Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu

Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu
Bab 28


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Keadaan Bintang sudah cukup baik, bahkan sudah seperti sedia kala.


Dan hari ini adalah hari dimana dirinya akan bertunangan dengan Langit.


Acara akan dimulai pukul tujuh malam dan di adakan di salah satu hotel keluarga Cakrabuana.


Pukul tiga sore, Bintang bersama orangtua serta adiknya berangkat menuju ke tempat acara.


''Kenapa gak di adain di rumah aja sih bu'? orang baru tunangan juga.'' kata Bintang di dalam mobil.


''Ini semua keinginan calon mertua kamu, lagian Langit itu anak laki-laki satu-satunya dari keluarga Cakrabuana, jadi wajar kalau mereka melakukan ini.'' jawab sang ibu.


''Lagian calon suami kamu itu juga bukan orang sembarang kak, pemimpin sebuah perusahaan besar juga dosen...jadi wajar kalau gak mau yang biasa-biasa aja.'' timpal ayah.


''Ck buang-buang uang aja yah.'' kata Bintang.


''Perempuan itu memang repot ya.'' celetuk Bima yang diam sedari tadi. ''Kalau di buat istimewa...mewah, katanya buang-buang uang...kalau di buat sederhana, biasa saja...katanya pelit, gak sayang.'' celetuknya.


''Heh anak kecil...ikut-ikutan aja.'' sentak Bintang.

__ADS_1


''Aku sudah besar kali kak...sudah tujuh belas tahun bahkan sudah mau lulus SMA.'' kata Bima. ''Lagian aku juga cuma mengungkapkan fakta...jadi jangan marah.'' imbuhnya. ''Kalau aku jadi kak Langit...dengan finansial yang mapan, pasti aku juga akan seperti itu nanti untuk wanita yang aku cintai.'' sambungannya lagi.


''Cinta...cinta...belajar aja dulu tuh yang benar baru ngomongin cinta.'' cibir Bintang.


''Tapi ayah setuju tuh sama yang di omongin Bima.'' kata ayah.


''Ibu juga.'' timpal ibu. ''Dan kamu Bima...harus jadi orang yang mapan dulu kalau mau meminang anak gadis orang...seperti ayah juga kak Langit.'' kata ibu. ''Karena orang hidup itu tak hanya butuh cinta...tapi juga butuh makan dan teman-temanya.'' sambungnya lagi.


''Sip bu'.'' kata Bima.


💕


Begitu sampai di hotel, Bintang dan keluarga sudah langsung di sambut oleh Langit dan keluarga yang sengaja menunggu di lobi.


''Selamat beristirahat sayang...'' kata Langit saat mereka berdua telah sampai di kamar Bintang. ''Nanti jam lima akan ada tim mua yang akan datang untuk meriasmu.'' sambungannya.


''He'em, selamat beristirahat juga.'' ucap Bintang.


Setelah Langit pergi, Bintang langsung masuk kedalam kamar untuknya.


Bintang lebih memilih untuk langsung mengistirahatkan tubuhnya, entah apa belum sembuh total atau karena tubuhnya terlalu manja sebab tak di gunakan untuk aktivitas seperti biasa, jadi membuat tubuhnya cepat sekali lelah.

__ADS_1


💕


Jam tujuh malam, Langit menyusul sang kekasih di dalam kamar.


Cklek


Langit begitu terpesona melihat gimana penampakan Bintang.


''Ada apa? apa ada yang salah? aku jelek ya?'' tanya Bintang secara beruntun karena melihat Langit yang hanya terdiam saja.


Ctik...Ctik...


Bintang bahkan harus menjentikan jarinya tepat di depan wajah Langit.


''Eh...iya.'' kata Langit gelagapan begitu sadar.


''Apa aku jelek?'' tanya Bintang lagi.


''Kamu sangat...sangat cantik sayang.'' puji Langit. ''Hem boleh gak sih kalau kita gak usah kesana?'' tanyanya.


''Lah kenapa?'' tanya Bintang.

__ADS_1


''Aku gak rela membagi kecantikan kamu pada orang lain.'' jawab Langit. ''Biar aku aja yang lihat... aku tak rela berbagi.'' sambungannya lagi.


''Ck, jangan aneh-aneh deh.'' kata Bintang. ''Kalau kita gak ada...emang yang mau tunangan siapa? Ayah sama ibu atau mami sama papi.'' imbuhnya.


__ADS_2