." panggil Langit dengan lirih serta lembut namun sama sekali tak di hiraukan oleh Bintang.
Merasa tak mendapatkan respon Langit pun berjalan mendekat, bahkan tas kerja miliknya pun dia letakkan sembarangan.
"Apa karena aku hamil, perut aku buncit, tambah gemuk dan gak seksi lagi jadi kamu berpaling ke wanita lain...hiks." kata Bintang yang melantur kemana-mana.
Bintang mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya saat ini yang sebenarnya semua itu hanyalah sebuah praduga.
__ADS_1