Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu

Dari Kekasih Palsu Menjadi Paksu
Bab 38


__ADS_3

❤️ Happy Reading ❤️


Malam tadi Bintang dan Langit beserta para sahabat mereka baru pulang setelah pukul sepuluh malam.


Yang katanya hanya dinner tapi pada nyatanya mereka memilih nongkrong sebentar hanya untuk sekedar bercengkrama dan melepas penat.


Hari ini mereka akan berkumpul kembali, yang kali ini lebih memilih untuk menyambangi apartemen milik Langit.


Langit pun sudah menjemput Bintang dari pagi, agar saat para sahabatnya datang...mereka berdua sudah berada di apartemen.


Langit dan Bintang juga sudah menyiapkan beberapa cemilan untuk menemani keseruan mereka hari ini.


Sambil menunggu para sahabat mereka tiba, Langit lebih memilih untuk bermanja dengan kekasihnya.


Saat ini laki-laki muda dengan berjuta pesona dengan bergelimang harta itu sedang berbaring dengan berbantakan paha Bintang.


Ting Tong...Ting Tong...


''Itu pasti mereka.'' kata Langit yang langsung bangkit dari salah satu tempat ternyamannya.


Cklek


''Loh kok datengnya bisa barengan?'' tanya Langit. ''Ayo masuk.'' ajaknya.


''Tadi gak sengaja ketemu di parkiran dan di lobi apartemen.'' jawab Marsel.


''Hai Bi.''

__ADS_1


''Hai.'' sahut Bintang membalas sapaan yang di layangkan padanya.


''Sudah lama Bi?'' tanya Lena.


''Atau jangan-jangan semalam kamu di bawa pulang kesini?'' tanya Heni dengan tatapan curiganya.


plak


Bintang langsung mengeplak lengan sahabatnya yang membuat Heni sedikit meringis karena merasakan sedikit sakit dan panas pada lengannya yang baru di geplak.


''Kalau ngomong jangan sembarangan.'' kata Bintang. ''Aku di jemput tadi pagi.'' sambungnya.


''Oh kirain.'' kata Heni lagi.


''Oke, sekarang enaknya kita ngapain nih?'' tanya Aris.


''Setuju...'' seru para wanita.


Para wanita langsung sibuk memilih film apa yang akan mereka tonton dan tentu saja pilihannya akan jatuh pada film yang berbau-bau drama romantis.


Semua minuman dan camilan memang sudah Bintang dan Langit siapkan di atas meja, agar kalau sudah kumpul mereka tak perlu repot-repot menyajikannya.


Apartemen yang Langit tempati adalah apartemen mewah nan elit dengan fasilitas yang sangat lengkap. Apalagi karena apartemen ini juga merupakan milik keluarga Cakrabuana, maka Langit mendapatkan unit yang paling atas dan hanya ada satu di lantai tersebut.


Film pun di putar sehingga membuat mereka semua mencari tempat atau posisi yang nyaman.


Ada Marsel dan Aryo beserta pasangannya yang duduk lesehan di lantai, terus ada Dio dan Resa yang duduk di sofa yang lebih kecil, sedangkan Aris dan kekasih duduk di sofa besar bersama Bintang yang Langit lebih memilih duduk di lantai di bawah Bintang.

__ADS_1


💕


Tak terasa sudah lebih dari dua jam mereka menonton hingga waktu sudah hampir menunjukkan jam makan siang.


Dari pada ribet, mereka memutuskan untuk membeli makanan via online saja.


''Jadi gimana proyek kamu yang ada di kota S?'' tanya Dio.


''Semuanya lancar dan kalau sesuai deadline ya sebelum aku nikah udah rampung.'' jawab Langit. ''Bisnis kamu gimana?'' tanya Langit.


''Gak gimana-gimana...semuanya aman.'' sahut Dio.


''Aryo, aku dengar pemerintah akan melelang tander perbaikan jalan, perusahan kamu ikut gak?'' tanya Aris yang memang perusahaan Aryo bergerak dalam bidang konstruksi.


''Rencananya, ini juga lagi nyiapin berkas yang akan di ajukan.'' jawab Aryo.


''Khem.'' dehem Bintang yang menghampiri para pria. ''Bisa gak kalau ketemu dalam suasana santai kayak gini gak ngomongin masalah bisnis?'' tanyanya dengan nada sarkas. ''Itu makanan sudah siap.'' beritahu Bintang dan langsung berjalan meninggalkan para pria tersebut.


''Bu' bos kalau lagi marah nyeremin.'' kata Aris setengah berbisik.


''He'em.'' sahut Marsel dan Dio sambil mengangguk kepala mereka.


''Iti belum apa-apanya...karena marahnya belum terlalu.'' sahut Aryo yang memang sudah kenal lama dengan sosok Bintang.


''Hih.'' kata Aris sambil bergidik ngeri.


''Ish calon istri aku itu, main gibahin aja.'' protes Langit.

__ADS_1


__ADS_2