
❤️ Happy Reading ❤️
Tak mau terlalu lama berdebat, Bintang lebih memilih untuk keluar dari penginapan mereka.
''Sayang, kamu mau kemana?'' tanya Langit saat melihat sang istri meraih tas selempang dan memasukkan ponselnya di sana.
''Mau keluar, sumpek di kamar.'' sahut Bintang yang langsung berjalan keluar kamar.
Sialnya saat Langit ingin menyusul, ada panggilan via video dari ponselnya dan itu dari salah satu rekan bisnisnya.
Langit berusaha untuk menggantikan pembicaraan mereka, namun rekan bisnisnya itu terus saja mengoceh panjang bak rel kereta api.
''Aku harus cari Bintang di mana?'' gumam Langit dengan mengusap wajahnya kasar.
Cklek
Baru mengambil dompetnya dari laci nakas, ternyata orang yang ingin di cari sudah muncul di sana.
Senyum Langit sirna begitu saja ketika melihat sebuah koper di tangan Bintang.
__ADS_1
''Sayang, baru saja kau akan mencarimu di luar.'' kata Langit sambil berjalan menghampiri. ''Kok kamu bawa koper?'' tanyanya namun Bintang hanya mengabaikannya saja.
Kesal, itu yang Bintang rasakan saat ini. Sudah tau istrinya marah eh pergi bukannya di cari atau di kejar...ini malah di biarin aja seperti sama sekali tak perduli.
Bintang meletakkan koper di atas ranjang, lalu di bukanya.
Dia pun kemudian memindahkan satu persatu pakainnya dari koper yang dirinya pakai bersama Langit.
''Loh...loh kok di pindahin?'' tanya Langit.
Merasa sedari tak di respon karena Bintang hanya diam saja membuat Langit sedikit meradang.
''Iya aku memang anak kecil...sudah tau aku anak kecil...kenapa tetap di nikahi juga.'' kata Bintang dengan tatapan mata mengarah pada Langit, semua itu dia lakukan agar tak terlihat lemah di hadapan pria yang bergelar suaminya itu. ''Dan apa tadi kamu bilang? masalah sepele? heh...''kata Bintang dengan senyum sinis di akhir kalimatnya. ''Mungkin ini masalah sepele buat kamu, tadi bukan buat aku...honeymoon ini membuat aku MUAK!'' kata Bintang berteriak pada saat mengatakan kata MUAK.
Bintang kemudian menutup kopernya dengan kasar dan langsung menariknya.
''Mau kemana kamu?'' tanya Langit.
''Pulang.'' jawab Bintang dengan singkat.
__ADS_1
Langit langsung berjalan dengan setengah berlari untuk mendahului Bintang sampai di pintu.
Klek
''Buka pintunya.'' pinta Bintang saat pintu kamar di kunci oleh Langit dan kuncinya langsung di simpan pemuda itu do saku celananya bagian depan.
''Gak akan.'' sahut Langit. ''Jangan harap aku akan membukakan pintu untukmu pergi.'' sambungnya.
''Apa maumu?'' tanya Bintan.
''Tetap di sini bersamaku hingga honeymoon kita berakhir.'' jawab Langit. ''Aku minta maaf...benar-benar minta maaf karena telah membuatmu kecewa di hari kedua honeymoon kita...'' ucapnya dengan sungguh-sungguh sehingga membuat Bintang menghela nafasnya.
''Gak ada gunanya kita bulan madu, jadi lebih baik kita pulang dan menjalankan aktivitas masing-masing seperti biasa.'' sahut Bintang.
''Aku benar-benar minta maaf sayang, aku janji tak akan mengabaikan kamu lagi dan kita akan menikmati bulan madu ini.'' bujuk Langit.
''Gak usah ngomong yang bisa membuat aku terlalu berharap banyak, kalau kamu sendiri saja tak yakin akan semua itu.'' kata Bintang.
Ternya ucapan minta maaf serta bujukannya sama sekali tak mempan untuk Bintang, sehingga mau tak mau langsung langsung membopong tubuh Bintang dan merebahkannya di ranjang.
__ADS_1
Langit ingin kembali membuat Bintang mend***hkan namanya, karena pikir Langit hanya cara inilah yang paling ampuh...sebab dia yakin jika aktivitas mereka telah selesai makan Bintang akan langsung tertidur di dekapannya karena lelah.