
❤️ Happy Reading ❤️
Krucuk...Krucuk...Krucuk...
''Aduh perutku lapar sekali.'' gumam Bintang dengan mata yang sepeti enggan untuk terbuka, tapi apa mau di kata para cacing yang ada diperutnya sudah pada berisik demo minta makan.
''Jam berapa ini.'' gumamnya lagi dengan tangan meraba di atas nakas samping tempat tidur dan dengan posisi masih tidur terlentang dan mata yang tertutup.
Setelah mendapatkan apa yang di cari, Bintang membuka matanya untuk melihat jam yang ada di latar ponsel.
''Hah, jam setengah sepuluh malam...pantas aja aku sudah merasa lapar.'' gumam Bintang lagi, apalagi dirinya memang belum makan lagi setalah jam makan siang tadi.
''Aduh ini kok berat sih.'' kata Bintang dengan tangan yang beralih meraba ke bawah.
Di angkatnya benda yang menimpa perutnya itu...eh ternya dan ternyata itu adalah tangan suami tampannya.
Muka Bintang langsung bersemu merah mengingat adegan panas yang mereka berdua lakukan tadi siang, apalagi dengan tak tau malunya Bintang mend***h dengan hebat di sela-sela permainan mereka yang entah sampai berapa ronde tadi.
Bintang berniat untuk menyingkirkan tangan Langit, karena dirinya hendak turun ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket karena terlalu banyak peluh yang mereka berdua keluarkan tadi.
__ADS_1
''Mau kemana sayang?'' tanya Langit dengan suara seraknya dan juga dengan mata yang masih tertutup rapat.
Sedari tadi Bintang ingin menyingkirkan tangan Langit namun berakhir sia-sia karena sang suami malah memeluk tubuhnya lebih erat dari sebelumnya.
''Mas...ih lepas dulu...aku mau ke kamar mandi.'' kata Bintang dengan sedikit berontak dalam dekapan Langit.
''Sebentar lagi sayang...biarkan seperti ini dulu, beberapa detik saja.'' sahut Langit.
''Mas, aku mau mandi terus mau pesen makanan...aku kelaparan tau.'' kata Bintang lagi. ''Aku itu belum makan apa-apa dari habis makan siang tadi...eh malah keduluan aku di makan sama kamu.'' sungutnya yang malah membuat Langit terkekeh.
''Kalau aku makan lagi gimana...'' goda Langit dengan tangan yang sudah mulai bergerak pelan namun pasti menyusuri tubuh Bintang.
''Kamu mau bikin aku mati kelaparan apa?'' protes Bintang yang sudah mengeplak tangan Langit.
''Hehehe enggk dong sayang...kan ga lucu baru nikah masak sudah mau jadi duda aja.'' kata Langit terkekeh. ''Ayo aku bantu ke kamar mandi...'' tawarnya.
''Eh gak usah aku bisa sendiri.'' tolak Bintang dengan perasaan sedikit was-was.
''Aku cum mau batu kamu aja sayang...janji gak ngapa-ngapain.'' kata Langit yang seolah mengerti keraguan Bintang. ''Tapi gak janji...hehehe.'' sambungnya lagi dalam hati.
__ADS_1
Akh
Bintang memeluk kaget karena tiba-tiba Langit mengangkat tubuhnya begitu saja.
''Mas, selimutnya.'' kata Bintang saat menyadari Langit menggendongnya dengan tubuh mereka yang sama-sama polos.
''Gak perlu pakai selimut sayang...toh kita juga sudah sama-sama melihat bahkan merasakannya.'' sahut Langit.
Bintang hanya bisa menyembunyikan wajahnya di dada bidang Langit, walau bagaimanapun dia masih mempunyai rasa malu pada pria yang baru jadi suaminya itu.
💕
Hampir satu jam Bintang dan Langit baru keluar lagi dari kamar mandi.
''Sudah dong sayang...jangan di tekuk gitu mukanya.'' bujuk Langit. ''Akukan sudah minta maaf dan lagian kamu juga menikmatinya tadi.'' sambungnya. ''Bahkan ya kamu yang paling keras mende....hemmmppt.'' belum selesai Langit berbicara tapi mulutnya sudah lebih dahulu di bekap dengan tangan Bintang.
''Gak usah sedetail itu juga kali.'' kata Bintang dengan kesal.
Bagaimana gak marah, perutnya sudah keroncongan...eh malah dengan seenaknya suaminya itu meminta mereka bermain kembali di kamar mandi, walau tak dapat di pungkiri juga bahwa Bintang pun menikmati...tapi tetap aja kesel.
__ADS_1