
❤️ Happy Reading ❤️
"Sayang." panggil Langit saat melihat ternyata Binatang kembali tidur di kamar mereka.
Tanpa menghiraukan panggilan sang suami, Bintang lebih memilih ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan setelah itu beralih ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya.
Bukanya langsung ke arah ranjang, justru Bintang membelokkan tubuhnya ke arah sofa. Duduk di sana sambil membuka laptop dan bukunya.
"Ini sudah malam, kamu gak tidur?" tanya Langit yang sudah duduk di atas ranjang.
"Kalau mau tidur, tidur saja duluan." kata Bintang. "Aku masih ada yang mau di kerjain, biar nanti tak banyak coretan dari dosen pembimbing aku." sambungannya lagi yang kata-katanya itu sedikit banyak menyinggung ke arah Langit.
"Sayang, maafkan aku aku tak bermaksud..." kata Langit yang saat ini sudah berdiri di dekat Bintang.
"Iya gak apa-apa, aku tau...harus profesionalkan." kata Bintang tanpa menatap ke arah Langit karena matanya saat ini fokus ke arah layar laptop yang menyala.
"Aku..." kata Langit.
__ADS_1
"Aku gak masalah kamu bersikap profesional kok, itu bagus." potong Bintang lagi. "Tapi aku minta jangan menyentuh diriku sampai skripsiku selesai." kata Bintang.
"Sayang ya gak bisa gi..." kata Langit yang melayangkan protesnya.
"Aku tak mau konsentrasiku terganggu dengan hal yang lain, aku juga gak mau kalau sampai kelelahan sehingga membuat aku begitu ogah-ogahan mengerjakan kewajibanku sebagai seorang mahasiswa." sela Bintang.
Secara tidak langsung Bintang telah mengatakan kalau selama ini kuliahnya sedikit terganggu dengan aktivitas mereka, aktivitas malam terutama...karena Langit tak akan segan-segan meminta beberapa ronde saat permainan panas mereka dan itu akan terjadi hampir setiap hari.
"Sayang, tolong jangan potong kata-kata aku dulu." pinta Langit. "Oke aku minta maaf mungkin selama ini aku terlalu keras padamu." ucap Langit. "Aku akan membantumu untuk menyusun skripsi meskipun aku tak bisa membantumu sepenuhnya." sambungnya lagi.
Bintang kemudian lebih memilih untuk melanjutkan kegiatannya lagi tanpa menghiraukan Langit yang masih ada di dekatnya.
"Bisakah kita tidur sekarang?" tanya Langit saat jam sudah menunjukkan hampir pukul sebelas malam.
"Duluan saja, masih ada yang perlu aku kerjakan." jawab Bintang.
"Bi, jangan gini dong...aku gak mau kalau kamu sampai sakit karena kelelahan." kata Langit.
__ADS_1
"Sakit karena kelelahan...heh." kata Bintang dengan senyum mengejek di bibirnya. "Memangnya kamu pikir kalau kamu menggempur aku berkali-kali hingga dini hari itu gak membuat aku lelah." sambung Bintang dengan kalimat yang begitu menohok untuk Langit. "Kamu pernah mikir gak...aku harus melayanimu di atas ranjang hingga dini hari dan hampir setiap hari, setelah itu harus di hadapan dengan banyaknya tugas kuliah serta menyusun skripsi, gimana lelahnya fisik sama pikiran aku." imbuhnya yang semakin membuat Langit merasa bersalah.
Setalah itu tak ada pembicaraan lagi di antara mereka berdua.
Bahkan saat ada yang tak di mengerti oleh Bintang, wanita itu lebih memilihnya mencari di pencarian online.
"Bi, kan ada aku...jadi kamu bisa tanya langsung ke aku dari pada harus mencarinya di g*****." kata Langit.
"Ah tidak perlu, aku bisa sendiri dan tak membutuhkan bantuan darimu." kata Bintang dengan sarkas.
Binatang mulai mematikan layar laptopnya dan beranjak dari sana.
Dirinya sudah sangat lelah dan membutuhkan waktu untuk istirahat saat ini.
Tak ada kecupan mesra, pelukan hangat apalagi aktivitas menyenangkan yang membuat mereka saling berbagi peluh.
Bintang langsung merebahkan dengan posisi miring membelakangi Langit dan menutup tubuhnya hingga pundak lalu memejamkan matanya begitu saja tanpa menghiraukan Langit sedangkan Langit hanya bisa memandang dengan nanar punggung sang istri yang tertutup selimut.
__ADS_1