
❤️ Happy Reading ❤️
Maaf baru up 🙏
Sesampainya di kediaman Cakrabuana, Bintang langsung di sambut dengan hangat oleh keluarga calon suaminya.
Apalagi di sana keadaan semakin ramai karena adanya Lana Cakrabuana yang datang dari luar kota bersama Lita sang putri dan Rafka suaminya.
''Eh calon mantu mami sudah dateng...'' seru Selin saat Bintang masuk ke ruang keluarga di mana semua anggota keluarga berkumpul dan bercengkrama.
''Mam...'' sapa Bintang yang langsung menerima pelukan dari sang calon ibu mertua.
Kemudian Bintang beralih menyalami semuanya satu persatu.
''Hai Lita sayang...'' sapa Bintang pada cucu satu-satunya keluarga Cakrabuana.
''Salim sama onty Bintang sayang...'' kata Lana mengintruksi sang buah hati.
''Pinternya...'' puji Bintang saat Lita mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
''Kamu bawa apa itu kak?'' tanya mami Selin kepada sang putra.
__ADS_1
''Oh ini kue...'' jawab Langit sambil menyerahkan paper bag yang di bawanya. ''Dari Bintang.'' sambungnya lagi.
''Ya ampun sayang kok pakek repot-repot segala, dengan kamu datang aja mami sudah seneng banget loh.'' kata mami Selin. ''Makasih loh kuenya.'' ucapnya.
''Gak apa-apa kok mam, cuma kue aja.'' kata Bintang.
''Mbak, tolong ini kuenya di potong dan bawa ke sini ya...'' kata mami Selin pada salah satu art yang berada tak jauh dari sana.
''Baik nyonya.'' sahutnya.
''Gimana kabar kedua orangtua kamu Bi?'' tanya papa Ardi.
''Terus kuliah kamu gimana?'' tanya papa Ardi lagi.
''Kalau menurut Bintang sih semuanya baik dan lancar tapi gak tau kalau menurut dosen Bintang, papi bisa tanya sendiri ke dosennya.'' jawab Bintang yang membuat semua orang jadi tertawa.
''Hahaha...mahasiswiku calon istriku.'' kata Lintang.
''Atau dosenku...calon suamiku...hahaha...'' sahut Lana.
''Kak Bi kok mau-maunya sih pacaran dan jadi calon istri dari kak Langit? padahal kak Langit udah tua loh...apa gak nyesel nantinya.'' kata Lintang.
__ADS_1
''Iya kak Bi jawab dong.'' timpal Lana. ''Akhirnya pertanyaan yang selama ini aku pendam terwakilkan sudah.'' sambungnya lagi.
''Ish kalian ini.'' kata Langit. ''Enak aja ngatain aku tua...aku itu bukan tua tapi dewasa alis pria matang.'' kilah Langit.
''Sama aja tau.'' cibir Lintang yang masih dengan gelak tawanya.
''Tertawa aja sepuasnya...ledek aja terus.'' kata Langit. ''Lihat saja apa kalian masih bisa tertawa seperti ini jika aku hentikan jatah kalian berdua.
Kata-kata yang baru saja keluar dari mulut Langit langsung bisa membungkam mulut kedua wanita yang sedang tertawa itu, Lana dan Lintang sontak saja langsung terdiam.
''Kik diem? ketawa lagi dong...kan lucu.'' sarkas Langit.
''Enggak kok kak kita gak ketawa lagi.'' kata Lana setelah beberapa saat saling pandang dengan sang adik.
''Iya kak kita cuma bercanda kok, kita berdua minta maaf ya...kakak sama kak Bintang pasangan serasi kok...suwer.'' kata Lintang menimpali kata-kata Lana.
''Kak Langit yang baik hati, ganteng, jangan di hentikan ya uang bulanan kami...ya kak ya...'' bujuk Lana yang saat ini dirinya dan Lintang sudah berada di kanan kiri Langitan sambil menggoyang-goyangkan lengan pemuda itu.
''Kak...ya kak ya...kak.'' rengek Lintang dan pemandangan itu membuat semua yang ada di sana tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Selalu seperti itu, Lana dan Lintang tak akan pernah bisa menang melawan Langit. Karena putra pertama kelurga Cakrabuana itu selalu menggunakan kata-kata keramatnya untuk menghentikan semua jatah bulanan kedua adik perempuannya.
__ADS_1