Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu

Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu
Bab 73


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Satu hari satu malam cukuplah untuk Langit dan Bintang menginap di hotel, kini saatnya mereka untuk kembali pulang ke rumah.


Dan sesampainya di rumah...malah terjadi kehebohan di sana karena Bintang yang tiba-tiba saja jatuh tak sadarkan diri saat akan menaiki anak tangga.


Bugh


"Bintang."


"Sayang."


"Kak."


Seru Langit dan juga kedua orangtuanya juga sang adik saat Bintang sudah terjatuh di lantai.


Bintang memang berencana naik ke lantai dua dimana kamar mereka berada, sedangkan Langit masih berbincang dengan keluarganya di ruang keluarga.


Mendadak semuanya menjadi terlihat panik. Mereka langsung berlari mendekati Bintang.


"Bawa ke kamar kak." kata mami Selin.


Tanpa banyak kata Langit langsung membopong tubuh Bintang ala bridal style menuju ke kamar mereka di susul oleh mami Selin, papi Ardi juga Lintang.


"Telpon dokter keluarga kita dek." perintah mami Selin di sela jalannya.


"Iya mam." sahut Lintang yang langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi dokter sesuai perintah sang mami.

__ADS_1


Setelah Bintang di rebahkan di ranjang, mami Selin langsung mengambil minyak kayu putih di tuang ke telapak tangannya dan langsung membalurkannya di telapak tangan dan kaki Bintang yang terasa dingin.


"Kak, taruh di dekat hidung Bintang." kata mami Selin.


Langit pun mengambil botol minyak kayu putih dan memberikan di hidung Bintang untuk membuat sang istri agar cepat siuman.


"Kak, apa Bintang tadi sempat mengeluh sesuatu?" tanya mami Selin.


"Gak ada mam, lagian tadi keadaannya juga baik-baik saja." jawab Langit.


"Gimana dek?" tanya mami Selin pada sang putri.


"Dokternya sudah jalan kemari mam." jawab Lintang.


"Dek minta bibik buat bikin teh manis hangat untuk kak Bintang." pinta mami Selin lagi.


"Iya mam." sahut Lintang.


"Dek, kok sepi amat...yang lain kemana?" tanya Lana yang baru saja datang dan tak sengaja melihat sang adik sedang berlari menuruni anak tangga.


"Ada di kamar kak Langit kak." jawab Lintang.


"Ngapain?" tanya Lana sambil mengerutkan keningnya, bingung kenapa semua ada di kamar sang kakak.


"Kak Bintang pingsan." jawab Lintang. "Bik...bibik..." seru Lintang memanggil sang art sedangkan Lana dan suaminya langsung naik ke atas dan sang putri sendiri di bawa pengasuhnya ke taman belakang untuk bermain.


"Iya nona." jawab salah satu art yang datang dengan tergopoh-gopoh.

__ADS_1


"Tolong buatin teh anget dan langsung antar ke kamar kak Langit ya." pinta Lintang.


"Baik nona." jawabnya.


Lintang pun kembali lagi anim ke lantai atas untuk kembali melihat kondisi kakak iparnya.


"Belum sadar juga mam?" tanya Lintang.


"Belum sayang." sahut sang mami yang terlihat begitu sendu.


"Bawa kerumah sakit aja mam." kata Lana mengemukakan pendapatnya.


"Kita tunggu dokter dulu, tadi Lintang sudah menghubungi dokter keluarga kita." sahut mami Selin.


"Selamat sore." sapa seseorang yang baru saja datang.


"Oh dokter Heru...silahkan masuk dok." sahut mami Selin. "Dok tolong periksa menantu saya." pinta mami Selin.


Kini yang ada di dekat Binatang hanya mami Selin juga Langit sedangkan yang lainnya sedikit menjauh sekedar untuk memberikan ruang pada sang dokter yang akan melakukan pemeriksaan.


"Eugh..." lenguh Bintang yang baru saja sadar saat dokter baru menempelkan stetoskop miliknya.


"Syukurlah kamu sudah sadar nak." kata mami Selin.


"Aku...kok..." kata Bintang yang bingung karena tiba-tiba dirinya sudah ada di kamar apalagi semua berkumpul di sana plus dokter juga.


"Kamu tadi pingsan sayang, jadi biar dokter memeriksa kamu terlebih dahulu ya..." kata Langit memberi tahu.

__ADS_1


Dokter Heru pun kembali melakukan pekerjaannya hingga selesai.


"Bagaimana dok? istri saya kenapa?" tanya Langit.


__ADS_2