
❤️ Happy Reading ❤️
"Huft." Langit menghela nafasnya supaya dia bisa mengontrol emosi dan tetap tenang.
"Yank." panggil Langit lagi sambil berjongkok di depan Bintang dan tak lupa dengan tangannya yang menggenggam kedua tangan Bintang.
Meskipun Bintang sempat berontak untuk melepaskan genggaman tangan Langit dari tangannya namun pria itu justru menggenggamnya semakin erat.
"Kamu itu kok ngomongnya jadi ngelantur kemana-mana." kata Langit. "Dengerin aku, dimata aku kamu itu adalah wanita satu-satunya yang terlihat sangat cantik, lagian bagi aku perubahan bentuk fisik kamu itu tak akan merubah rasa cinta aku sama kamu." kata Langit. "Kamu jadi seperti ini juga karena ulah aku kok, sehingga membuat baby bisa ada di sini." sambung Langit. "Kamu itu salah paham yank, aku aja gak tau ini bau parfum siapa." kata Langit lagi. "Tadi aku memang ada meeting di luar, dan harus menggunakan lift umum...mungkin karena tadi sedikit berdesakan ada perempuan yang tak sengaja nyenggol aku." imbuhnya.
"Bener?" tanya Bintang.
"Tentu saja sayangku." jawab Langit. "Kalau kamu gak percaya bisa telpon asisten aku." katanya lagi pada Bintang.
"Huft iya aku percaya." kata Bintang.
Langit merentangkan kedua tangannya, bersiap untuk membawa tubuh berisi Bintang kedalam pelukannya.
__ADS_1
"Eith mau ngapain?" tanya Bintang menghentikan aktivitas Langit sehingga tangan pria itu berhenti dan menggantung di udara.
"Ya mau peluk kamulah sayang...Jan Taif pelukannya cuma bentaran doank." jawab Langit.
"No, aku gak mau..." kata Bintang. "Aku gak suka bau parfum itu...bikin aku tambah enek." alasannya. "Jadi lebih baik kamu mandi dulu yang bersih, baru bisa peluk aku." sambungnya.
Langit hanya bisa pasrah saat dirinya mendapatkan penolakan dari sang istri, dan hanya bisa menurut untuk segera membersihkan tubuhnya.
Sejujurnya, dia pun sangat merasa kengen dengan sang istri meskipun mereka tak berjumpa hanya beberapa jam saja...si bumil memang begitu sangat ngangenin.
Keduanya menghabiskan waktu dengan berbaring sambil berpelukan dan di selingi dengan sedikit perbincangan hingga jam makan malam tiba.
❤️
Wanita hamil itu sedari tadi hanya mengaduk-aduk makanannya saja.
"Aku gak mau makan ini mam." lirih Bintang.
__ADS_1
"Terus kamu mau makan apa sayang?" tanya mami Selin lagi.
"Em itu mam..." lirih Bintang.
"Katakan saja sayang, tak usah ragu seperti itu." kata mami Selin lagi.
"Mau di buatin nasi goreng seafood sama papi." katanya mami Selin lagi.
Papi sejenak saling pandang dengan anggota keluarga yang lain.
"Huft baiklah aku akan membuatnya." kata papi Ardi. "Tapi jangan salahkan papi jika nanti nasi gorengnya tak sesuai ekspektasi kamu, karena sudah sangat lama papi tak pernah memasak.
Papi Ardi pun segera beranjak dari duduknya, dengan menghela nafas panjang, dia berjalan menuju ke arah dapur.
"Mam, bantu aku." seru papi Ardi.
Kalau karena bukan menantunya yang sedang hamil dan ini adalah keinginan cucunya, papi Ardi tentu saja tak akan mau repot-repot untuk pergi ke dapur dan memasak.
__ADS_1
Mendengar teriakan sang suami, mami Selin pun dengan suka rela pergi membantu papi Ardi.
"Kamu ini bisa-bisanya ngerjain opa kamu sayang." kata Langit sambil mengelus perut sang istri.